Rendahnya Angka Kelulusan Cermin Keroposnya Pendidikan

Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM) meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang tidak hanya mempercantik permukaan kulit pendidikan saja, namun di dalamnya ternyata keropos. Penghargaan hingga tingkat nasional yang acap kali diraih diharapkan tidak menggangu proses belajar mengajar di sekolah.

“Saya melihat Kota Malang ini banyak meraih penghargaan hingga tingkat nasional, baru-baru ini misalnya ada lomba UKS tingkat nasional. Kami berharap prestasi nasional ini tidak sampai membuat pembelajaran yang terpenting jadi tertinggalkan,” ungkap Sekretaris DPKM Kota Malang Drs Mistaram M.Pd saat dimintai komentar mengenai angka kelulusan UN Kota Malang kemarin.

Pria yang juga dosen Universitas Negeri Malang (UM) ini menuturkan akhir-akhir ini memang Kota Malang banyak disibukkan dengan kegiatan yang bersifat kejuaraan. Seperti lomba UKS Nasional, lomba Gugus SD Nasional yang pada pelaksanaannya melibatkan ribuan siswa.

Kesibukan untuk lomba ini bisa jadi akan mempengaruhi psikologis siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Hal ini ditegaskannya akan menjadi salah satu poin yang akan dibicarakan bersama dengan Disdik Kota Malang.

“Kami ini kan tugasnya hanya sebagai analisis saja. Jadi kami akan mencoba melihat, kalau memang kegiatan itu berpengaruh pada pembelajaran siswa harus segera dicair jalan keluarnya. Sebab bagaimanapun juga prestasi itu juga penting,” ungkapnya.

Soal angka ketidaklulusan dalam UN yang masih tinggi menurutnya tidak mengejutkan DPKM. Sebab sejak awal, DPKM dan Disdik Kota Malang bersama para kepala sekolah sudah komitmen untuk melaksanakan UN berdasarkan kualitas.

Artinya tidak ada rekayasa seperti daerah lain yang berkomitmen agar bisa lulus seratus persen. Akibatnya tahun ini Kota Malang pun tidak bisa menjadi yang terbaik di tingkat propinsi. Hanya saja ia berani menjamin, bahwa output siswa Kota Malang akan terlihat paling menonjol jika di perguruan tinggi nanti.

‘’Meskipun Kota Malang tidak berprestasi dalam UN, tapi di perguruan tinggi biasanya anak-anak dari Kota Malang ini akan jauh lebih bagus dari kota yang lain,’’ tegasnya.

Ditambahkannya, yang terpenting saat ini harus dilakukan para pendidik di Kota Malang adalah memperbaiki proses pendidikan yang ada. Terutama di sekolah swasta yang selalu menyumbangkan angka ketidak lulusan yang cukup tinggi.

Senada dengan DPKM, Forum Komunikasi Guru (FOKUS Guru) Kota Malang pun memandang Kota Malang terlalu mengejar target kejuaraan nasional.

Menurut Humas FOKUS Guru Ir Bibit Purwanto, Disdik Kota Malang harus mawas diri. Jangan hanya menonjolkan pendidikan ekstra sehingga pendidikan di dalam tidak mendapat perhatian yang cukup.
Karena itu Fokus Guru meminta semua pihak yang terlibat dalam pendidikan di Kota Malang mawas diri. Mulai dari Kepala Disdik, Kepala Sekolah maupun guru harus melakukan evaluasi terhadap hasil UN Kota Malang. Termasuk hasil UN SMP yang angka ketidaklulusannya meningkat dari tahun lalu.

‘’Hasil UN tahun ini sama sekali tidak sesuai dengan harapan. Seharusnya Kota Malang bisa mencapai nilai yang lebih bagus dibandingkan yang dicapai saat ini,’’ ungkapnya.

Bibit pun menyayangkan sikap Disdik Kota Malang yang tertutup soal hasil UN siswanya. Padahal sudah menjadi rahasia umum bahwa angka ketidaklulusan cukup tinggi, namun mungkin saja Disdik malu mengungkapkannya. (oci/avi) (Rosida/malangpost)

3 Komentar

Filed under Indonesia, Malang, Malang Raya, Pendidikan

3 responses to “Rendahnya Angka Kelulusan Cermin Keroposnya Pendidikan

  1. Sungguh ironis memang…tetapi saling menyalahkan tentu bukan solusi. Introspeksi dan berbenah diri lebih utama. Agar kualitas pendidikan dapat ditingkatkan. Dan semoga!

  2. wahh. artikel ini panas mata, dan akhirnya lelehkan tangis.
    semoga ada yg bisa diperbaiki dlm waktu mendatang.
    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s