Belajar Dini Hari, Berhasil Raih NUN 53,55

Jika wajah Kota Malang diselamatkan Jovita Desinta Djakaria, siswi SMAK St Albertus, Kabupaten Malang punya Ivana Okta Riyani. Gadis 19 tahun siswi SMAN I Lawang ini mengisi deretan sepuluh besar Jatim hasil ujian nasional 2008. Dia meraih NUN 53,55 jurusan bahasa dengan nilai rata-rata 8,93. Nilainya pun sama dengan Jovita dari Kota Malang.

Saat koran ini mengunjungi SMAN 1 Lawang pukul 10.30 kemarin, tampak Ivana Okta Riyani bersama siswa lainnya menunggu pengumuman UN. Dia terlihat ceria dibandingkan beberapa teman siswa lainnya. Maklum, pagi itu, dia mendapat bocoran hasil ujiannya memuaskan. Meskipun tidak tahu dengan pasti berapa nilainya.

Bahkan, siswi jurusan bahasa ini juga mengaku belum tahu kalau namanya berada pada deretan sepuluh besar Jatim. “Apa sudah diumumkan? Saya kok malah belum tahu,” kata Ivan, sapaan akrab Ivana, pada Radar saat menunggu pengumuman kelulusan.

Ivan malah mengaku masih menunggu pengumuman. Apalagi pengumuman itu dijadwalkan pukul 13.00. “Masak sih nilai saya segitu,” katanya masih dengan nada seakan tidak percaya.

Putri pertama pasangan Indahriani dan Supirto ini bahkan tidak berpikiran mendapat nilai besar. Ivan juga belum tahu, satu dari enam mata pelajarannya itu dapat nilai sepuluh. Dia hanya berharap, hari itu, dia bisa segera mengetahui kalau dirinya lulus.

Persoalannya bukan apa-apa. Karena, sebelum ujian, dia sudah diterima dalam program PMDK (penelusuran minat dan kemampuan) di Universitas Negeri Malang. Sehingga, kalau tidak lulus, akan sulit. “Sing penting (yang penting) lulus,” katanya.

Namun, kalau nama dia memang masuk dalam daftar sepuluh besar, dia berharap bisa memicu semangatnya untuk meningkatkan belajar. Apalagi selama ini, dia tidak terlalu ngoyo.

Dia mengaku tidak ada yang luar biasa pada dirinya. Dia seperti teman-teman sekelasnya. ”Kalau waktunya main ya main, waktunya sekolah, ya sekolah,” ujarnya.

Usai menerima surat pemberitahuan kelulusan, Ivan juga belum mengetahui berapa persisnya nilai yang diperoleh. Sebab, pengumuman yang diterima melalui orangtuanya itu hanya menyebutkan kalau dia dinyatakan lulus.

Soal waktu belajar, Ivan mengaku pada umumnya belajar dilakukan antara pukul 19.00-21.00, namun dia tidak melakukannya. Dia memilih jam lain untuk belajar. Yakni antara pukul 02.00-04.00 dini hari. “Saya biasanya bangun, lalu belajar. Setelah salat Subuh, tidur lagi,” katanya.

Dia memilih jam belajar itu karena karena pada jam 19.00 banyak gangguan. Kalau tidak terganggu dengan tontonan, biasanya jalan-jalan sama teman. Karena itulah dia memilih jam belajar pada jam tersebut. “Lebih fresh,” kata sambil tersenyum.

Prestasi itu tidak hanya ditunjukkan Ivan, tapi juga sekolahnya SMAN I Lawang. Di Kabupaten Malang, SMAN I Lawang dinobatkan sebagai sekolah dengan nilai rata-rata jurusan bahasa tertinggi. Sedangkan di tingkat provinsi Jatim menduduki peringkat keempat. (yak/war/jpnn)

1 Komentar

Filed under Malang, Malang Raya, Pendidikan

One response to “Belajar Dini Hari, Berhasil Raih NUN 53,55

  1. Caramel

    Kalo di Malang, untuk jurusan IPA, 10 besar nilai UN siapa dan berapa nilainya?!

    Mohon infonya ya!!

    Makasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s