BLT Gunakan Data Askeskin

Pemkot Malang ekstra hati-hati menggunakan data warga miskin hasil survei BPS 2005 untuk pencairan BLT. Senin (26/5) mendatang, pemkot menggelar koordinasi terpadu dengan BPS dan sejumlah instansi terkait untuk membahas data warga miskin.

Asisten II Sekkota Malang Sutiarsi mengatakan, pihaknya akan membahas kemungkinan penggunaan data askeskin untuk calon penerima BLT. Sebab data askeskin merupakan data warga miskin terbaru.

‘’Kita akan membahas dan mengusahakan apakah data askeskin bisa digunakan atau tidak. Sebab data askeskin ini hasil verifikasi yang dilakukan pada tahun 2007 lalu,’’ jelas Sutiarsi.

Berdasarkan data BPS tahun 2006 hasil pendataan 2005, keluarga miskin yang berhak mendapat BLT sebanyak 24.272. Sementara data askeskin yang terbilang data terbaru ini jumlah keluarga miskin sekitar 32 ribu.
Selisih data keluarga miskin di Kota Malang ini sangat jomplang. Karena itu, bila tidak hati-hati menggunakan data keluarga miskin, dikhawatir ada warga yang tak mampu tak memperoleh BLT. Selain itu rawan kecemburuan sosial.

Sementara itu sampai kemarin sore, Pemkot Malang belum memperoleh kepastian dipenyaluran BLT.  Apalagi, baru Senin nanti, Pemkot akan melakukan koordinasi.

Sementara itu sejumlah pengurus RT dan RW berharap data warga miskin yang akan mendapat BLT di up date. Sebab saat ini, jumlah warga miskin sudah bertambah.

Kalau datanya tidak diperbaharui, dikhawatirkan warga yang dulunya miskin tapi sekarang sudah lebih mampu secara ekonomi masih mendapat bantuan. Sedangkan warga yang sebelumnya mampu tapi sekarang jatuh miskin tak dapat bantuan.

Ketua RT 3, Polowijen, Romi Setiawan berharap agar calon penerima BLT didata ulang. ‘’Menurut saya, sebaiknya didata kembali.  Dikhawatirkan, data yang lama sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini,’’ katanya.

Dia juga mempertanyakan kriteria keluarga miskin. Sebab sampai saat ini belum jelas kriteria keluarga miskin. Dia berharap kalau pun BLT dicairkan, harus tepat sasaran sehingga yang membutuhkan yang menerimanya.

Sebelumnya anggota komisi B DPRD Kota Malang H Agus Sukamto mengatakan, data calon penerima BLT harus diperhatikan serius. Sebab saat ini jumlah warga miskin di Kota pendidikan ini bertambah. Karena itu tidak bisa hanya mengandalkan data BPS 2005 lalu. Sebab sudah terjadi selisih waktu sekitar dua tahun. (van/avi) (Vandri Van battu, malangpost)

1 Komentar

Filed under Indonesia, Malang

One response to “BLT Gunakan Data Askeskin

  1. Bri

    BLT?? saya rasa ini konyol, kayak tukang obat yang nyebarin penyakit, lalu ngejual obat penawarnya (eh bukan ngejual ding, memberi… biar dikira pahlawan, oh kacau!!!).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s