Perolehan NUN SMPN 3 Masih Tetap Yang Terbaik

Sulton (kiri) dan temannya.SMPN 3 Malang, masih tetap unggul dalam perolehan nilai Ujian Nasional (NUN) Kota Malang. Untuk rata-rata lembaga, SMPN 3 Malang berada di urutan pertama dari sekolah negeri dan swasta di Kota Malang. Dengan rata-rata NUN siswa 34,05. Disusul dengan SMPN 1 dan kemudian SMPN 5 Malang.
Sementara salah satu siswa SMPN 3 Malang, Sulthon Al Amin Suryo Hadi Kusumo, menjadi pemegang NUN tertinggi Kota Malang dengan nilai 38,30.

Sulthon yang ditemui kemarin saat pengumuman kelulusan mengaku bahagia dengan nilai yang didapatkan. Dia pun optimis bisa lolos ke SMA negeri favoritnya yaitu SMAN 3 Malang.
‘’Keinginan saya setelah lulus adalah mendaftar di SMAN 3 Malang yang sudah berstandar internasional. Semoga dengan NUN ini saya bisa lolos ke sana,’’ ungkapnya.

Sulthon berhasil meraih nilai yang hampir sempurna. Yaitu untuk mata pelajaran Matematika 10,00, Bahasa Indonesia 9,00, Bahasa Inggris 9,85, dan IPA 9,50.

Bagi siswa yang bercita-cita menjadi profesor Matematika itu, soal UN Bahasa Indonesia memang cukup rancu. Tidak seperti soal Matematika yang bisa dikerjakannya dengan mudah.
‘’Soal bahasa Indonesia jawabannya hampir mirip, tidak seperti soal Matematikan yang jawabannya pasti,’’ ungkap siswa yang pernah menjadi wakil di ajang Olimpiade Sains Nasional ini.

Selain Sulthon, ada pula tiga siswa SMPN 3 Malang yang diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang. Dan salah satunya diterima dengan beasiswa penuh yaitu Hendrastantyo. Juga ada satu siswa diterima di SMA Singapura dengan beasiswa atas nama Sarifudin Anzhari Santoso.

Menurut Kepala Humas SMPN 3 Malang, Sumaryono SPd, prestasi yang diraih tidak lepas dari peran guru, orang tua siswa dan manajemen sekolah. Meskipun tahun ini tidak ada siswanya yang lolos hingga propinsi seperti tahun lalu.

‘’Kedepan perlu kerja keras lagi supaya bisa mencetak lulusan yang lebih baik dari sekarang. Karena itu kami terus berupaya meningkatkan pelayanan,’’ ungkapnya.

Sementara di SMPN 17 Malang, tahun ini kembali memberikan kontribusi terbesar pada angka ketidaklulusan untuk SMP negeri di Kota Malang.

Ada 51 siswanya tidak lulus UN. Angka ini memang cukup fantastis untuk kategori SMPN yang seharusnya menjadi panutan bagi sekolah-sekolah swasta. Apalagi pada 2006 lalu, SMPN 17 juga pernah mengalami kegagalan karena 64 siswanya tidak lulus. Namun berhasil ditebus pada 2007 yang hanya menyisakan 15 siswa saja yang tidak lulus.

‘’Guru-guru di SMP kami bisa dibilang guru unggulan, banyak kepala sekolah yang direkrut dari SMP 17. Sehingga kalau untuk SDM guru, kami tidak kalah dengan sekolah lain. Begitupun dengan sarana sudah kami lengkapi. Tapi input yang memang sudah rendah ditambah minimnya kesadaran orang tua akan pendidikan membuat kami ngeri setiap kali akan menghadapi kelulusan,’’ ungkap Kepala SMPN 17 Malang Drs Bambang Widarsono MPd yang ditemui Malang Post di sekolahnya kemarin.

Pria bersahaja ini mengaku kekhawatiran tingginya angka tidak lulus ini ditambah pula dengan kebijakan penambahan jumlah mata pelajaran yang di UN kan dari tiga menjadi empat.
‘’Fakta kelulusan ini sebenarnya sudah kami prediksi, meskipun bekal untuk siswa sudah luar biasa, tapi perilaku siswa kami sendiri yang membuat ngeri. Mereka sangat sulit diatur,’’ sesalnya.

Pria ramah ini menuturkan, dari berbagai program yang sudah dibuat sekolah seperti BBI tidak dipatuhi siswa. Bahkan ada yang nekat lompat pagar dan membolos bimbingan.

Sehingga dari beberapa kali try out, biasanya yang lulus hanya 68 siswa saja dari 223 siswa kelas tiga. Karena itu, sebenarnya pada UN tahun ini sekolah memprediksikan ada 100 lebih siswanya yang tidak lulus. Namun ternyata hanya 51 siswa saja. Itupun 36 siswa adalah siswa laki-laki yang memang sulit diatur. Sementara 15 siswa adalah siswa perempuan.

‘’Kami tidak bermaksud menyalahkan siswa, karena kami sadar harus introspeksi diri. Dan berarti apa yang sudah kami lakukan memang belum optimal,’’ ungkapnya. (oci/avi)
(rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s