Di kawasan wisata Jatim Park misalnya, wisatawan membanjiri arena bermain air dan wahana-wahana lainnya, termasuk wahana belajar yang ada di galeri science. Mereka menikmati masa liburan sekolah bersama keluarga dan teman-teman terdekatnya sambil menikmati indahnya pemandangan alam di Kota Batu. “Objek wisata ramai dikunjungi wisatawan. Mereka memanfaatkan liburan sekolah untuk berekreasi ke Kota Batu,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Heru Soeprapto kepada Malang Post, kemarin.
Libur sekolah pada Juli ini, lanjutnya, juga meningkatkan tingkat hunian hotel dan tempat penginapan di Kota Batu. Saat liburan ini okupansi hotel mencapai 80 persen dari hari biasanya. Kondisi tersebut sempat terbalik pada Juni lalu, tingkat hunian hotel merosot jauh. Banyak masyarakat yang menahan waktu liburannya hingga memasuki liburan sekolah.
Meski meningkat hingga 80 persen, kenaikan ini masih lebih tinggi tahun sebelumnya pada saat yang sama. Harga BBM belum naik tinggi dan daya beli masyarakat masih cukup tinggi. Kenaikan harga BBM beberapa waktu membuat daya beli masyarakat semakin menurun.
“Untuk lebih meningkatkan lagi, Pemkot Batu dan masyarakat dapat menggelar event wisata yang dapat mendatangkan wisata ke Kota Batu, agar wisatawan mendapatkan pilihan wisata yang beragam,” ungkapnya.
Ditambahkan, kenaikan wisatawan yang datang ke hotel dan objek wisata berbeda. Kebanyakan, wisatawan yang datang ke obyek wisata hanya menghabiskan waktunya di wisata satu hari penuh dan kembali ke rumahnya. Sedangkan, wisatawan yang datang ke wisata dan menginap di hotel jumlahnya tidak banyak seperti yang berkunjung ke obyek wisata. “Kami berharap mereka berekreasi ke wisata dan menginap di hotel-hotel yang ada di Kota Batu,” tuturnya. (aim/udi)
(Muhaimin/malangpost)

7 Juli 2008 at 04:59
[...] pengalaman dinas pas musim liburan kemaren, jadi pengen ngasih “travel warning” buwat yg berniyat dolan-dolan di [...]