wali murid resah menerima pengmuman kelulusan

Angka kelulusan siswa SMP dan MTS di Malang Raya, benar-benar mencengangkan. Dari total 35.229 siswa yang ikut dalam ujian nasional (UN), ada 3.206 siswa tidak lulus.
Perinciannya, untuk Kota Malang, dari total peserta 11.642 siswa, ada 1.256 siswa yang tidak lulus. Di Kabupaten Malang, total 21.426 siswa, yang tidak lulus 1.798. Sementara di Kota Baru, ada 152 dari 2161 siswa yang tidak lulus.

Banyaknya siswa yang tidak lulus tersebut, semakin memperkuat indikasi kacaunya pengumuman kelulusan. Karena Dinas Pendidikan, sampai harus menunda beberapa kali pengumuman kelulusan.
Awalnya kelulusan diumumkan pada 21 Juni, tapi kemudian mundur menjadi 24 Juni. Namun akhirnya, pengumuman kembali dilakukan pada Sabtu kemarin, bersamaan dengan pengumuman kelulusan SD.
Tragisnya, untuk Kota Malang yang dikenal sebagai kota Pendidikan Internasional, angka kelulusannya cukup tinggi. Angka ketidaklulusan SMP, sebesar 1.053 siswa atau 10,01 persen dari total peserta UN SMP sebanyak 10.515.

Sementara untuk MTS, prosentase ketidaklulusannya mencapai 18 persen dari total peserta 1.127 ada 203 yang tidak lulus. Angka ketidaklulusan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 8,8 persen.
Bahkan satu sekolah rintisan bertaraf internasional (RSBI) yaitu SMPN 5 Malang, tahun ini harus rela menyisakan satu siswanya tidak lulus UN.

‘’Memang ada satu siswa kami yang tahun ini tidak lulus UN. Rata-ratanya hanya 18 koma saja. Dan kami akui keseharian yang bersangkutan memang kurang. Nilai Ujian Pengendali Mutu (UPM) SD buktinya memang tidak bisa menjadi jaminan,’’ ungkap Kepala SMPN 5 Malang, Drs Hadi Hariyanto MPd saat dikonfirmasi Malang Post di sekolahnya kemarin.

Yang lebih dramatis lagi adalah angka ketidaklulusan yang ada di sekolah-sekolah negeri yang cukup tinggi. Diantaranya di SMPN 7 dengan jumlah siswa tidak lulus mencapai 33 siswa, dan di SMPN 17 Malang dengan jumlah 51 siswa tidak lulus. Sementara itu hanya ada enam SMPN yang mampu meluluskan siswanya 100 persen. Padahal tahun lalu ada delapan SMPN yang bisa berhasil meluluskan seratus persen.

Sayangnya saat dikonfirmasi mengenai angka ketidaklulusan ini Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr HM Shofwan enggan memberikan komentarnya. Bahkan Disdik terkesan menutupi hasil perolehan siswanya dalam UN tahun ini.

‘’Maaf, belum bisa kami beritahukan berapa kelulusan SMP. Nanti saja setelah jam 12 siang ya, begitu pesan dari dinas,’’ ungkap Kepala SMPN 1 Malang Drs Burhanudin M.Pd ketika dihubungi Malang Post kemarin pagi.

Di Kabupaten Malang, angka kelulusan juga menurun. Yakni mencapai 91,14 persen di tingkat SMP. Berarti dari 21.426 peserta ujian negara, ada 19.528 siswa yang lulus.
Angka ini meningkat dibandingkan UN tahun 2006 yang hanya 87,10 persen, akan tetapi menurun bila diperbandingkan dengan UN 2007 yang mencapai angka kelulusan 93,12 persen atau 20.108 siswa dari 21.593 perserta ujian.

‘’UN tahun 2008 ini, angka ketidaklulusan terbanyak di SMP Terbuka mencapai 60,73 persen atau 183 dari 466 peserta. Ini bisa dimaklumi, sebab siswa di SMP Terbuka hanya berlajar dua kali seminggu. Itu pun mereka sambil kerja atau tanpa kelengkapan modul pengajaran,’’ jelas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Drs Suwandi.

Dikatakan, siswa yang tidak lulus sebanyak 1.798 atau 8,39 persen dengan rincian dari total 64 sekolah SMP Negeri tidak lulus 254 atau 2,3 persen, 192 sekolah SMP Swasta tak lulus 1.361 atau 13,5 persen, dan di 27 sekolah SMP Terbuka tidak lulus sebanyak 183 atau 60,73 persen.
Suwandi meminta, masyarakat jangan hanya melihat dari sisi prosentase kegagalannya saja. Tapi lebih kepada peningkatan mutu kelulusannya.

Di Kota Batu, tingkat kelulusan justru menurun dari tahun sebelumnya. Tahun ini, siswa yang lulus mencapai 92 persen lebih. Dari 2.161 siswa SMP yang mengikuti ujian nasional, 152 siswa dinyatakan tidak lulus.

Tahun lalu, jumlah siswa SMP yang tidak lulus mencapai 97 siswa dari 2240 siswa yang mengikuti UN atau prosentase kelulusannya mencapai 95 persen lebih.

‘’Tapi hasil ini cukup memprihatinkan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus melakukan evaluasi total terhadap hasil UN tahun ini. Tidak hanya di daerah, evaluasi secara total juga harus dilakukan Depdiknas terhadap sistem yang digunakan dalam UN,’’ kata Sekretaris Komisi C DPRD Kota Batu, Hariono.
Dari 21 sekolah SMP di Kota Batu hanya empat sekolah yang berhasil meluluskan siswanya 100 persen antara lain, SMPN 1 Batu.

Sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Batu, Mistin MPd enggan berkomentar terhadap hasil kelulusan yang diraih pelajar Kota Batu tahun ini. Saat dikonfirmasi hal ini di Balaikota, Mistin memilih meninggalkan wartawan dan pergi dengan mobilnya. (oci/nov/aim/aim)
(rosida/malangpost)