Pelaksanaan MOS di SMPN2 Batu masih terapkan cara kuno

Pelaksanaan MOS di SMPN2 Batu masih terapkan cara kuno

Sekolah-sekolah di Kota Batu masih menggunakan cara kuno dalam pelaksanaan masa orientasi sekolah (MOS) SMP dan SMA yang digelar hari ini. MOS masih diwarnai tugas-tugas yang jauh dari unsur pendidikan, misalnya harus mengenakan aksesori yang aneh-aneh dan membawa produk dengan merek tertentu.

Di SMPN 2 Batu, peserta MOS harus mengenakan pakaian merah putih dengan membawa tas dari karung, membawa roti rasa tertentu dan air mineral yang dikalungkan di leher. Di dada dan punggung diberi papan nama dengan warna sesuai kelompoknya masing-masing. Bahkan, mereka juga diwajibkan membawa lima permen Kiss yang berwarna merah dan wajib mengenakan tali rapia sebagai tali sepatu.
“Waduh, bagaimana mencarinya peralatan yang sudah ditentukan itu,” keluh salah seorang peserta sambil berlalu di halaman SMPN 2 Batu, kemarin.

Semua aksesori harus dipakai sejak masuk sekolah jam 06.30 WIB sebelum dilaksanakan upacara pembukaan MOS. Meski demikian, peserta diberikan hak memberikan sanksi kepada panitia yang tidak melaksanakan aturan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Tidak hanya peserta yang bisa mendapatkan sanksi, panitia juga bisa.

“Semuanya untuk melatih kedisplinan peserta dan juga panitia. Melatih kedisplinan salah satu dari tujuan dilaksanakannya MOS,” kata M. Zuhri, staf kesiswaan SMPN 2 Batu kepada Malang Post, saat digelar pra MOS kemarin.

Disinggung kewajiban peserta membawa permen produk tertentu, menurutnya hal itu sebagai tantangan bagi peserta untuk memenuhi kewajibannya agar bertanggung jawab dengan tugasnya.

Dari pantauan Malang Post, di sekitar sekolah ada spanduk ucapan selamat melaksanakan MOS dari produk permen Kiss yang terpampang di depan halaman sekolah. “Oh, tidak ada kaitannya dengan spanduk itu. Permen itu bukan untuk panitia tapi untuk peserta sendiri, ” ungkapnya.

Ditambahkan, inti MOS selain untuk melatih dan membangun kedisplinan siswa, juga untuk mengenalkan lingkungan SMPN 2 kepada mereka, sekaligus mendorong semangat belajar mereka nantinya selama sekolah di SMPN 2 Batu. (aim) (Muhaimin/malangpost)