Setiap tahun Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang mengirimkan rata-rata 400 calon tenaga kerja baik wanita dan pria per tahun ke luar negeri. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Kerja Disnaker Kabupaten Malang Ir. Bambang Sugeng kemarin.
Rata-rata dari 400 calon TKI tersebut, mayoritas tujuan kerjanya ke Arab Saudi, Taiwan dan Hongkong. Dan hingga saat ini tercatat di Disnaker Kabupaten Malang jumlah total TKI yang bekerja mencapai 10 ribu orang.
Dari jumlah total tersebut, kata Bambang, hanya sekitar 7% saja dari pahlawan devisa itu yang mengirimkan pendapatannya melalui mekanisme transfer bank. “Kebanyakan gaji mereka dititipkan pada temannya sesame TKI saat pulang kampong untuk diberikan ke keluarga. Ada juga yang dikumpulkan kemudian dibawa sendiri saat mereka pulang,” jelas Bambang.
Untuk itu, lanjutnya, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) diwajibkan untuk membuat rekening agar transfer gaji menjadi lebih mudah.
Dikatakannya pula, jenis pekerjaan non formal seperti pembantu rumah tangga masih banyak diminati oleh para calon TKI. Pasalnya, pekerjaan formal lebih membutuhkan keahlian khusus, seperti pekerja pabrik, perkebunan atau pekerjaan yang berada dibawah naungan perusahaan.
“Hampir 90% TKI bekerja disektor non formal. Hanya 10% saja yang di sektor formal” tambahnya. Hal ini juga tidak lepas dari para peminat kerja ke luar negeri yang rata-rata didominasi oleh perempuan 95% perempuan dan laki-lakinya hanya 5%.
Sampai saat ini kendala yang yang paling sering dihadapi oleh para calon TKI adalah mengenai penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Inggris, bahasa Kanton dan bahasa Arab.
“Mereka tidak siap berbahasa asing. Untuk itu di Balai Latihan Kerja selain meningkatkan keahlian kerja, para calon TKI juga intensif belajar bahasa asing,” pungkasnya.(mp2/eno)
(Redaksi/malangpost)