Desa Kalisongo Kecamatan Dau menjadi wakil Kabupaten Malang dalam lomba desa tingkat provinsi Jawa Timur. Desa itu masuk delapan besar setelah berhasil menyisihkan puluhan desa dari Kota Kabupaten lain di Jawa Timur. Kemarin, tim penilai Badan Pengembangan Desa Provinsi turun ke desa itu untuk menguji delapan indikator penilaian.
Delapan indikator yang bakal dinilai diantaranya bidang pendidikan, partisipasi masyarakat, kesehatan, ekonomi dan budaya. Menurut Ketua Tim Penilai Lomba desa H. Jarianto, desa Kalisongo bersaing dengan tujuh desa/kelurahan, terdiri dari tiga desa dan empat kelurahan. Dikatakannya, Kabupaten Malang merupakan lokasi penilaian terakhir.
“Malang merupakan desa terakhir yang kami nilai, sebelumnya kami telah melakukan penilaian di tiga Kelurahan yakni Surabaya, Madiun dan Gresik, serta tiga desa di Kabupaten Nganjuk, Pacitan dan terakhir Malang,” ujarnya.
Menurut Jarianto, pihaknya bakal menguji kelengkapan infrastruktur dan suprastuktur desa Kalisongo dengan melihat setiap indikator. Misalnya pada indikator pertisipasi masyarakat, maka tim penilai akan melihat kegiatan yang melibatkan masyarakat umum. Diantaranya seperti apa keterlibatan masyarakat desa pada Kamtibmas, contohnya Ronda.
“Sementara ini masih merata, belum nampak desa atau kelurahan yang benar-benar menonjol. Yang jelas lomba desa ini digelar untuk membentuk desa swasembada yang tidak bergantung pada wilayah yang lain,” ujar pria yang juga Wakil BPM Provinsi Jawa Timur itu kepada Malang Post.
Sementara itu kedatangan tim penilai di desa Kalisongo disambut dengan antusias oleh ratusan warga. Ratusan warga berkumpul di lapangan desa setempat untuk melihat berbagai hiburan dan pameran produk PKK dan UKM. Diantaranya atraksi kuda lumping yang dimainkan puluhan bocah cilik, serta atraksi Leang-leong atau tarian ular Naga.
“Sebelum masuk ke delapan besar, Desa Kalisongo telah melalui penilaian admnistrasi selama dua tahun bersaing dengan desa atau kelurahan Kota Kabupaten se-Jawa Timur. Harapannya kami bisa juara,” ujar Kepala BPM kabupaten Malang Soeprihadiono.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)