Penyelesaian kasus Stimmindo masih berlarut-larut. Setelah kemarin Ketua Stimmindo Karmani Sulaiman tidak menghadiri pertemuan yang difasilitasi Komisi D DPRD Kota Malang, pekan depan Komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat dan pendidikan ini akan memanggil lagi Karmani.

Mestinya pertemuan yang difasilitasi Komisi D itu untuk membicarakan penyelesaian nasib 600-an mahasiswa Stimmindo. Tapi, karena Karmani tidak hadir, belum ditemukan solusinya.

Padahal dewan sudah menghadirkan berbagai pihak untuk membicarakan solusinya. Berbagai pihak yang hadir diantaranya, perwakilan mahasiswa, perwakilan wali mahasiswa, kuasa hukum mahasiswa, Diknas, Kesbanglinmas dan Polresta Malang.

“Semestinya, pertemuan hari ini untuk mendengar Ketua Stimmindo tentang persoalan dan penyelesaiannya. Tapi, yang bersangkutan tidak hadir sehingga dilanjutkan pada 8 Juli, pekan depan,” jelas Ketua Komisi D, H Anang Sulistyono SH MH, kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya masih memberi satu kali kesempatan kepada Karmani untuk hadir di dewan. Karena itu, dia berharap Karmani bisa hadir untuk memberi penjelasan.

Sekalipun pertemuan tidak dihadiri Karmani, ratusan mahasiswa Stimmindo menggelar unjuk rasa di gedung dewan. Mereka ingin mengawal jalannya pertemuan tersebut.

Juru bicara aksi mahasiswa, Daniel Fetra mengatakan, mahasiswa Stimmindo telah dirugikan karena janji Karmani. Disaat awal penerimaan mahasiswa, dia menjanjikan adanya ikatan dinas bagi mahasiswa. Ternyata jangankan ikatan dinas, status perguruan tingginya saja tidak jelas.

Mahasiswa lainnya yang mengadu kemarin juga mempertanyakan mengapa dengan status yang tidak jelas, Stimmindo bisa bertahan hingga empat tahun. Selama ini, banyak mahasiswa yang mengalami kerugian hingga Rp 30 juta. Ini sudah termasuk biaya hidup selama kuliah.

Siska Sayekti, salah seorang perwakilan wali mahasiswa mengatakan, mahasiswa memilih kuliah di Stimmindo karena promosinya. Sementara kenyataannya tidak seperti yang dipromosikan. (van/udi) (Vandri Van battu/malangpost)