Merespon kendala yang dihadapi petani di Kabupaten Malang, sejak 2007 lalu Bank Dunia telah memberi bantuan kepada petani melalui Dinas Pertanian Kabupaten Malang. Bantuan itu berupa proyek Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi. Hari ini diagendakan, pihak Bank Dunia akan melakukan beberapa evaluasi bantuan tersebut ke Kecamatan Lawang dan Singosari.

Kemarin rombongan Bank Dunia didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Abdul Malik MSi dan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BPKP3) Ir. Helijanti Kuntari diterima langsung oleh Bupati Malang Sujud Pribadi di Peringgitan Kabupaten Malang kemarin.

Dalam pertemuan itu Bupati Sujud Pribadi merespon dengan baik program itu. Ia memberikam masukan agar ada terobosan dalam pemasaran hasil petani melalui transaksi jarak jauh sehingga tidak mengeluarkan biaya yang banyak dalam transpotasi. “Agar bisa memotong jaringan perdagangan yang panjang, dalam proyek ini perlu kerjasama dari berbagai pihak,” ucap Sujud.

Secara terpisah Abdul Malik mengatakan, kunjungan Bank Dunia tersebut untuk memastikan komitmen Pemkab Malang dalam mendukung program yang diberikan. Beberapa fasilitas yang diberikan kepada petani yang dibantu Bank Dunia itu anntara lain fasilitas mobil operasional, perangkat komputer dan personil di lapangan.
“Selain itu juga ada bantuan pembangunan balai penyuluh pertanian. Kalau untuk yang ini kita sharing. Pemkab menyediakan tanah dan Bank Dunia yang membangun”, ucap Malik secara terpisah kemarin. Disinggung besarnya bantuan yang diberikan Bank Dunia, Malik mengatakan tidak tahu pasti.
Pasalnya, bantuan itu melekat pada Dana Alokasi Khusus (DAK).(eno)(Anita, malangpost)