MOS hari terakhir di SMKN 7 masing-masing peserta membawa balon udara yang diikatkan di tas kreseknya.

MOS hari terakhir di SMKN 7 masing-masing peserta membawa balon udara yang diikatkan di tas kreseknya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dr HM Shofwan mengaku sedikit kecewa dengan pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) tahun ini. Sebab jauh-jauh hari, dia mengharapkan agar pelaksanaan MOS tidak berbau perploncoan dan lebih mengedepankan edukatif. Namun faktanya, plonco tidak bisa dihindari.

“Tahun ini target MOS sedikit melenceng dari konsep awal. Masih ditemukan pelanggaran-pelanggaran dengan hal-hal yang berbau plonco. Harapannya, tahun depan, MOS benar-benar bersih dari perploncoan,” ungkap Shofwan kepada Malang Post, kemarin.

Beberapa pelanggaran yang terekam Malang Post diantaranya terjadi di SMKN 8 Malang, siswa ditugaskan membawa pizza untuk makan siang. Di SMAN 1 Malang siswa ditugaskan membawa permen coki-coki coklat strawberi sejumlah tangga naik ke lantai dua dibagi dengan lapangan bola voli, di SMKN 2 Malang bahkan siswa diminta untuk membawa buku dengan gambar salah satu calon wali kota Malang. Dan hari terakhir kemarin, rata-rata siswa diminta membawa surat cinta dan juga bunga untuk diberikan kepada seniornya.

Pantauan Malang Post, hari terakhir MOS kemarin, ditutup dengan outbond. Seperti di SMKN 7 Malang memilih outbond di lapangan rektorat Universitas Brawijaya (UB) Malang. Peserta MOS masing-masing membawa balon udara yang diikatkan di tas kreseknya. Balon itu rencananya akan dilepaskan sebagai tanda berakhirnya MOS bagi siswa baru.

“Setelah dua hari MOS di sekolah, untuk hari terakhir kami melaksanakan MOS bertema outbond. Kebetulan ada kerja sama dengan EO dari UB sehingga outbond bisa dilaksanakan di lapangan UB,” ungkap Ketua MOS SMKN 7 Malang Wiwik Sriwiyani kepada Malang Post.

Sementara siswa SMAN 3 Malang memilih lokasi outbond di lapangan Rampal. Outbond itu dilaksanakan sekaligus untuk menguji kekompakan tim. Menurut Ketua Panitia MOS SMAN 3 Aidha Mardhatila, setiap peserta akan menampilkan yel-yel mereka. Dan untuk itu perlu adanya kekompakan dari anggota tim. Hanya saja, kalau di tempat lain MOS berahir kemarin, di SMAN 3 Malang MOS masih akan berlanjut hingga hari ini. Rencananya akan ada gelaran MOS Art yang akan diisi dengan tampilan dari siswa baru dan panitia OSIS. “Setiap ton (kelas dalam bahasa SMAN 3, red) akan menampilkan kreasinya. Jadi MOS masih akan berlangsung hingga Kamis,” tambahnya. (oci/udi/malangpost)