Pengakuan Kuasa Hukum Maskuri soal Pungli Hendra

Maskuri, sopir yang jadi tersangka kecelakaan bus pariwisata di Jl Dewi Sartika Kota Batu Senin (9/6), kemarin buka-bukaan tentang dugaan keterlibatan Hendra dalam kecelakaan yang menyebabkan tiga korban tewas. Melalui pengacaranya, HM. Dhofir SH, Maskuri menganggap petugas lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) itu punya andil besar terhadap musibah itu.

Dhofir yang kemarin menjenguk Maskuri bersama Rahayuni, 27, istri Maskuri, menegaskan, kliennya bukan satu-satunya orang yang salah dalam kecelakaan tersebut. Dia adalah korban dari penyebab kecelakan tersebut. “Penyebabnya kan petugas LLAJ. Seandainya petugas itu tidak menghentikan bus di tanjakan, kecelakaan itu tidak ada,” ujarnya usai mengunjungi Maskuri di ruang tahanan Mapolres Batu.

Versi kuasa hukum Maskuri, kecelakaan maut terjadi ketika bus yang dikemudikan Maskuri dihentikan petugas LLAJ bernama Hendra di tanjakan depan Pasar Buah Batu. Hendra minta sopir turun, selanjutnya Maskuri turun dan bus berjalan mundur hingga menabrak warung dan terbakar.

Atas dasar itu pula, Dhofir minta polisi benar-benar adil dalam membuat keputusan. Sebab, kalau hanya Maskuri yang dijadikan tersangka, ia menilainya tidak adil.

Selain mencari keadilan, dia juga akan melaporkan Hendra secara pidana. Alasannya, pungutan liar yang dilakukan Hendra masuk tindakan pidana. Apalagi saat itu, sebenarnya Maskuri sudah memberikan uang Rp 2 ribu, kemudian kenektnya juga memberikan Rp 10 ribu. Namun Hendra masih minta lagi uang Rp 20 ribu. Jadi total uang yang diberikan Maskuri Rp 32 ribu. “Ini jelas pidana, akan segera kami laporkan ke reskrim,” jelasnya.

Dhofir juga mengungkapkan, informasi yang dia terima dari para sopir bus pariwisata di Mojokerto, selama ini petugas LLAJ bernama Hendra itu kerap melakukan pungli. Malahan, mereka juga bersedia mengumpulkan tanda tangan menyatakan pernah jadi korban pungli oknum petugas LLAJ itu sebagai kelengkapan laporan yang akan disampaikan ke Polres Batu. “Mereka (sopir bus pariwisata, Red) sudah siap, malah sudah ada yang tanda tangan,” tandasnya.

Sementara, Maskuri sendiri kemarin tampak tegar dan segar. Kedatangan istri dan saudara-saudaranya seakan menjadi obat kesedihannya. Rahayuni, istri Maskuri, mengatakan, begitu mendengar suaminya kecelakaan di Batu, dia langsung shock dan menangis. Sejak itu para tetangga dan keluarga membesarkan hatinya. Karena mereka juga yakin yang salah bukan Maskuri, tapi petugas LLAJ tersebut.

Sehari kemudian, Rahayuni mengunjungi korban meninggal sebagai bentuk bela sungkawa. “Mereka tidak menyalahkan bapak. Sebab tahu kejadiannya sendiri,” jelas ibu satu anak ini.

Selama ini, sambung dia, suaminya tidak pernah ugal-ugalan saat mengemudikan bus. Karena itu begitu mendengar suaminya kecelakaan, dia sangat kaget.

Dalam pertemuan kemarin, Rahayuni terus memotivasi suaminya agar tetap sabar. Dia yakin, keadilan akan berpihak pada suaminya. Namun, Rahayu tidak bisa memenuhi keinginan Maskuri untuk bertemu dengan anaknya, Rahma, yang baru berumur satu tahun. “Bapak kangen sekali, tapi dia masih terlalu kecil, tidak kami ajak ke Batu,” ucap Rahayuni.

Dia juga mengatakan, sejak ada kejadian itu, keluarganya banyak mendapat dukungan moral dari seluruh masyarakat Mojokerto. Mulai dari bupati, anggota DPRD, teman-teman sopir, hingga para tetangga. Dukungan inilah yang membuat keluarga bisa tetap tegar. Dia mengakui, setelah kecelakaan ini, dia tidak tahu harus berbuat apa. Sebab, bus yang dikredit selama tiga tahun itu juga baru berjalan separuhnya.

Selain itu, akibat kecelakaan tersebut, suaminya harus membatalkan kontrak tur wisata yang telah diinden hingga satu setengah bulan ke depan. Selama dua bulan ini, menurut Rahayuni, hampir setiap hari ada jadwal tur wisata.

Di tempat yang sama, hingga kemarin Polres Batu masih belum menetapkan Hendra sebagai tersangka. Kapolres Batu AKBP Dwi Safitri tidak bersedia menjawab semua pertanyaan wartawan. “Kami masih terus melakukan pemeriksaan, sabar dulu, nanti pasti kami beritahu,” ujarnya.

Polisi, kata Kapolres, sangat hati-hati dalam menangani Hendra. Dia tidak ingin berkas Hendra ditolak kejaksaan karena kurang lengkap. (lid/war/radarmalang)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s