RKAS SMAN 3 Tahun Ini Sebesar Rp 4,2 M

SMAN 3 Malang sudah merampungkan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), yang dahulu disebut RAPBS. Untuk merealisasikan program satu tahun ini, dialokasikan total kebutuhan sekolah tahun ini mencapai Rp 4,2 miliar diluar gaji PNS yang mencapai Rp 1,8 miliar.

Jika ditarik rata-rata, maka per siswa baru akan dibebani biaya sumbangan Rp 5 juta untuk siswa jalur Mandiri dan Rp 2,5 miliar untuk siswa jalur online. “Rata-rata per siswa akan dibebankan sejumlah itu. Namun, karena ada subsidi silang ada beberapa yang diharapkan bisa menyumbang lebih besar dari rata-rata itu,” kata Kepala SMAN 3 Malang Tri Suharno kepada Malang Post, kemarin.

Pria yang baru pulang menjalani Training of Trainers (TOT) di Inggris ini menuturkan, anggaran tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Sehingga per siswa beban sumbangannya relatif sama. Sesuai dengan SK Wali Kota 2007, SMAN 3 diperbolehkan memungut hingga maksimal Rp 5 juta untuk siswa yang diterima di jalur mandiri, dan Rp 2,5 juta untuk siswa jalur online. Hanya saja, karena ada beberapa orangtua siswa yang menyatakan tidak mampu, maka harus ada orangtua yang bersedia membayar lebih dari Rp 5 juta. “Untuk subsidi silang, maka diharapkan ada yang membayar di atas Rp 5juta, seperti tahun lalu ada yang bersedia membayar Rp 7,5 juta,” bebernya.

Tri merinci, kebutuhan terbesar untuk tahun ini pada peningkatan mutu pembelajaran yang alokasinya mencapai 21 persen, disusul peningkatan sarana sebesar 18 persen, kesiswaan 10 persen dan peningkatan SDM 6 persen.

Menurutnya, rincian kebutuhan dan program itu sebelumnya disusun melalui pleno bersama dengan dewan guru dan pertemuan dengan komite sekolah. Sedangkan dengan orangtua siswa baru akan dilakukan musyawarah, setelah ada isyarat dari Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang. “Yang ada dalam RKAS ini hanya usulan program dari sekolah, apakah sudah fix tergantung kebijakan kepala dinas, karena RKAS harus diverifikasi di Disdik lebih dulu untuk pengesahannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Dikmen Disdik Kota Malang Drs Sugiharto menuturkan penyusunan RKAS ini dilakukan sekolah untuk memetakan kebutuhan dan kemampuan siswa. Hanya saja, program yang sudah dibuat belum boleh dibebankan kepada orangtua karena belum ada payung hukum. “Tunggu Peraturan Wali Kota (Perwalkot)-nya. Rancangan program boleh, tapi belum boleh ada tarikan,” tegasnya.

Ia mengharapkan agar program yang dibuat sekolah tidak membebani siswa miskin. Karena itu, perlu dilakukan pemetaan secara wal baik melalui home visit. Sementara orangtua juga harus diberi kesempatan untuk mengikuti mekanisme keringanan yang bisa didapatkan di sekolah. Pengajuan ke sekolah bisa dilakukan dengan menyertakan kartu keluarga miskin (Gakin) atau surat keterangan dari RT/RW. “Kalau kepala sekolah tidak merespon, kami siap berperan untuk menjembataninya,” imbuhnya. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)

About these ads

1 Komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

One response to “RKAS SMAN 3 Tahun Ini Sebesar Rp 4,2 M

  1. fikri nazir

    salam pendidikan !
    mohon ma’af sebelumnya, bisa ga minta contoh salinan RKAS nya, soalnya pedoman penyusunan RKAS yang dimaksud masih kurang diberikan oleh dinas pendidikan daerah saya.
    trus.. bedanya dengan RAPBS apa ?
    terima kasih atas bantuannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s