Setelah proses nominasi peserta ujian nasional (UN) SMK dilaksanakan, kini menyusul turunnya petunjuk teknik pelaksanaan UN SMK 2009. Sayangnya, dalam edaran Dirjen Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Jakarta belum menyebutkan jadwal pasti pelaksanaan UN SMK. Namun hanya menyebutkan jadwal pelaksanaan uji kompetensi yang harus diikuti SMK selain UN.

“Uji Kompetensi Keahlian bagi peserta didik SMK, sesuai dengan edaran dari Jakarta akan dilaksanakan serempak antara minggu pertama sampai dengan minggu ketiga Maret 2009,” ungkap Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Drs Sugiharto kepada Malang Post, kemarin.

Gik, panggilan akrab Sugiharto menuturkan, tuntutan kualitas lulusan SMK yang terus meningkat perlu dijawab dengan penyelenggaraan ujian kompetensi sebagai sertifikat keahlian siswa. Untuk uji kompetensi ini terdiri dari ujian tulis (teori kejuruan) dan praktik kejuruan yang bersifat penugasan perorangan. Pola pelaksanaannya mengikuti pola Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dengan alokasi waktu antara 18 sampai dengan 24 jam yang dapat mengukur kompetensi dan esensial sesuai program keahlian.

Ujian tersebut bisa dilaksanakan di satuan pendidikan atau di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sepanjang memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam pedoman uji kompetensi keahlian. Untuk verifikasi sekolah yang layak menyelenggarakan uji kompetensi ini dilaksanakan penyelenggara UN tingkat Provinsi bekerjasama dengan Kabupaten Kota. Sementara instrumen verifikasi disiapkan pusat.

“Perangkat uji kompetensi ini termasuk menyangkut pedoman, instrumen verifikasi dan paket soal disiapkan penyelenggaa UN tingkat pusat dan akan disosialisasikan ke daerah antara November dan Desember,” tegasnya.

Pria yang pernah bertugas di Kanwil Diknas Timor-Timor ini menghimbau agar para kepala SMK mempersiapkan peserta UN dengan sebaik-baiknya. Persiapan bisa dilakukan dengan berpedoman pada standar isi Permendiknas 22 tahun 2006 dan standar kompetensi lulusan (SKL) UN 2008. Dimana materi soal untuk mata uji Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris disusun berdasarkan irisan (interseksi) dari pokok bahasan atau sub pokok bahasan kurikulum edisi 99 dengan standar isi.

Sementara itu, Pakar Pendidikan Kota Malang HM Kamilun Muhtadi menuturkan mengingat siswa kelas IX SMP dan XII SMA masih ada yang menggunakan kurikulum 2004, dan belum menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), maka materi UN belum murni mengacu pada KTSP. UN dengan muatan murni KTSP baru dilaksanakan pada 2010 mendatang. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)