
Suasana panen padi yang diadakan Taman Indie Resto, beberapa waktu lalu. (NURDIANSAH/MALANG POST)
Mulai hari ini hingga 23 November 2008, untuk kali keduanya, Taman Indie Resto kembali mengadakan panen padi secara tradisional. Beberapa sekolah bekerjasama dengan Taman Indie Resto, hadir mengadakan kegiatan luar sekolah tersebut. “Tujuannya, kita ingin memberikan pembelajaran secara langsung tentang tanaman padi dan cara bercocok tanam,” tutur Manager Promosi Grup Araya, Mohammad Arwan, kemarin.
Dijelaskan dia, tidak hanya anak-anak, namun orang dewasa dan orang tua pun hadir dalam kegiatan panen ini. “Perkembangan kehidupan yang pesat, kadang menimbulkan beberapa kegiatan atau tradisi masa lalu menjadi sangat jarang dijumpai. Pola kehidupan yang instan, berpengaruh pada gaya hidup masyarakat modern seperti sekarang ini,” lanjut Arwan, panggilan akrabnya.
Menurutnya, masyarakat terutama anak-anak menjadi tidak mengenal akan tata cara atau pengolahan pertanian mulai dari masa tanam sampai menjadi bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. “Selain memanen padi secara tradisional, di saat yang bersamaan juga anak-anak akan bermain dan membuat orang-orangan sawah, bermain lesung hingga pada pengetahuan tradisi panen terdahulu pengolahan menjadi beras dan menjadi nasi yang merupakan makanan pokok utama bagi masyarakat Indonesia,” urai Arwan.
Yang pasti, paparnya, tradisi panen dengan beberapa ritualnya, pada saat ini menjadi kegiatan yang jarang dijumpai. Rencananya, hari ini, panen padi akan didatangi 70 siswa TK Wonder Bridge, lantas Sabtu (22/11) 100 siswa SD Anak Saleh dan terakhir Minggu (23/11), siswa-siswa dari Palem Kids, Global School, Ibu Rina serta sekolah umum. “Melibatkan anak-anak pada usia dini dengan memberikan pengetahuan dan pengertian langsung di lapangan, menjadi kegiatan yang sangat menarik untuk dilakukan,” pungkasnya.(mar)(Redaksi/malangpost)