Darah PMI Terancam Pemadaman Listrik

Kondisi listrik Malang Raya yang byar-pet (hidup-mati) mengganggu operasional unit transfusi darah Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kota Malang. Kelengkapan generator set (genset) berkapasitas 40 KVA pun tak berfungsi. Sebab pengolahan darah dan reagen (pereaksi kimia) terbuang percuma setiap listrik byar-pet.

Kondisi itu terjadi dalam jangka dua minggu terakhir sejak awal Juni. Markas UTD PMI di Jalan Buring Kota Malang telah mengalami pemadaman hingga lima kali. Dalam lima kali pemadaman itu, sedikitnya tiga kali proses pengolahan darah terganggu. Begitu begitu, UTD PMI tidak sampai membuang banyak darah dan reagen.

“Kami harus mengulangi proses pengolahan. Tetapi cukup mengganggu. Kalau pas banyak kerjaan dan listrik padam mendadak, kami banyak rugi,” ungkap dr Teguh Satriono, Kepala UTD PMI Cabang Malang di ruang kerjanya Kamis (18/6) kemarin.

Teguh menerangkan, pengolahan darah ada tiga jenis. Yakni uji saring, uji silang, dan pemisahan darah. Masing-masing proses itu menggunakan mesin bertenaga listrik. Mesin Elisa merek Davinci untuk uji saring, mesin merek Diamed untuk uji silang, dan mesin refrigerated centrifuge untuk pemisahan darah.

“Konsumsi listriknya besar. Belum lagi almari es tempat menyimpan darah yang harus tetap di suhu 1-5 derajat celsius,” katanya.

Untuk masing-masing mesin pengolah darah itu, operasionalnya butuh waktu 1-6 jam. Oleh karena itu, sangat mungkin saat mesin beroperasi, listrik tiba-tiba padam dan pengolahan pun harus diulang.

“Nyalakan genset juga butuh waktu minimal 10 menit. Ya sudah, kami lebih baik mengulangi proses,” katanya.

Kerugian lain bagi PMI, kata Teguh, adalah ongkos solar yang dikeluarkan. Dalam lima jam pemadaman, setidaknya butuh 20 liter solar. Meski ada biaya pembelian solar, namun pembayaran tagihan listrik tetap tidak banyak berkurang. “Mestinya tagihan listrik juga didiskon,” harapnya.

Bagaimana dengan pelayanan? Teguh mengatakan relatif tidak terganggu. Sebab PMI punya genset berkapasitas besar. Tetapi akan lebih lancar apabila listrik tidak padam.

Sementara, hingga kemarin PLN masih melakukan pemadaman bergilir di beberapa lokasi. Menurut Suharsono, Asmen Distribusi PLN APJ Malang, pemadaman dilakukan karena ada defisit Pembangkit Jawa-Bali sebesar 208 megawatt (MW).

Area Malang kebagian pemadaman 14 MW. Lokasi pemadaman pagi mulai 07.10 yakni penyulang jurusan Wendit, Sumberwuni, Sekarpuro, Tumpang, Rejoyoso, dan Pujon.

Untuk siang harinya mulai pukul 14.00 adalah penyulang jurusan Polaman, Nongkojajar, Banjarejo, Karangploso, dan Sumbermanjing. (yos/ing/jawapos)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s