Laporan 24 Pungutan Sekolah Masuk ke Kejari

24 jenis pungutan pendidikan kemarin dilaporkan anggota Malang Corruption Watch (MCW) ke Kejari. Pengaduan-pengaduan tersebut masing-masing seputar penarikan dana SPP, dana Sumbangan Biaya Pengembangan Pendidikan (SBPP), pungutan seragam, pungutan kegiatan ekstra kurikuler dan beberapa pungutan lain yang dilakukan sekolah-sekolah di wilayah Kota Malang.

Dari 24 jenis pungutan temuan MCW tersebut, paling banyak dilakukan oleh pihak SDN III Kauman Malang, yaitu tujuh laporan pungutan.

Masing-masing masalah biaya SPP Rp 25 ribu, yang memberatkan siswa, masalah dana SBPP mulai Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta, uang seragam dan buku Rp 246.500.

‘’Temuan ini memang tidak per sekolah, tapi per individu yang melaporkan. Seperti yang kami temukan di SDN III Kauman tersebut, ada tujuh wali murid yang sudah kami temui, dan semuanya merasa sangat keberatan,’’ kata Ziya Ulhaq kepada Malang Post kemarin.

Selain SDN III Kauman, sekolah lain yang didapat lebih dari satu pengaduan adalah SMKN 5 Malang tiga pengaduan, SDN II Blimbing dua pengaduan.

Sedangkan sekolah lainnnya, SMPN 14, SMAN 9, SMPN 16 Malang, SMKN 4, , SMPN 12 Malang, SMP Hasyim Ashari, SMUN 6 , SDN I Rampal Celaket, SMPN 5, SMPN 16, SDN II Mulyorejo, MTsN II Cemorokandang masing-masing hanya satu pengaduan.

Berkas laporan pengaduan biaya pungutan tersebut diberikan langsung kepada Kajari Kota Malang, Hermut Achmadi SH. Sayangnya, penyerahan berkas laporan pengaduan ini tidak bisa terlalu lama. Kemarin Kejari bertepatan sedang memperingati Hari Bhakti Adyaksa ke 48 dan HUT Adhyaksa Dharma Karini.

‘’Saya belum tahu apa isi laporan atau pengaduannya, tapi kami sangat merespon adanya hal ini tentunya, kami mempelajari dulu, dan mengumpulkan bahan (data) dan bukti (Pulbaket) lebih dulu,’’ kata Kajari.

Berkaitan dengan turunnya intruksi Kejagung terkait dengan dana pungutan pendidikan yang masuk dalam kategori tindak pidana korupsi, Kajari yang baru saja menyelesaikan pendidikan lanjutan pengembangan Kejaksaan inipun telah mengeluarkan surat perintah (Sprint) penyelidikan kepada para anggotanya.

Sementara itu Plh Kasi Intel Kejari Kota Malang Yudi Purnomo SH, kepada Malang Post mengatakan, pihaknya sudah berupaya jemput bola berkaitan dengan pengaduan ini.

‘’Beberapa waktu lalu, kami sudah melakukan klarifikasi berkaitan dengan pengaduan yang kami terima dari informasi masyarakat, namun belum ada yang terbukti,’’ kata Yudi sambil menyebut nama-nama sekolah yang sudah di klarifikasi masalah pungutan yaitu SDN Kasin I, SDN Sawojajar I, SMPN 11, SMKN 4, SMAN I.

Berkaitan dengan laporan pengaduan temuan MCW, Yudi yang diberikan mandat mempelajari lembaran laporan itupun tidak jauh berbeda dengan Kajari. Pihaknya akan lebih dulu mempelajari, sebelum melakukan pemanggilan saksi. (ira/avi)
(Ira Ravika/malangpost)

About these ads

1 Komentar

Filed under Berita, Malang, Pendidikan

One response to “Laporan 24 Pungutan Sekolah Masuk ke Kejari

  1. Berantas terus pungutan liar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s