Siswa SMK Yang Tak Lulus Harus Mengulang

Kabar buruk bagi siswa-siswi SMK. Tahun ini Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) tidak boleh diikuti oleh siswa SMK yang tidak lulus ujian nasional (UN). Kebijakan ini diambil oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dengan alasan siswa SMK harus memiliki sertifikat keahlian yang tidak diujikan dalam UN.

Meski kebijakan ini sudah dilansir media, namun hingga kemarin Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang belum mengambil sikap. Sementara di tingkatan SMK muncul tanda tanya terkait kebijakan tersebut.

Seperti diungkapkan Humas SMKN 5 Malang Budi Purwanto. Menurutnya jika siswa SMK yang tidak lulus UN harus mengulang di kelas tiga, itu sama saja dengan menambah beban siswa. Sebab siswa harus mengeluarkan biaya untuk mengulang di kelas tiga.

“Kalau siswa mengulang, maka kesempatannya untuk bekerja pun tertunda. Padahal mereka sudah punya bekal untuk terjun ke dunia kerja, yaitu sertifikat kompetensi yang diakui dunia usaha dan dunia industri,” tegasnya.

Budi menuturkan, yang dibutuhkan lulusan SMK untuk segera bekerja adalah sertifikat kompetensi. Sertifikat ini bisa didapatkan saat di akhir kelas tiga. Biasanya sekolah menggelar uji kompetensi ini dengan melibatkan DUDI yaitu Dunia Usaha dan Dunia Industri. Para praktisi itu yang akan menguji sejauh mana keterampilan yang dimiliki siswa. Sehingga kata dia sebenarnya meskipun mengikuti UNPK, siswa masih memiliki sertifkat kompetensi. Sementara jika mengulang maka sertifikat tersebut akan sia-sia saja.

Meski demikian lanjutnya, jika memang kebijakan harus mengulang di kelas tiga ini diberlakukan, maka sekolah akan memikirkan bentuk bantuan untuk mereka. Terutama masalah financial. Diharapkan siswa yang mengulang bisa mendapatkan biaya yang lebih ringan dibandingkan siswa yang lain. Apalagi siswa boleh mengulang mata pelajaran yang tidak lulus UN saja.

Sementara itu Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kota Malang Drs Sugiharto mengaku belum mendapatkan himbauan resmi dari propinsi terkait kebijakan UNPK untuk SMK. “Kami belum mendapatkan pemberitahuan resmi tentang hal itu. Namun menurut kami kebijakan itu sifatnya tidak memaksa. Bagi siswa SMK yang ingin melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi tentu bisa mengikuti kejar paket C,” ungkapnya.

Ditegaskannya kalaupun ada aturan yang melarang siswa SMK mengikuti ujian kejar paket C, menurutnya semata demi kepentingan siswa. Sebab siswa SMK rata-rata dididik sebagai tenaga yang siap kerja. Mereka akan dibekali dengan berbagai keterampilan yang ujikan di kelas akhir. Uji kompetensi itulah yang akan menjadi bekal mereka untuk terjun ke dunia kerja.

Sementara jika mengikuti ujian kejar paket C, maka keahlian yang mereka dapatkan selama ini tidak akan ada sertifikasinya. Sebab mata pelajaran yang diujikan dalam UNPK hanyalah ujian umum saja. (oci/lim) (Rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s