Diknas Dituduh Membohongi Masyarakat Soal Ketidaklulusan UNAS

Sikap Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Malang yang mengakui angka ketidaklulusan ujian nasional (UN) SMA/SMK 12 persen wajar karena ujian benar-benar murni memantik reaksi. Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM) menilai, sikap diknas itu menunjukkan bahwa persoalan ketidaklulusan itu hanya ditunjukkan permukaannya saja. Sementara, akar masalahnya tidak diungkap.

“Jika hasil UN ini dilihat sebagai kegagalan, otomatis perlu segera membuat gebrakan sebagai persiapan tahun depan. Sebaliknya, kalau masih dianggap wajar, ini berarti tidak akan ada langkah maju. Ini juga namanya tak gentle,” ungkap Ketua DPKM Prof Hendyat Soetopo yang dihubungi via ponselnya kemarin.

DPKM juga memandang, diakui atau tidak, Kota Malang sebenarnya belum bisa lepas dari persoalan ujian nasional. Itu ditunjukkan dengan masih tingginya angka ketidaklulusan itu. Apalagi dibandingkan dengan tahun lalu, angka tidak lulus tahun ini naik. Yakni dari 7,4 persen menjadi 12 persen. ”Makanya saya katakan, ini butuh kearifan untuk menelaah semua persoalan dikdasmen (pendidikan dasar dan menengah, Red) Kota Malang,” tandas Hendyat.


Sementara, Forum Ilmiah Pendidik (FIP) Kota Malang menilai angka ketidaklulusan siswa SMA sederajat Kota Malang ini, harus disikapi serius. Diknas juga dinilai tidak perlu mencari alasan yang justru melupakan refleksi diri. ”Kalau melihat hasilnya, kami kira ke depan bisa melakukan persiapan lebih maksimal,” ujar Sutirjo, koordinator FIP Kota Malang.

Seperti diketahui, di Kota Malang, angka ketidaklulusan tahun 2007 lalu total mencapai 956 siswa (7,4%) dengan standar kelulusan 5,00. Tahun ini dengan standar minimal UN 5,25, jumlah peserta yang tidak lulus (SMA dan SMK) naik menjadi 1.535 (12,8%).

Kenaikan itu dianggap forum yang terdiri dari guru-guru berprestasi se-Kota Malang ini sebuah gambaran riil prestasi pelajar-pelajar kota pendidikan ini. Karena itu FIP menganggap alasan tingginya angka ketidaklulusan itu sebuah kewajaran adalah hal yang salah.

“Ini jelas realita. Tidak perlu mengelabuhi masyarakat. Kalau memang gagal, mengapa tidak berani menyebut gagal,” tegas Sutirjo.

Pernyataan FIP ini sekaligus menyambung alasan Kadiknas Kota Malang Shofwan. Orang nomor satu di jajaran Diknas Kota Malang tersebut menyebut, angka ketidaklulusan tahun ini masih cukup bagus. Ukurannya, dari prediksi tryout yang diperkirakan bakal mencapai 20 persen angka ketidaklulusannya.

Bahkan Shofwan juga terkesan mencari “kambing hitam”. Artinya, hasil UN siswa SMA/SMK di Kota Malang dianggap murni. Dengan begitu, tidak ada indikasi kecurangan saat ujian.

Pernyataan Shofwan itu dianggap FIP kuran tepat. “Seharusnya hasil ketidaklulusan ini dijadikan bahan merefleksi diri dan berpikir lebih utuh. Tentunya dengan evaluasi yang mengarah pada pembenahan ke depan,” tandas Sutirjo.

Dalam evaluasi ini, kata dia, sudah jelas sedikit menoleh ke belakang. Terutama dalam mempersiapkan siswa menghadapi UN. Tradisi tryout yang digelar otomatis harus dibedah. “Perlu dipertanyakan tentunya, bagaimana dengan bobot soal yang diberikan. Kalau ternyata masih jauh dengan soal-soal UN, ya perlu dikaji ulang dari guru-guru pembuat soalnya,” ungkapnya.

Perlu digarisbawahi juga, jika selama ini siswa hanya dicekoki satu sampai dua bulan soal-soal menjelang UN, maka ke depan harus lebih dini. Nafas proses pembelajaran tidak hanya mengarah pada peningkatan kompetensi siswa, tapi juga menyiapkan bagaimana siswa bisa lulus di UN. Sebab, kenyataannya UN juga tidak ditolak.

Dari Kota Batu dilaporkan, Kadiknas Kota Batu Mistin mengatakan, angka ketidaklulusan siswa SMA sederajat di Batu sudah sesuai dengan kemampuan diknas, sekolah, dan siswa. ”Diupayakan lulus seperti apapun, kalau siswa tidak mau belajar, ya sulit juga,” kata Mistin yang dihubungi lewat handphone-nya kemarin.

Kendati begitu, Mistin berjanji tahun depan akan mempersiapkan menghadapi UN lebih dini. Salah satunya dengan melakukan pembinaan guru bidang studi. Mereka juga diminta untuk melakukan telaah soal-soal UN serta mengantisipasi kemungkinan soal yang akan keluar dalam UN. Dengan begitu bisa menyiapkan materi untuk para siswa.

Selain itu, mengupayakan pada para siswa agar mereka juga siap sejak awal. ”Semuanya harus bersama-sama untuk berusaha, bukan hanya guru, tetapi juga siswa dan orang tua siswa,” jelasnya. Mistin juga mengakui, kalau target kelulusan tahun ini jauh dari capaian yang dipatok, yaitu 98 persen.

Bagaimana siswa yang tak lulus? Diknas akan menggelar ujian Paket C pada 24 Juni nanti. Dengan begitu, mereka tidak perlu khawatir tidak bisa melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Sebab, sejumlah perguruan tinggi tidak mempersoalkan ijazah paket C.

Ujian paket C ini akan ditempatkan di SD Sisir I dan II. Diknas telah menyiapkan dua sekolah karena yang tidak lulus UN SMA tahun ini di Kota Batu cukup besar, yakni 393 siswa (24,1%). Siswa yang tidak lulus memiliki dua pilihan. Bisa mengulang di sekolah atau mengikuti ujian paket tersebut.

Meski demikian, menurut Mistin, tidak ada jaminan, siswa yang mengikuti ujian paket C mesti lulus. Mereka harus tetap belajar rajin. “Tapi kebanyakan lulus,” ujarnya.

Dia juga meminta agar siswa yang mengikuti ujian paket C tidak rendah diri. Karena, fungsi ijazahnya sama dengan lulusan sekolah pada umumnya. Untuk waktu ujian paket, semua mata pelajaran yang diikutkan dalam UN akan diujikan lagi. Meskipun ada beberapa mata pelajaran dalam UN yang nilainya bagus, tetap harus diulang. Karena, lembaganya sudah berbeda. (hap/lid/war/jpnn)

1 Komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

One response to “Diknas Dituduh Membohongi Masyarakat Soal Ketidaklulusan UNAS

  1. moh muiz

    Oke,…. Pak Tirjo maju, maju tak gentar membela yang benar, pokok nya harus maju pendidikan,…. tidak tahu maju kemana….. yang maju yang mana … mana kemajuannnya…. yang jelas UN menyisakan banyak PR bagi kita semua, inilah pola sistem pendidikan di negara Republik Tetangga, sabar…… sabar……. sebentar lagi menterinya ganti kok, pemilu 2009 sudah dekat, tunggu kebijakan yg baru yaaaaa…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s