Masuk SMA Favorit, Siapkan NUN Minimal 36

Prediksi passing grade untuk menembus sekolah-sekolah negeri di Kota Malang rupanya masih sulit ditebak. Pasalnya hingga kemarin, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang belum memetakan rentang nilai hasil Ujian Nasional (UN) yang diperoleh siswa di Malang tahun ini.

Hanya saja, jika mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, nilai rata-rata minimal yang bisa diterima di sekolah negeri adalah diatas 8. Atau minimal NUN siswa sebesar 32,00.

Nilai 32,00 ini juga yang menjadi acuan penerimaan siswa melalui jalur tes. Namun nilai ini akan sulit menembus SMA Favorit yaitu SMAN 1, SMAN 3 dan SMAN 5 Malang.

Tahun lalu saja, passing grade terendahnya minimal per mata pelajaran sembilan. Atau tahun ini, passing grade terendah masuk SMA Favorit adalah 36 koma. Prediksi ini sama dengan passing grade terendah di SMA tugu pada 2007 lalu yang nilainya 28 koma.

‘’Masyarakat harus jeli dalam mendaftarkan anaknya. Karena animo masyarakat setiap tahun berbeda. Tahun lalu saja, di SMAN 1 passing grade nya 28 koma atau rata-rata per mata pelajaran nilainya 9. Tahun ini bisa jadi sama atau lebih tinggi,” ungkap Kepala SMAN 1 Malang Drs HM Shulton M.Pd.
Sementara itu Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Malang Drs Sugiharto menuturkan, persaingan masuk SMA negeri favorit tahun ini akan semakin ketat.

Apalagi jika pengurangan pagu siswa baru jadi diterapkan. Belum dikurangi kuota 10 persen untuk luar kota. Nilai-nilai tinggi antara 36,00 hingga 38,00 diprediksi akan menyerbu SMA negeri.

‘’Sayangnya sampai hari ini (kemarin, Red.) kami belum bisa memetakan nilai hasil UN SMP. Hanya saja untuk menembus SMPN di Kota Malang dibutuhkan nilai minimal rata-rata paling tidak diatas 7. Atau minimal 28,00. Atau persaingan di SMA Favorit akan didominasi nilai tinggi antara 36,00 sampai 38,00,’’ ungkapnya.

Sementara itu, kebijakan pembatasan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) sepertinya tidak bisa ditawar lagi. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo di Malang kemarin menegaskan bahwa kebijakan pembatasan itu semata atas dasar kualitas. Kalaupun akhirnya berdampak pada daya tampung yang makin menyusut, maka solusinya adalah penambahan ruang kelas baru (RKB).

“Daripada membuka sekolah baru, jauh lebih efektif dengan menambah RKB di sekolah lama. Jadi semua siswa tetap bisa ditampung di sekolah,” ungkapnya.

Padahal Kota Malang saat ini, rata-rata rombelnya masih diatas batas idela yang ditetapkan pemerintah. Yaitu untuk SSN sebanyak 32 siswa per kelas. Di Malang satu kelas SSN diisi antara 36-40 siswa.

Menyikapinya Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr HM Shofwan menuturkan jika batasan ideal rombel diterapkan di Kota Malang, maka solusinya adalah dengan menambah RKB di sekolah-sekolah. RKB ini bisa ditambah dengan memanfaatkan dana blockgrant dari pemerintah.

“Tentunya saat ini harus dipetakan dulu berapa sebenarnya wajib belajar (Wajar) yang harus ditampung. Baru kemudian pagu bisa ditentukan. Yang terpenting Wajar bisa tuntas,” ungkapnya.

Selain penambahan RKB, menurut pria yang menyelesaikan program Doktor di Universitas Merdeka (Unmer) Malang ini menawarkan alternatif model shift untuk siswa. Sehingga sebagian siswa ditampung di kelas pagi dan sisanya di kelas siang. Model seperti ini di Malang sudah dilakukan oleh SMKN 4.

Soal adanya pengurangan pagu sekolah ini, Shofwan menegaskan saat ini Kota Malang sedang mengusulkan toleransi untuk pemerintah pusat. Harapannya pagu tahun ini minimal sama dengan tahun lalu untuk sekolah SMP dan SMA. Sedangkan untuk SMK diharapkan terus memperbanyak siswa barunya sebagai komitmen Malang sebagai kota vokasi.

Sementara itu solusi penambahan rombel ini sepertinya sulit direalisasikan di komplek SMA Tugu. Seperti diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Malang Tri Suharno. Menurutnya lahan sekolah sudah sangat sempit sehingga tidak mungkin ada penambahan lagi.
“Kalau memang pagu nanti akhirnya dibatasi, terpaksa jumlah siswa baru yang diterima juga berkurang. Sebab di SMAN 3 sudah tidak mungkin dilakukan perluasan lagi,” ungkapnya.

Senada Kepala SMAN 1 Malang Drs HM Shulton M.Pd menuturkan lahan SMAN 1 juga sudah sangat sempit. Saat ini saja baru dibangun beberapa ruang untuk kebutuhan laboratorium. Sementara untuk penambahan ruang kelas tidak mungkin dilakukan karena keterbatasan lahan. (oci/avi) (Rosida/malangpost)

About these ads

1 Komentar

Filed under Malang, Pendidikan

One response to “Masuk SMA Favorit, Siapkan NUN Minimal 36

  1. widji tri widjaja

    ass.wr.wb
    mohon ijin bapak /ibu sebaiknya penerimaan siswa siswi tidak ditentukan oleh nilai yang rata2 9 karena jangan percaya dengan kwantitas / penampilan dalam arti belum tentu siswa siswi yg nilai rat2 nya di bawah 9 belum tentu lebih bodoh daripada yang nilainya rata 9 , berilah kesempatan ……jangan mentang2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s