
Siswa kelas IPS SMAN 4 Malang ramai-ramai memanfaatkan fasilitas hotspot yang baru dipasang di sekolah. (LAILATUL ROSIDA/MALANG POST)
Menurut Guru TI SMAN 4 Malang, Hari Kartono, layanan hotspot tidak hanya untuk tujuan browsing saja. Akan tetapi diharapkan bisa menggairahkan proses belajar di kelas sehingga semakin melek IT. “Selama ini untuk bisa berinternet anak-anak harus pergi ke lab komputer atau ruang multimedia. Ke depan, dengan adanya hotspot ini, IT bisa lebih dioptimalkan di kelas,” ungkapnya.
Ia menuturkan, sebagai SSN, SMAN 4 Malang terus menargetkan pembelajaran bebrasis IT. Sehingga jika akses internet sudah semakin mudah, diharapkan pembelajaran berbasis IT bisa segera diwujudkan, yaitu melalui program website e learning. Di website yang sudah dikelola sekolah ini, berisikan semua mata pelajaran yang ada. Siswa bisa belajar online, bahkan bisa mengikuti berbagai test online. Misalnya try out untuk persiapan Ujian Nasional (UN) siswa kelas 12. Untuk mengoptimalkan penggunaan internet di sekolah, pihaknya juga sudah membatasi beberapa program yang tidak bermanfaat untuk siswa. Misalnya saja situs porno, dan juga game-game internet.
Selain fasilitas internet, sekolah akan segera melengkapi kelas dengan fasilitas LCD. Saat ini baru ada empat kelas dengan LCD, dan akan ditambah lagi tiga alat. Selain itu, ada pula CCTV yang dipasang di setiap sudut yang ada. CCTV ini menurutnya selain berfungsi sebagai keamanan sekolah, juga bisa menjadi kontrol bagi pembelajaran di kelas. Bagaimana kondisi kelas saat proses belajar mengajar, dan juga bagaimana kedisiplinan siswa. Apakah saat jam belajar, siswa berada di luar atau aktif di dalam kelas.
Sementara itu Kepala SMAN 4 Malang, Suryani Ali Pandi menuturkan dana blockgrant SSN ini baru diterima untuk tahun pertama. (oci/udi) (Lailatul Rosida/malangpost)
27 November 2008 at 17:31
wis kuno akeh sing wis masang