Kepastian pelaksanaan ujian bagi tingkatan SD kemarin disosialisasikan. tahun ini, ujian SD tetap bernama ujian sekolah berstandar nasional (UASBN) dan belum berubah menjadi Ujian Nasional (UN). Hanya saja, ada kemungkinan penentuan kelulusan siswa tidak lagi diserahkan ke masing-masing sekolah, melainkan ada standar minimal kelulusan siswa. Saat ini standar tersebut masih digodok Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
“Kemungkinan besar kelulusan siswa SD tidak lagi diserahkan sekolah. Tapi ada standar untuk menentukan apakah siswa dinyatakan lulus atau tidak. Saat ini standar itu masih digodok BSNP,” ungkap Kasi Sarana Prasarana Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Malang Suwarjana SE MM, kepada Malang Post.
Seperti diketahui, wacana UASBN menjadi UN sempat berhembus. Kelulusan siswa SD akan dibuat sama beratnya dengan siswa SMP dan SMA, yaitu dengan materi ujian yang berstandar nasional, dan dengan standar kelulusan minimal yang ditentukan BSNP. Rupanya, bukan nama ujian yang dirubah, melainkan penentuan kelulusan. Apakah tetap akan diserahkan sekolah atau ada standar seperti UN. Hanya saja, belum dapat dipastikan berapa standar yang ditetapkan untuk SD, jika mengikuti standar SMP dan SMA, bisa jadi standarnya sama yaitu 5,5. Konsep ini yang menurut Suwarjana masih dibahas di BSNP.
Hal-hal lain yang sudah diputuskan, menurut Jana, diantaranya mengenai kepastian pelaksanaan UASBN, yang akan dilaksanakan pada awal Mei. Mata pelajaran yang diujikan jumlahnya sama dengan tahun lalu yaitu tiga mata pelajaran, terdiri dari Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA.
“Dengan informasi awal ini, kami berharap sekolah menyiapkan siswanya sebaik-baiknya. Sehingga kelulusan di SD bisa tetap 100 persen seperti tahun sebelumnya,” tegasnya.
Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh sekolah untuk segera melakukan pendataan awal kepada calon peserta UASBN. Ia berharap, kerja sama antara orangtua dan sekolah dalam hal pendataan ini. Jika perlu, orangtua membawa akte lahir sang anak yang menunjukkan identitas dan nama yang benar dari anak tersebut. Sehingga saat penulisan ijazah, nama tertulis dengan benar. Penyerahan data calon peserta UASBN SD ini diharapkan bisa terkumpul sebelum 12 November mendatang. (oci/udi)
(Lailatul Rosida/malangpost)
11 Januari 2009 at 08:58
semoga semua sukses
30 September 2009 at 01:16
g yakin si bsa sukses…tpi..teteup d doakaen…buat adik2 smua…chaiyo!!!!!!