Pemerintah telah memutuskan bakal menaikkan harga LPG per 1 Juli, hari ini. Hanya saja, pihak Pertamina Malang, masih menunggu keputusan tertulis dari pusat.

Hal itu dikatakan External Relation Pertamina Region V, Heri Prasetyo dihubungi Malang Post, kemarin. Menurut Heri, kemarin Coorporate Pertamina (Pertamina Pusat) di Jakarta tengah membahas kenaikan harga LPG. Sehingga, dikatakan Heri, Pertamina Region V belum mendapat input data mengenai kenaikan harga tersebut.

Heri belum bisa mengatakan prosentase kenaikan harga LPG ataupun ukuran tabung LPG yang bakal dikenai kenaikan. Yang jelas, imbuh dia, data riil baru disampaikan Jakarta bila pembahasan sudah final. Bisa dikatakan, saat ini pihaknya tidak bisa memastikan apakah harga LPG naik atau tidak.

‘’Sedang dibahas, sampai saat ini (kemarin, Red.) saya belum menerima input data dari Jakarta. Kalau sudah ada data, baru saya bisa menjelaskan LPG ukuran apa saja yang bakal naik,’’ tegasnya.

Heri mengatakan, tabung gas produksi Pertamina meliputi ukuran 3 kg, 12 kg, 50 kg dan skid tank ukuran 1 ton hingga 50 ton. Dia mengaku tidak bisa memperkirakan tabung LPG ukuran mana yang bakal mengalami kenaikan harga.

Sementara secara terpisah, Sales Representatif Rayon III gas domestik Region IV, Usman Lekki memperkirakan kenaikan terjadi pada tabung 12 kg sampai 17,6 persen.

‘’Kira-kira pada tabung 12 kg, karena prosedur kenaikan harga untuk tabung 3 kg hanya bisa dilakukan pemerintah. Pertamina tidak bisa memutuskan kenaikan untuk ukuran itu sendiri,’’ tegas Lekki.

Lekki juga mengaku belum mendapat input dari otoritas diatasnya tentang kenaikan harga tersebut. Sementara Malang Post yang mencoba menghubungi Kepala Divisi Humas PT Pertamina Wisnuntoro juga tidak mendapatkan hasil. Ponsel pimpinan tertinggi Humas Pertamina seluruh Indonesia tersebut nadanya masih sibuk.

Sementara itu, mendengar adanya kenaikan harga LPG, warga langsung mengeluh. Laila, warga Celaket mengatakan, kini harga tabung LPG baru ukuran 3 Kg sudah menembus harga Rp 159 ribu. Padahal sebelumnya dia hanya membeli tabung seharga Rp 154 ribu.

‘’Saya tidak tahu kenapa harga tabung jadi naik. Alasan kenaikannya belum jelas, tahunya ya saat membeli tabung LPG ukuran 3 kg,’’ kata ibu dua orang putra ini.

Terpisah Ketua Hiswana Migas Teuku Rizal Pahlevi mengaku belum mendapat pengumuman resmi dari Pertamina. Menurut dia rencana kenaikan harga LPG tersebut berlaku pada tabung 12 kg yang menyedot subsidi sebesar Rp 4 triliyun. Rizal menyatakan, sejak awal tahun 2008 Pertamina telah berencana menaikkan harga.

‘’Rencana kenaikan harga ini hendak dilakukan pada awal tahun 2008 lalu namun rupanya pemerintah lebih dulu menaikkan BBM. Sehingga Pertamina terpaksa menunda. Yang jelas saat ini masih Rp 55 ribu, tapi tidak tahu kalau per pukul 00.00 nanti keluar putusan resmi kenaikan,’’ ujar Rizal dihubungi Malang Post. (ary/van/avi) (Ary Wicaksono/malangpost)