Angka Tak Lulus UN-SMP Naik 1,3 persen, Kadiknas Anggap Wajar

Di Kota Malang, angka ketidaklulusan SMP naik 1,3 persen dibanding tahun lalu yang hanya 8,8 persen. Tahun lalu, ada sekitar 873 siswa tak lulus dari total peserta 10.674 siswa. Sedangkan peserta UN tahun ini 10.515 siswa. Dengan begitu, siswa tak lulus UN SMP negeri dan swasta Kota Malang mencapai 1.512 siswa (10,01 persen) atau naik 639 siswa.

Dari 23 SMP negeri, hanya 6 sekolah yang lulus 100 persen. Yakni SMPN I, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 6, SMPN 20, dan SMPN 21. Sedangkan 17 SMP negeri lainnya menyisakan siswa tak lulus mulai 1-50 siswa. Angka terendah tak lulus di SMPN 5, 8, 13, dan SMPN 18. Sementara, rekor angka tak lulus tertinggi di SMPN 17 dengan 50 siswa. Total angka tak lulus SMPN 175 siswa. Sementara, 1.337 angka tak lulus dari SMP swasta.

Untuk prestasi terbaik Kota Malang, SMPN 3 tetap tak terkalahkan. Sekolah itu membukukan nilai ujian nasional (NUN) tertinggi 38,30 atas nama Shulton Al Amin SHK. Sedangkan peringkat di bawahnya belum bisa diketahui.

Sayang, hingga kemarin sore, Diknas Kota Malang sebagai pemegang kebijakan tertinggi masih enggan mengeluarkan data kelulusan SMP. Bahkan, saat dihubungi beberapa kali, nomor handphone pejabat diknas tak ada yang diangkat. Tak terkecuali Kadis Diknas Kota Malang Shofwan.

Saat on air dengan salah satu radio swasta Kota Malang, Shofwan memastikan angka tidak lulus UN SMP berada di kisaran 10 persen. Hasil itu menurutnya cukup baik dibanding kelulusan UN SMA sederajat yang mencapai 13 persen lebih. ”Hasil ini masih mending dibanding kelulusan SMA/SMK,” ujarnya.

Shofwan menjelaskan, ketidaklulusan dana percaturan UN adalah hal wajar. Pasalnya, UN adalah sebuah ujian akhir bagi siswa. Pasti, dalam ujian itu ada yang lulus dan tidak lulus. Tahun ini, Kota Malang hanya mampu bertengger di urutan 35 dari 38 kota dan kabupaten di Jatim. Rata-rata nilai UN SMP Kota Malang 26,94. Dengan empat mata pelajaran yang diujikan, rata-rata mata pelajaran Kota Malang hanya 6,74. ”Ini adalah sebuah proses. Jadi, wajar saja,” tandas kepala diknas terlama di Kota Malang itu.

Shofwan mengimbau, masyarakat tidak membandingkan hasil UN SMP Kota Malang dengan kota atau kabupaten lain. Pasalnya, kata dia, Kota Malang konsisten dengan sistem kedisiplinan dan kejujuran dalam UN.

Terpisah, Humas SMPN 3 Sumaryono SPd mengatakan, rekor peringkat tinggi terbaik Kota Malang tersebut seperti mengulang tahun lalu. Sebab, tahun lalu sekolah ini juga membukukan sekolah dengan peringkat terbaik Kota Malang bersama satu sekolah swasta lain. Tahun ini, SMPN 3 menorehkan rata-rata sekolah 34,05 dari empat mata pelajaran atau rata-rata per mata pelajaran 8,5. (nen/hap/yak/gus/war/radar-malang)

4 Komentar

Filed under Malang, Pendidikan

4 responses to “Angka Tak Lulus UN-SMP Naik 1,3 persen, Kadiknas Anggap Wajar

  1. Semoga kita bisa menyikapi dan segera berbenah, karena ternyata banyak sisi kemunduran dari yang terjadi pada generasi muda kita. Pun di dalamnya soal ketidak-lulusan.

  2. […] 1,3 persen dibanding tahun lalu yang hanya 8,8 persen. […] (10,01 persen) atau naik 639 siswa.

    Mas, mbak, itungan statistiknya keknya ada yg salah tuh. Atau kalkulatorku yg error. ;-)

  3. heruyaheru

    nice blog…

  4. Saixandilvr

    Bukan kalkulatorny yg salah .Tp yg mencet tangannya kegedean .Jd salah deh mencetnya :->

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s