Ratusan Siswa Tak Mendaftar UNPK hingga Deadline Kemarin

Diknas Kota Malang memastikan 291 siswa tak lulus ujian nasional (UN) SMA sederajat Kota Malang tak mengikuti UNPK (ujian nasional pendidikan kesetaraan) paket C. Kepastian itu diperoleh diknas setelah bidang pendidikan luar sekolah (PLS) tak mendapat kabar hingga akhir pendaftaran UNPK kemarin malam.

”Karena tak mendaftar, kami pun meninggalkan siswa formal tak lulus UN yang tak memberikan klarifikasi,” tegas Kabid PLS Diknas Kota Malang J.S. Boediono di ruang kerjanya, kemarin.

Boediono menjelaskan, sebenarnya bisa saja PLS menunggu lebih lama siswa pindah jalur itu. Tapi, deadline yang diberikan Dinas P dan K Jatim adalah kemarin pagi. ”PLS sudah memberikan toleransi sejak Senin (16/6) lalu,” ujar dia.

Praktis, tak terdaftarnya 291 siswa tak lulus UN dalam UNPK paket C tersebut mengurangi nominasi yang telah didaftarkan Dinas P dan K Jatim pada BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan). Jika sebelumnya total siswa tak lulus UN sebanyak 1.673 siswa langsung digabungkan dengan UNPK, kini tinggal 1.382 siswa. Rinciannya, peserta IPA 506 siswa dan peserta IPS 876 siswa.

”Siasat awal seperti itu, dengan harapan semua tertampung. Berhubung saat verifikasi ada yang tak ikut, nominasi pun berubah,” beber mantan kabid fungsional diknas itu.

Apakah mereka bisa menyusul setelah deadline pendaftaran UNPK? Boediono menegaskan, diknas tidak mungkin menyusulkan data UNPK baru pasca deadline. Sebab, saat ini proses UNPK sudah sampai tahap pemberian nomor ujian.

Untuk penyusunan nomor UNPK itu, PLS mengirimkan dua tenaga. Hal lain yang dinilai tak memungkinkan menyusulkan data karena dijadwalkan Jumat (20/6) besok soal UNPK akan diambil dari Surabaya. Sementara, jadwal UNPK paket C dibentang 24-27 Juni nanti. ”PLS tak bisa menunggu lebih lama. Kalau memang berminat, bisa mengikuti UNPK tahap II November mendatang,” kata dia.

Sementara, berdasarkan keterangan yang dihimpun PLS, sebagian besar dari 291 siswa tak lulus UN itu tak berminat pada UNPK. Boediono menilai, banyak faktor pemicu ketidakikutsertaan 17,39 persen siswa tak lulus UN ini. Selain alasan kepuasan, pemberitaan seputar statemen BSNP bahwa siswa SMK tak bisa ikut UNPK juga berpengaruh. ”Padahal, semua siswa pindah jalur ini adalah lulus SMA sederajat. SMK termasuk di dalamnya,” tandasnya.

Meski begitu, Boediono menegaskan, UNPK bukanlah langkah satu-satunya bagi siswa tak lulus UN. Pasalnya, kesempatan mengikuti UN tahun depan tetap terbuka. ”UNPK hanya alternatif solusi. Kalau tidak berminat, ya tidak apa-apa,” ucap Boediono. (nen/war/jawapos)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s