Menelisik Perkelahian Antar ‘Geng’ Siswi SMA

Beredarnya rekaman video perkelahian antar siswi SMA, berdampak pada sekolah SMA Shalahuddin. Bagaimana tidak, dalam rekaman video berdurasi 1 menit 40 detik ini, lima pelakunya diduga adalah siswi SMA beralamatkan di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Sebetulnya siapa mereka dan apa kegiatannya?

Siang kemarin, suasana SMA Shalahuddin tidak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Sekolah yang mengutamakan pendidikan agama ini, sama sekali tidak terganggu dengan pemberitaan media cetak maupun elektronik. Terutama dengan beredarnya gambar rekaman video perkelahian yang pelakunya diduga adalah siswi SMA tersebut. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal.

Hanya saja, lima siswi kelas XII yang diduga sebagai pelaku dalam perkelahian itu saja yang sedikit sibuk. Mereka beberapa kali harus berhadapan dengan kepala sekolah ataupun guru lainnya.
Lima siswi ini masing-masing Ika Widya Safitri, siswi IPS 2, Ria Silvia dan Lia Kurnia keduanya siswi IPS 1, Anis Rahmania dan Ika Wahyuni keduanya siswi IPS 3, dan satu lagi Arily Safitri, siswi IPS 4.

Meskipun tidak masuk dalam kelompok pelaku perkelahian, namun dari Arily inilah semuanya terbongkar. Arily, adalah korban penganiayaan yang dilakukan Widya (panggilan Ika Widya Safitri) Jumat (8/8) lalu. Arily akhirnya melaporkan aksi kekerasan itu ke Polresta Malang, dan kasusnya hingga saat ini masih dalam proses penyidikan.

Sebetulnya, tidak ada yang berbeda antara lima siswi yang saat ini menjadi terkenal, dengan siswa lainnya. Mereka mengikuti proses kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.

Yang membedakan hanya bentuk pertemanannya mereka saja. Lima siswi ini kenal sejak Masa Orientasi Sekolah (MOS). Dan satu kebetulan, mereka duduk di kelas yang sama saat kelas X. ‘’Kami satu kelas, termasuk Arily, saat kelas X, 2006 dulu,’’ kata Anis.

Hubungan mereka pun semakin akrab. Sepertinya mereka tidak mau dipisahkan satu sama lainnya. Mulai dari teman satu bangku di kelas, hingga jam istirahat, dihabiskan mereka bersama, dengan bercanda atau sekedar ngobrol.

‘’Banyak yang diobrolkan. Kadang kita curhat masalah keluarga, masalah pacar ataupun masalah-masalah lain. Yang jelas kita cocok saja satu sama lain dan kita nyaman,’’ tambah Anis lagi.
Keakraban mereka ini, juga diabadikan dengan foto. Salah satunya adalah foto yang dinamai dengan T_nEruW aLL’s. Dalam foto tersebut, ada sembilan objek. Tujuh diantarannya foto close up, sedangkan dua sisanya adalah foto bersama-sama.

Yang menarik, nama foto itu, yang menurut informasi adalah nama geng mereka. Termasuk diantaranya adalah Arily, saat itu juga bergabung bersama. Ada yang mengartikan T_nEruW aLL’s adalah Tawur dan Ruwet Always’s.

Namun pengartian itu langsung ditampik oleh Anis, menurutnya titel foto adalah arti persahabatan saja. ‘’Tidak ada arti khusus, nama itu hanya menunjukkan kita sehati dan bersahabat,’’ kata Anis.
Lantas apakah mereka benar-benar anggota geng? Mereka kompak menolak mentah-mentah. Mereka yang selama ini berteman akrab tidak pernah mendeklarasikan diri menjadi anggota sebuah geng. Aktifitas yang mereka lakukan pun layaknya remaja putri secara wajar lainnya.

‘’Selain sekolah, kadang kami bertemu di mall, untuk keperluan belanja atau sekedar berjalan-jalan, atau nonton bareng, jika ada film yang bagus. Tapi itu sangat jarang, karena saat di rumah kami lebih banyak bersama keluarga,’’ tambah Ria Silvia.

Widya yang disebut-sebut sebagai pelaku penganiayaan, juga mengatakan hal yang sama. Dia yang disebut sebagai ketua geng ini, menolak keras.

‘’Kami tidak ada geng-gengan. Kami pelajar, yang mengerti dengan etika pendidikan. Kalaupun ada perkelahian yang terekam itu bukan kami yang memulai,’’ kata Widya kepada Malang Post beberapa waktu lalu.

Widya yang meminta Malang Post menghubungi pengacarannya untuk konfirmasi berita ini mengaku sangat jengah dengan pemberitaan mereka adalah anggota geng tersebut.

‘’Sekali lagi, kami berteman akrab dan tidak pernah ikut geng-gengan. Kami disini sekolah, aktifitas kami belajar bukan untuk yang lain,’’ kata warga Jalan Sudimoro Raya ini. (ira ravika/malangpost)

About these ads

5 Komentar

Filed under Berita, Malang, Malang Raya, Pendidikan

5 responses to “Menelisik Perkelahian Antar ‘Geng’ Siswi SMA

  1. naa,,

    woiiii…..

    jox isin2ni malang!!!!

  2. naa,,

    bwt liia…..

    ariii…..
    d smpgQ….
    wakakakakakak….

  3. Hmmm… tugas orang tua untuk selalu mengarahkan anak-anak muda Indonesia menjadi patriot bangsa,…

  4. ovik

    mau jadi apa sich kalian…..waktunya belajar yg rajin malaj berrkelahi…….ingat perjuangan orang tua untuk membiayai sekolah kalian

  5. oh ala rek isiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin pol aku malean dadi wong malang gara gara polamu KAKEAN POLA KOEN NDUK

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s