bantal-cinta
Usaha perlengkapan tidur kebanyakan ditangani oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun berkat kreatifitas yang tinggi, usaha kecil pun sanggup menangani dan mengelola usaha ini, seperti usaha rumahan yang dilabeli De Sprei.

Usaha milik Denok Anugerah ini mulai dijalankan sejak Agustus 2008 lalu. Seperti namanya, De sprei yang beralamat di Jalan Teluk Cendrawasih 45 Malang ini memproduksi aneka sprei, bed cover, bantal dan guling. Berbagai perlengkapan tidur hasil produksi De Sprei ini diproduksi secara home made, sehingga bentuk dan modelnya pun tidak monoton seperti hasil produksi pabrikan.

“Kami memproduksi aneka perlengkapan tidur yang berbeda dengan yang sudah ada di pasaran. Untuk model dan bentuk, biasanya kami medapat inspirasi dari majalah, televisi atau ide-ide kami sendiri. Dengan bentuk dan model yang up to date, konsumen pun jadi tertarik untuk membeli dan mengoleksi,” kata asisten pemilik, Anis aulia.

sprei
Menurut wanita berjilbab ini, model yang saat ini banyak dicari oleh konsumen adalah bantal cinta dan guling mini. Bantal cinta adalah bantal yang panjangnya dua kali dari bantal biasa. Sehingga bisa digunakan oleh dua orang sekaligus untuk tidur. Sedangkan guling mini adalah guling yang panjangnya setengah dari guling biasanya dan biasanya digunakan sebagai pengganti boneka.

Selain bentuk dan modelnya yang unik, produk De Sprei laris manis di pasaran, karena motifnya yang variatif. Tidak hanya gambar kartun atau logo klub sepakbola, tetapi juga gambar logo merek seperti Louis Vuitton dan Channel. Menurut Anis, kedua motif ini bahkan sangat digemari oleh konsumen yang kebanyakan kaum hawa itu.

“Saat ini yang paling banyak dicari adalah perlengkapan tidur bermotif merek-merek terkenal. Selain lebih modern, motif merek ini disukai karena tidak terlalu norak,” lanjutnya.

Untuk bahan bakunya, yakni kain dan isian bantal, Denok mendatangkan langsung dari Bandung. Menurut Anis, kain yang dijual di Bandung motifnya lebih variatif dan mengikuti tren fashion. Selain itu kualitas kainnya juga lebih halus dibanding kain yang ada di Malang dan kota lainnya.

“Untuk kain dan bahan baku lainnya, biasanya datang seminggu sekali. Di sana kami sudah punya langganan. Sehingga sebelum diambil, kami bisa order terlebih dahulu. Kadang-kadang Mbak Denok berangkat sendiri untuk ngecek motif terbaru yang sedang in,” tambahnya.

Soal harga, Anis memastikan harga produk De Sprei sangat bersaing di pasaran. Di antara sesama produsen perlengkapan tidur home made, De Sprei mematok harga yang paling rendah. Sedangkan dibanding harga produk pabrikan, produk milik De Sprei harganya bisa sepuluh kali lipat lebih murah.(nda/eno) (Adinda Zaeni/malangpost)