Sekitar 2.045 siswa tingkat SMA dan SMK dari wilayah Kota dan Kabupaten Malang, tidak lulus ujian nasional (UN). Jumlah itu terdiri dari 1.265 siswa di Kota Malang dan 780 siswa di Kabupaten Malang. Total peserta UN di Kota Malang 12.020 siswa dan di Kabupaten Malang mencapai 11.196 siswa.
Khusus untuk data Kota Malang, jumlah siswa tidak lulus untuk SMA masih berupa prakiraan yang mencapai 500 orang. Karena sampai berita ini diturunkan, masih dalam proses rekapitulasi. Sedangkan tingkat SMK, bisa dipastikan 765 siswa tidak lulus.
Ironisnya SMAN 3 Malang kembali menyisakan satu siswanya yang tidak lulus UN. sementara SMAN 1, SMAN 4 dan SMAN 5 Malang sukses mengantarkan siswanya lulus 100 persen.
Sementara SMA negeri yang lain masih menyisakan beberapa siswa. Hanya saja jumlahnya tidak sampai lebih dari 10 siswa yang tidak lulus.
Berbeda dengan SMA swasta yang masih saja banyak menyisakan siswa tidak lulus. Contohnya saja di SMA Baiturrahmah yang hanya meluluskan 18 siswa dari jumlah peserta 23 siswa. Sementara untuk SMK data yang berhasil dihimpun untuk SMKN 5 Malang jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 18 siswa.
Sumber Malang Post di SMAN 3 Malang menyebutkan siswa yang tidak lulus tersebut memang sudah lama dibina khusus di sekolah. Dan sekolah pun memiliki rasa pesimis dengan keberhasilannya menyelesaikan UN. Siswa tersebut menurutnya gagal untuk mata pelajaran Fisika.
Sementara itu fenomena kelulusan tahun ini menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dr HM Shofwan SH MSi mencerminkan kejujuran kota pendidikan ini. Menurutnya semakin jujur UN dijalankan pasti ada siswa yang tidak lulus.
‘’Kata Mendiknas semakin jujur UN dilaksanakan, maka akan ada siswa yang tidak lulus. Jadi wajar saja kalau masih ada yang tidak lulus. Tapi Kota Malang juga banyak punya angka 10, hanya saja belum selesai merekap jadi belum bisa membeberkan data validnya,’’ ungkapnya.
Ditegaskannya, standar kelulusan UN yang semakin berat dan jumlah mata pelajaran yang cukup banyak menjadi alasan jumlah ketidak lulusan yang masih mencapai ribuan itu.
Hanya saja Sofwan mengaku bangga bahwa hasil UN kali ini merupakan bentuk kejujuran yang dilakukan di Kota Pendidikan ini. sebab di kota lain menurutnya belum tentu menjalankan UN sejujur di Kota Malang.
Terpisah Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Malang Drs Sugiharto menuturkan siswa yang tidak lulus UN tahun ini semuanya diarahkan untuk mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). Jadwal UNPK Paket C akan dilakukan bersama dengan siswa non formal yaitu pada 24 Juni mendatang.
Di wilayah Kabupaten Malang, dari total 11.196 siswa peserta ujian SMA/SMK, 780 siswa yang tidak lulus. Terdiri dari lima siswa SMA Negeri, 13 siswa SMA Terbuka, 283 siswa SMA Swasta, 30 siswa SMK Negeri dan 449 siswa SMK Swasta.
Dari lima siswa SMAN yang tidak lulus, berasal dari lima sekolah yang berbeda. Diantaranya SMAN I Kepanjen, siswa SMAN I Singosari, siswa SMAN I Tumpang dan siswa SMAN I Lawang.
Kondisi berbeda di sekolah swasta. Seperti SMA Darul Fikri Kecamatan Dau. Dari 12 siswa yang ikut ujian nasional, hanya satu yang lulus. Kemudian SMA Sunan Kalijogo, tidak jauh beda. Tercatat dari 27 peserta ujian nasional, hanya tiga siswa yang lulus.
‘’Semua siswa yang tidak lulus, baik SMA maupun SMK akan mengikuti ujian kejar paket C di tiap sub rayon. Ujian paket tersebut akan digelar pada Selasa (24/6) hingga Jumat (27/6),’’ tegas Suwandi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Meski demikian, Kabupaten Malang patut berbangga hati. Sebab kelulusan siswa program bahasa, menduduki peringkat empat se-Jawa Timur dengan prosentase 92,75 persen.
Jika dibandingkan wilayah Malang Raya, Kabupaten yang tertinggi. Sebab Kota Malang hanya 85,93 persen dan Kota Batu 80,93 persen.
‘’Untuk program IPA dan Bahasa kita tidak mendapat peringkat, prosentase kelulusan IPA SMA Negeri sebesar 99,88 persen, SMA Swasta hanya 80,50 persen. Sedangkan untuk program IPS prosentase kelulusan SMA Negeri 99,93 persen dan swasta 89,26 persen,’’ papar Suwandi.
Untuk proses kelulusan itu sendiri, akan diumumkan pada pukul 12.00 WIB. Seperti diungkapkan Kepala SMAN 5 Malang Dra H Dwi Retno UN M.Pd. Pengumuman akan dilakukan dengan mengundang orang tua siswa ke sekolah.
‘’Tahun lalu kami memanfaatkan jasa pos, tapi karena tahun ini pengumumannya terlalu mendadak jadi kami menggunakan jasa kurir. Sudah siap lima petugas yang akan membagikan hasil UN ke rumah siswa,’’ tutur Kepala SMKN 2 Malang Drs Juwito.
Di Kabupaten Malang, pihak Kepolisian bakal dikerahkan untuk menjaga pengumuman hasl Ujian Nasional SMA dan SMK. Langkah tersebut ditempuh guna meminimalisir aksi yang kurang terpuji menyambut pengumuman kelulusan.
‘’Besok (hari ini, Red.) pengumuman hasil ujian siswa SMA dan SMK, dari dua jadwal itu saya masih belum tahu mana yang didahulukan, seluruh sekolah akan dijaga polisi,’’ tuturnya.
Sama halnya di Kota Malang, pemberitahuan kelulusan tersebut bakal diberikan langsung pada wali murid yang diundang ke sekolah. Lembar kelulusan diberikan dalam wadah amplop tertutup yang hanya bisa dilihat masing-masing wali murid. (oci/ary/avi) (Rosida/malangpost)


14 Juni 2008 at 11:19
banyak skali yg tidak lulus. gmn dg total jatim?
apakah universitas mau mnerima kejar paket c?
15 Juni 2008 at 11:03
Keadaan seperti itu sudah saya kira sebelumnya. Sebenarnya hal yang paling berpengaruh terhadap kejadian tersebut adalah dari faktor kebijakan pemerintah yang menaikan standar UN menjadi 5,25 dan menambah mata pelajaran menjadi 6 Paealajran yang diUjiankan. Apalagi kebijakan tersebut dikelarkan pada saat 6 Bulan sebelum UN. Sungguh waktu yang sangat mendesak. Mungkin pemerintah lupa bahwa suatu perubahan itu akan menghasilkan sesuatu yang maksimal dengan cara yang konsisten dan membutuhkan waktu yang cukup, bukan mendesak. Ingat suatu perubahan itu membutuhkan “proses”
maka kalau kejadiannya sudah seperti itu… Apa Kata Dunia???
Bila di Salah Satu surat kabar internasional menulis bahaw “Kegagalan Pendidikan Indonesia Hanya Beberapa Persen Siswa Yang LULUS UJian”
15 Juni 2008 at 18:17
cukup tinggi juga angka ketidaklulusannya :)
15 Juni 2008 at 21:24
Apa hasil UNAS bisa dilihat secara online? Kalo bisa dimana alamat nya?thx
16 Juni 2008 at 11:34
Apa hasil UNAS bisa dilihat secara online? Kalo bisa dimana alamat nya?thx
khusus unas smk…
tak tunggu balasannya di rmail q tary_stargirl@yahoo.com
17 Juni 2008 at 07:17
Akibat perubahan yang sangat drastis.Standar 4,25 dengan 3 mata pelajaran saja belum berhasil 100% apalagi standar nilai dinaikkan,mata pelajaran ditambah, SKL ditambah (tambah sulit lagi), jadi wajar kalo banyak yang tidak lulus.
17 Juni 2008 at 07:23
duuuuuh prihatin sekali mendengar banyak siswa yang tidak lulus UAN tahun ini, terutama di Kota Malang yang mendapat predikat sebagai kota pendidikan.Tapi InsyaAlloh Malang memang jujur menjalankan UAN, apakah kota/kab ain juga jujur?
19 Juni 2008 at 06:18
Kayaknya sih belum ada. Biasanya itu diumumkan di situs web sekolah masing-masing.
Diknas agaknya belum siap menyediakan server dg bandwidth besar mengakomodasi traffic internet nasional seperti pengumuman UNAS 2008 ini :)
21 Juni 2008 at 19:34
Kalau bisa sih prosentase kelulusan dan ketidak lulusan tiap sekolah, baik SMA maupun SMK – negeri maupun swasta dibeberkan ! oleh koran atau media masa lainnya. Agar supaya masyarakat bisa melihat sekolah-sekolah yang bagus bermutu dan yang masih keteteran ! gitu lo !!! Jadi masyarakat agar bisa juga memilih sesuai ukuran………….. hi hi hi …. DANUN…Duit juga…….
13 Juni 2009 at 16:24
selamat, sukses bagi yang LULUS. dan bagi yang tidak lulus jangan berkecil hati. masa depan tidak ditentukan hanya dari IJAZAH, masih banyak hal lain yang lebih menentukan………