Dua Cucu Tak Lulus UNAS, Kakek Meninggal Jantungan

Pengumuman hasil kelulusan pada Sabtu (14/6) kemarin, menjadi hari yang kelabu dan tidak terlupakan bagi Fawaida Ayuning Tias, 18 tahun dan Septian Dwi Firmanto, 19 tahun siswa SMAN 2 Batu. Kedua bersaudara misan itu tidak lulus ujian nasional.  Bukan hanya keduanya yang sedih, sang kakek, Samuan tak kuat menahan kesedihan dan  langsung meninggal setelah mendapat kabar dua cucunya tidak lulus.

Suasana duka masih tampak terlihat jelas di kediaman (alm.) Samuan di RT 2 RW 2 Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo. Di kediaman Samuan yang berada di lorong jalan Dusun Areng-Areng, masih terlihat beberapa sepeda motor yang diparkir di sepanjang lorong jalan.

Di dalam rumah, terlihat Rahayu, istri Samuan duduk di atas karpet ruang tengah rumah sederhana itu, menerima beberapa pentakziah  didampingi Septian, sang cucu.

Di samping rumah, beberapa kerabatnya juga masih tampak sibuk memasak mempersiapkan makanan yang akan disajikan malam hari, saat tahlilan yang akan digelar selama tujuh hari.

Menurut Nur Hanifah, putri Samuan, ayahnya meninggal dunia pada Sabtu (14/6) sekitar jam 14.00 WIB atau beberapa jam setelah pengumuman hasil ujian nasional dilakukan.

Samuan, memiliki dua cucu yang sedang menanti hasil ujian nasional. Yakni  Fawaida Ayuning Tias (18) dan Septian Dwi Firmanto (19). Keduanya  siswa SMAN 2 Batu.

Pagi hari sebelum keduanya berangkat ke sekolah, salah seorang guru SMAN 2 Batu, Nurita, mendatangi kediaman Fawaida dan Septian yang memang berdekatan, untuk mengantarkan pengumuman hasil kelulusan kepada orang tua keduanya.

Setelah membuka amlop yang membungkusnya, keduanya dinyatakan tidak lulus. Tapi saat itu, Fawaida dan Septian sudah berangkat ke sekolah untuk melihat hasil kelulusannya. Padahal, keduanya termasuk murid yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Mengetahui tidak lulus, Fawaid dan Septian kembali ke rumah dengan isak tangis yang tidak dapat dibendung. Ibu Fawaid, Rupiah yang sudah mengetahui putrinya tidak lulus, juga ikut menangis. Karena memiliki penyakit diabetes, gula darahnya langsung melonjak. Beberapa saudaranya yang mengetahui hal itu juga ikut sedih dengan hasil yang diterima keponakannya itu.

Saat itu, Samuan yang selesai mandi, berjemur di panas sinar matahari di depan rumahnya. Mengetahui banyak yang menangis, dia kaget dan ikut menangis tersedu-sedu, setelah tahu dua cucunya tidak lulus. Putrinya, Nur Hanifah sempat membesarkan hari Samuan untuk dapat mengerti dengan keadaan yang menimpa dua cucunya.

‘’Saya sempat memberikan pengertian kepada bapak, saat beliau menangis, untuk tetap bersabar. Karena kedua cucunya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil terbaik,’’ ungkapnya.

Usai diberi pengertian, Samuan beranjak ke dalam kamarnya untuk leyeh-leyeh. Istrinya, Rahayu sempat menungguinya ke dalam kamar. Tidak berselang lama, Samuan yang dari awal memiliki penyakit jantung mengalami kejang-kejang dan tak lama kemudian mengembuskan nafas terakhirnya.   ‘’Sebelumnya, bapak tidak pernah mengeluh,’’ imbuhnya.  Sore harinya, Samuan langsung dikebumikan di pemakaman Desa Dadaprejo.

Wajah duka juga tampak pada Fawaid dan Septian. Meski demikian, keduanya tetap tabah menjalani cobaan yang dialaminya. Keduanya tetap akan berusaha ikut ujian Paket C untuk mendapatkan ijazah setara SMA, untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

Fawaida berencana melanjutkan ke Universitas Negeri Malang jurusan seni tari, Septian akan ikut seleksi Secaba. ‘’Paling tidak, kami ingin menyenangkan kakek, meski sekarang sudah tidak bisa lagi bersama kami,’’ kata keduanya. (Muhaimin/malangpost)

1 Komentar

Filed under Batu, Indonesia, Malang Raya, Pendidikan

One response to “Dua Cucu Tak Lulus UNAS, Kakek Meninggal Jantungan

  1. zainul fanani

    harap keluarga tabah dan sabar jgn bersedih,walaupun u tidak lulus itu jgn anda anggap gagal..tapi anggaplah itu sebuah pelajaran dan penyemangat belajarmu tuk menjadi yang lebih baik kedepannya..buktikan bahwa u bisa.masih ada kok PTN yang mau menerima ijazah paket C.contohnya UIN Malang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s