Komunitas Gay di Malang Pasca Tertangkapnya Jagal Ryan

Mencuatnya kasus Ryan, yang dikenal sebagai Jagal Jombang di media massa, membawa dampak tersendiri terhadap komunitas gay di Kota Malang. Seperti apa efeknya terhadap perkumpulan gay di kota pendidikan ini?

Siapa orang yang tak kenal Verry Idam Henyansyah alias Ryan. Pria berusia 30 tahun, warga Tembelang Jombang, yang kasusnya santer diberitakan, lantaran keganasanya dalam membunuh para korbanya dan dikubur di rumahnya bahkan ada yang dimutilasi.

Dengan cepat orang tahu tentang Ryan dan keluarganya. Ryan hampir seperti artis yang popular di media. Bedanya, ia menempuh jalan untuk popular dengan ‘berkiprah’ didunia kriminal. Tak tanggung-tanggung, paling tidak 11 nyawa telah dihilangkan.

Bisa juga jumlah itu akan bertambah. Termasuk salah satu warga Malang, yang terbunuh tahun lalu namun kasusnya sampai sekarang belum terungkap.

Ryan yang memilih untuk menjalani hidup sebagai seorang gay, membawa dampak yang cukup signifikan terhadap komunitas gay. Termasuk komunitas gay Kota Malang.

Kaum gay Kota Malang, merasa terpojokkan dengan pemberitaan Ryan warga Jombang yang setiap hari menghiasi media massa, baik cetak maupun elektronik tersebut. Mereka mengaku, kasus Ryan mencoreng seluruh komunitas kaum gay di Kota Malang.

‘’Dulu, sebelum terungkap motif pembunuhan yang dilakukan Ryan, kita semua merasa sangat terganggu dengan pemberitaan tersebut. Efeknya ke kita sangat banyak,’’ ujar Ade, 24, mantan finance IGAMA (Ikatan Gay Malang) pada Malang Post.

Pria berperawakan kemayu tersebut menceritakan, kaum minoritas seperti dirinya, pasti kena getah dari hasil perbuatan Ryan. Karena, kata dia, kaum minoritas adalah kaum yang punya suara lebih sedikit di masyarakat.

‘’Ibarat pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga. Yach mungkin itu ungkapan yang cocok untuk menggambarkan situasi keberadaan kami di masyarakat Kota Malang saat ini,” tambah Ade.
Ade mengaku, meski komunitas ini sangat terganggu, namun tidak menjadi halangan kaum gay beraktifitas sehari-harinya. Mereka tetap berkumpul serta melakukan akftifitas bersama-sama.
Hal itu dilakukan, karena kaum gay – pada umumnya – akan merasa nyaman jika ia hidup di tengah orang-orang yang sama dengan dirinya.

‘’Kita malahan pas kumpul sekarang, sering bahas Ryan. Makanya kita juga prihatin tentang pemberitaan Ryan di media massa. Prihatin karena yang diekspos status gay-nya dan juga korbannya,’’ celetuk Ade.

Senada dengan Ade, Tomi salah satu anggota IGAMA lain mengaku, kasus Ryan, tidak berpengaruh terhadap aktifitas yang mereka lakukan setiap harinya. Kecuali pandangan orang-orang yang semakin sinis.

“Tapi kita tahu kok, masyarakat sekarang pandai dalam memilah-milah. Hal itulah yang menjadikan kami tidak terpengaruh dengan efek pemberitaan Ryan,’’ ujar Tomi.

Ia mengaku, meski kasus Ryan mencuat, dia mengaku tidak takut untuk bergaul dengan sesama gay. Termasuk dengan pasangan gay nya. ‘’Ngapain kita takut, toh itu semua ada yang ngatur, kok. Tapi tindakan preventif sih ada. Mungkin dengan kita lebih mawas diri dengan orang lain, supaya hal ini tidak terjadi pada kita,’’ lanjut pria asal Pandaan Pasuruan tersebut.

Justru dengan kasus Ryan ini, kaum gay lebih sering komunitas dengan sesamanya lewat chating di internet untuk selanjutnya bertemu jika itu memungkinkan.

Dalam setiap kali pertemuan, mereka tak hanya melakukan kegiatan mencari pasangan atau hal-hal yang berorientasikan tentang pelampiasan seks saja. Kadang-kadang mereka juga share tentang pekerjaan mereka di dalam kehidupanya di masyarakat. Maklum mereka juga butuh biaya untuk hidup dengan menjalani pekerjaan layaknya pria pada umumnya. (rendy sebastian ramadhan/malangpost)

About these ads

8 Komentar

Filed under Berita, Indonesia, Malang

8 responses to “Komunitas Gay di Malang Pasca Tertangkapnya Jagal Ryan

  1. waduh…jadi berimbas gitu ya…karena nila setitik rusak susu sebelanga…tetapi untuk kasus rian kita harapkan karena nila setitik susu sebelanga nyadar bahwasanya dia tetap susu bukan nila dan nila tetep nyadar ia tetap nila

  2. Tomi benar ketika mengatakan,‘’Ngapain kita takut, toh itu semua ada yang ngatur, kok.”
    Semua memang sudah ada yang mengatur. Tentunya dengan tujuan agar dapat diambil hikmah dari peristiwa itu. Lalu hikmah apa yang bisa kita petik? Tugas kita semua untuk mencari tahu…

  3. budimeeong

    Itulah jalan menuju kemurkaan Allah….

  4. om Zen

    HOMOSEX IS A SIN,

  5. Being Different is not easy…

    So be it :)

  6. Siapa bilang masyarakat Indonesia pintar?
    Dari berbagai komentar tentang kasus Ryan di TV, media cetak, bisa diukur sejauh mana “pola pikir” dan “kebodohan” masyarakat Indonesia. Banyak ahli dan pakar, baik PSIKOLOG, PSIKIATER, AHLI KRIMINOLOG, AHLI AGAMA, WARTAWAN dan DOKTER AHLI yang memberikan komentar dan pernyataan tidak sesuai dengan kondisi tentang komunitas gay. Mereka sok tau dan sok ngerti ttg gay itu. Padahal apa yang mereka komentarin jauh dari kebenaran dan malah pembodohan. Makanya belajar yang bener ttg komunitas gay, baru ngomong. Jangan asbun donk. Mau tau banyak ttg gay malang? Baca http://www.igama.org

  7. oki rahadianto

    seharusnya media massa menyajikan informasi secara lebih obyektif, gak adil juga kalo gara-gara 1 orang yang lain ikut menanggung akibatnya…

    ayo berjuang untuk mengubah stereotype itu!!!

  8. ANnAH

    Percaya dan yakini semua itu salah…seharusnya bukan sebuah pengakuan bathin dan keseangnan hati yang diamini tapi lihat jauh ke dalam lubuk hati masing-masing,,,,nyamankah kalian dengan kondisi yang menurut kalian sendiri nyaman????suatu saat pasti kalian tahu maksudku….suatu saat dimana bukan aku yang memojokkan kalian karena aku tak berhak menjudge karena aku tahu kalian merasa benar tapi ada satu pertanyaan yang mungkin kalian tak bisa elakkan…..dari siapakah kalian lahir??dalil yang sangat sering dikumandangkan kami adalh makhluk tuhan yang diciptakan berbed?aku rasa tidak seperti sobat,aku tak ngerti tentang perasaan kalian tapi yang aku tahu kalian harus serius menelusuri sejauh mana kalian tahu perasaan itu jangan hanya disandarkan pada kehendak saat syahwatmu memuncak tapi disaat kamu benar-benar tahu n yakin tuhan mu tak pernah memberimu derita….toh tetap sekuat apapun kamu berkoar,dirimu lahir dari rahim seorang wanita yang nyatanya mencintai laki-laki yang jelas jelas bede jenis kelamin….itu az makasih renungkan…..keep hamasah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s