Seluruh operator telekomunikasi di Indonesia yang menggunakan teknologi code division multiple access (CDMA) telah mengadopsi ponsel yang dilengkapi parameter data. Sementara itu, inisiatif open handset market (OMH) dinilai akan meningkatkan penetrasi layanan.

Harry K Nugraha, Senior Director Qualcomm Indonesia, menuturkan inisiatif OMH yang di antaranya memasukkan parameter data ke ponsel CDMA pada gilirannya mendorong keterjangkauan. “Harganya menjadi lebih murah dan akan meningkatkan volume. Namun sebagian operator kemungkinan masih mempertahankan subsidi,” ujarnya.

Menurut Harry, perhatian operator CDMA saat ini ada pada penurunan harga meskipun menghadapi kompetisi yang ketat. “Dimensinya banyak, tidak sekadar turun harga tetapi juga kompetisi sehingga industri juga harus memilah-milah segmentasi,” katanya.

Dia memaparkan seluruh operator CDMA di Indonesia akan mengadopsi ponsel OMH dengan parameter data meskipun tren dalam beberapa tahun ke depan mayoritas masih mengandalkan pangsa suara. “Mayoritas masih akan main di suara dan sekarang mereka kuat-kuatan bersaing dalam satu tahun-dua tahun ke depan,” ujarnya sambil mengingatkan bahwa konten tetap menjadi penggerak utama.

Menurut Harry, semua operator layanan CDMA2000 yang ada di Indonesia akan mengadopsi ponsel OMH yang sebelumnya tidak memasukkan parameter data. “Dengan demikian satu handset bisa dipakai untuk semua jaringan operator CDMA,” tegas Harry.

Produk operator CDMA2000 di Indonesia di antaranya Flexi (Telkom), StarOne (Indosat), Smart Telecom, Fren (Mobile-8 Telecom), Esia (Bakrie Telecom) dan Ceria (Sampoerna Telekomunikasi Indonesia atau STI).

Uji coba

Ponsel OMH telah berhasil diuji coba PT Bakrie Telecom Tbk dan PT Mobile-8 Telecom Tbk di mana inisiatif itu memungkinkan pemindahan informasi dan konfigurasi operator beserta informasi pelanggan yang spesifik dari onboard memory handset CDMA ke removable user identity module (RUIM) generasi mendatang.

Prototipe ponsel yang dikembangkan oleh Huawei dan ZTE itu di antaranya memungkinkan handset berfungsi sebagai perangkat terbuka untuk aplikasi paket data apa pun yang tersedia dalam RUIM dan jaringan CDMA apa pun. Hal itu karena seluruh pengguna, jaringan dan layanan konfigurasi data disimpan dalam kartu yang dapat dipindahkan.

Venkat S. Narayanaiah, Director Business Development Devices CDMA Global Solutions, memaparkan solusi chipset yang murah dan skala ekonomi dari pasar yang berkembang akan mendorong penurunan harga perangkat CDMA secara global.

“Beragam solusi chipset menjadi bukti begitu kuatnya ekosistem CDMA. Penetapan harga pada perangkat CDMA (yang murah) akan memengaruhi harga ponsel GSM tahun ini,” terang dia. Dalam peta jalan produk handset CDMA murah 2008/2009, Narayanaiah memaparkan inisiatif di pasar dunia mencakup ketersediaan ponsel sangat murah atau ultra low cost handset 850 MHz di bawah USD 20 dan tersedianya data card EV-DO Rev. A 850 MHz dengan harga di bawah USD 50 untuk pasar yang berkembang. (sh/mar) (Marga N/malangpost)