Mendongeng, biasanya seringkali dilakukan oleh para ibu untuk meninabobokkan anaknya. Tapi kemarin, anak-anak usia SD dan SMP justru yang mendongeng. Lomba mendongeng ini digelar oleh Departemen Pendidikan Nasional yang seleksinya dilakukan di enam propinsi. Salah satunya di Malang Jawa Timur.
Melihat dan mendengar bocah-bocah yang seharusnya masih didongengi, tapi justru sudah mendongeng, rasanya sangat membanggakan. Apalagi, beberapa cerita yang dibawakan pun cukup menarik.
Seperti cerita Si Bego. Dimana ada seorang ibu yang saat kecil memanggil anaknya dengan nama Bego. Nama itu menjadi nama panggilan hingga besar.
Banyak kisah menarik dan lucu yang dialami si Bego hingga akhirnya tewas karena kebodohannya. Selain itu ada juga cerita Si Kancil yang cerdik. Cerita ini cukup populer di kalangan anak-anak. Karena itupula Healza Kurnia peserta dari SMPN 6 Malang memilihnya.
‘’Saya tertarik dengan kecerdikan Kancil, dan saya bisa mengambil hikmahnya bahwa orang pintar tidak akan mudah dibohongi,’’ ungkapnya.
Untuk mendongeng si kancil ini, Healza juga menyiapkan beberapa peralatan pendukung. Seperti kurungan ayam, pistol, boneka kelinci dan juga boneka buaya. Sehingga saat bercerita ia sekaligus bisa memperagakannya.
Menariknya meski mayoritas persiapan peserta hanya satu minggu saja, namun mereka tampak sangat baik membawakan cerita. Rupanya selain karena berlatih, anak-anak yang dipilih sebagai wakil sekolah dan juga telah diseleksi di tiap kecamatan ini adalah penggemar cerita rakyat.
Seperti dituturkan Laksmithasari, peserta dari SMPN 1 Malang. Mitha mengaku sangat menyukai cerita rakyat. Sebab ada banyak pelajaran yang bisa didapatkannya dari cerita itu.
‘’Kebetulan di rumah saya punya banyak adik kecil, ada anak-anak dari saudara yang suka ngumpul di rumah. Dan saya yang paling rajin mendongengi mereka,’’ ungkapnya sembari tersenyum manis.
Peserta dari tingkatan SD juga tidak kalah hebatnya. Bahkan ada perwakilan dari MIJenderal Sudirman yang sengaja memakai baju Minangkabau saat membacakan dongeng Malinkundang. Dengan penuh ekspresi bocah kecil itu pun memperagakan setiap adegan dialog yang ada.
Lomba mendongeng ini digelar selama dua hari hingga hari ini. Di hari pertama peserta bebas menentukan cerita yang dibacakannya. Namun di hari ke dua hari ini, cerita yang akan dibacakan harus melalui pengundian.
Sementara itu Anggota Tim Panitia Lomba Mendongeng Depdiknas Jakarta Agus Suharyanto menuturkan, tahun ini ada enam propinsi yang dipilih untuk mengikuti lomba di tingkat nasional. Untuk Jatim yang dipilih adalah Kota Malang.
Di masing-masing propinsi akan diambil pemenang pertama untuk tiap jenjang yaitu SD dan SMP. Pemenang juara satu itulah yang akan diikutkan dalam final mendongeng yang akan digelar di Bandung 21-23 Juli nanti.
‘’Tahun ini seharusnya ada 16 propinsi yang diikutkan lomba. Yaitu 16 propinsi yang pada tahun sebelumnya belum mendapatkan gilirna lomba. Tapi karena keterbatasan anggaran dari pusat, sehingga diikutkan enam propinsi saja,’’ ungkapnya.
Pada hari kemarin, secara serentak lomba juga digelar di Makasar dan Bengkulu. Dari lomba membaca dongeng ini, kata dia diharapkan budaya membaca di kalangan pelajar meningkat.
Dalam rangka membangun manusia Indonesia yang cerdas dan berkualitas. Termasuk agar siswa lebih mengenal macam cerita rakyat dari berbagai daerah di negeri ini. Dan akhirnya bisa memicu siswa untuk menulis karya sastra yang mengandung pesan moral yang tinggi seperti pada cerita rakyat yang pernah ada. (lailatul rosida/malangpost)