Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD akan diumumkan Sabtu hari ini. Hanya saja, angka kelulusan SD belum bisa dihitung jumlahnya, sebab penentuan kelulusan diserahkan penuh kepada sekolah.

Sementara pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang tidak berhak menentukan. Sekalipun, seluruh nilai UASBN sudah dikirimkan ke masing-masing sekolah.

Menurut Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kota Malang, Dra Siti Masruroh, kriteria kelulusan siswa ditetapkan melalui jalur rapat dewan guru dengan mempertimbangkan nilai minimum setiap mata pelajaran yang diujikan, dan nilai rata-rata ketiga mata pelajaran tersebut.

‘’Kelulusan UASBN ini hanya salah satu pertimbangan untuk penentuan kelulusan. Sebab masih ada faktor lain yang harus diperhatikan untuk menentukan apakah yang bersangkutan lulus atau tidak,’’ ungkapnya.

Titik, panggilan akrabnya menuturkan, pertimbangan lain yang harus diperhatikan, diantaranya adalah nilai rapor siswa, nilai ujian sekolah, dan sikap. Termasuk perilaku, budi pekerti dan ahlak peserta didik.
Sehingga dari ketentuan yang diatur Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) itu, nilai UASBN bukan menjadi acuan utama penentuan kelulusan tersebut.

Sementara tahun lalu, model kelulusan siswa SD dilakukan melalui Ujian Pengendali Mutu (UPM), yang diseleksi oleh Kota Malang sesuai dengan standar Kota Malang.

Tahun ini Kota Malang cukup berbangga dengan nilai UASBN SD. Sebab ada satu siswa dari Kota Malang yang berhasil menduduki peringkat tiga propinsi yang diraih siswa SDN Kauman I, Sada Andriyana Yuwono.

Sada berhasil meraih nilai 29,35 sehingga berhasil menjadi peringkat satu siswa Kota Malang. Sementara peringkat rata-rata lembaga untuk peringkat satu diraih SDN Blimbing 3 dengan rata-rata siswanya 27,52, peringkat dua SDI Sabilillah rata-rata 27,07 dan peringkat tiga SDN Tanjungrejo 3 dengan nilai rata-rata 26,92.

Sementara itu, jika melihat rentang nilai UN yang ada, tahun ini untuk masuk SMP negeri favorit di Kota Malang persaingan cukup ketat. Jika mengacu pada kuota 2007/2008 pagu total untuk tiga SMP favorit yaitu SMPN 1, SMPN 3 dan SMPN 5 adalah sebesar 882 kursi.

Dari data sementara rentang nilai hasil UASBN 2008, ada 1256 siswa yang memperoleh nilai diatas 27,01. Artinya kuota SMPN favorit bisa dinikmati oleh siswa dengan Nilai UASBN terendah 27,01.
Hanya saja persaingan di nilai 27,01 sampai 28,00 ini akan sangat ketat. Sebab ada 904 siswa yang memegang nilai antara rentang tersebut.

SEMENTARA itu, tahun ini SDN Kauman I boleh berbangga. Sebab salah satu siswanya berhasil menduduki peringkat tiga Jawa Timur dan ditetapkan sebagai peringkat satu Kota Malang.
Dialah Sada Andriana Yuwono. Putri mantan pemain dan asisten pelatih Arema, Agus Yuwono ini, meraih NUN 29,35. Dengan rincian untuk Bahasa Indonesia 9,60, Matematika 10 dan IPA 9,75.

Ditemui di sekolahnya kemarin, Sada tampak terkejut dengan kabar yang dibawa Malang Post. Bahkan sampai-sampai gadis kecil kelahiran 29 Maret 1996 ini tak tahan untuk tidak meneteskan air mata.
‘’Gak nyangka, Mbak. Apa benar aku bisa meriah nilai tertinggi. Padahal sahabat-sahabat ku di kelas lebih pintar dari aku. Gak nyangka bisa dapat kayak gini,’’ ungkapnya sambil menutup muka dengan kedua tangannya.

Sehari-hari di kelas, gadis yang memiliki cita-cita menjadi penyanyi ini sebenarnya tergolong biasa. Hanya saja ia berada di kelas unggulan di SD favorit itu, yaitu kelas 6A.

layanan hosting indonesia

Diakui Sada, soal UASBN baginya tidak terlalu sulit. Jika dibandingkan dengan ujian sekolah masih jauh lebih sulit ujian sekolah. Bahkan soal UASBN menurutnya lebih mudah dibandingkan try out yang dilakukan di Kota Malang.

‘’Yang menurutku cukup mudah itu soal Matematika. Aku bisa cepat menyelesaikannya dan cukup yakin dengan nilainya,’’ ungkapnya.

Sementara itu wali kelas 6A, Sochmad Tarmudji menuturkan persiapan sekolah untuk UASBN memang cukup matang. Mulai dari tambahan jam pelajaran, try out dan juga kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar.

Soal prestasi yang diraih Sada menurutnya meski cukup mengejutkan namun diakuinya Sada pantas mendapatkannya. Sebab di kelas, Sada termasuk siswa yang aktif. Ia tidak pernah malu bertanya jika ada pelajaran yang tidak atau belum dimengertinya.

‘’Walaupun guru sedang menerangkan kalau dia tidak mengerti pasti langsung tunjuk jari. Dan berterus terang kalau paparan materi dari guru belum dipahaminya. Itulah yang menarik dari Sada,’’ ungkapnya.
Sementara Kepala SDN Kauman I Drs Dasuki MM menuturkan sekolah akan mempersiapkan reward khusus untuk Sada. Sebab ia sudah membawa nama harum bagi sekolah di tingkatan Jawa Timur. (oci/avi) (Rosida/malangpost)