Buku Pelajaran Digratiskan Depdiknas, Tahap Awal 49 Buku, Agustus 200 Buku

Siswa-siswi SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK bakal tak kesulitan lagi mendapatkan buku-buku pelajaran sekolah. Mereka pun bisa mendapatkan 200 buku pelajaran secara cuma-cuma dengan mengunduh (download) di situs Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).

Kemudahan itu bisa terwujud setelah Senin (23/6) kemarin Depdiknas meluncurkan program buku pelajaran murah untuk siswa. Buku dalam bentuk elektronik (e-book) ini diberikan secara cuma-cuma pada seluruh siswa dan masyarakat karena hak ciptanya sudah dibeli seluruhnya oleh pemerintah. Namanya buku sekolah elektronik (BSE).

Dalam rilis Depdiknas yang didapat Radar kemarin, Mendiknas Bambang Sudibyo menegaskan, buku teks pelajaran murah yang diluncurkan itu sudah dibeli hak ciptanya dari penulisnya oleh Depdiknas. Sehingga, siswa dan masyarakat bisa memilikinya tanpa izin dari penulisnya.

”Untuk tahap pertama ini ada 49 buku yang sudah dibeli hak ciptanya oleh Depdiknas. Sampai Agustus 2008, kami menargetkan akan membeli 200 buku pelajaran SD-SMA,” jelas Bambang usai Sosialisasi Buku Teks Pelajaran dan Sistem Informasi Manajemen Keuangan di Gedung Depdiknas, Jakarta, kemarin.

Buku-buku itu, jelas Bambang, sudah memenuhi standar pendidikan nasional. Kelayakannya sudah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sehingga, konten dan keabsahannya sudah tidak usah diragukan lagi.

Bagaimana mendapatkan buku-buku itu? Buku-buku yang disediakan Depdiknas itu bisa diambil secara gratis oleh siswa dan masyarakat di situs http://bse.depdiknas.go.id. Dalam situs itu siswa bisa membaca langsung e-book yang disediakan. Atau jika ingin download bisa langsung dilakukan dengan mengisi persyaratan yang dibutuhkan administrator situs tersebut.

Buku-buku yang bisa di-download dan dibaca di situs tersebut untuk sementara hanya sekitar 49 buku SD-SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, ilmu sosial. Buku-buku itu untuk kelas 1-6 SD sederajat, kelas 7-9 SMP sederajat, dan kelas 10-12 SMA sederajat.

Cara lain, selain akses langsung dengan situs tersebut, dalam waktu dekat ini sejumlah lembaga akan membuat seri e-book mata pelajaran yang ada dalam situs tersebut. Depdiknas bersama lembaga-lembaga ini akan bersama-sama menyosialisasikan buku murah itu dalam keping CD.

”Dalam sosialisasi Depdiknas, lembaga independen diminta membantu sosialisasi ini. Khususnya untuk memberikan kemudahan siswa mendapatkan akses buku murah,” ujar Pitoyo Widhi Atmoko, direktur Edu Media Nusantara, yang menjadi salah satu partner Depdiknas dalam menyosialisasikan ICT for Education, saat dihubungi via ponselnya kemarin.

Untuk sasaran sosialisasi, lembaga partner Depdiknas akan menyebarkan ke seluruh sekolah SD-SMA. Baik dalam bentuk CD maupun dengan media handphone (HP) sehingga HP siswa bisa digunakan juga untuk belajar. ”Ini kami sudah menyiapkan meterinya. Minggu depan mudah-mudahan sudah bisa dinikmati sekolah yang akan mempersiapkan tahun ajaran baru,” ujar Widhi.

layanan hosting indonesia

Dihubungi terpisah, anggota BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Prof Ali Saukah menambahkan, e-book ini ke depan tak akan menjadi buku pengganti. Tapi, sebagai pelengkap saja. Dengan begitu, sekolah-sekolah bisa tetap menggunakan bahan ajar lama dan melengkapi bahan dari fasilitas itu. ”Ketersediaan IT di Indonesia belum merata. Selain itu, budaya IT juga belum terbentuk,” kata Ali yang dihubungi via ponselnya kemarin.

Karena itu, lanjut guru besar Sastra Inggris Universitas Negeri Malang (UM) ini, peran buku teks cetak di negeri ini masih sangat diperlukan. ”Akses e-book memang lebih fleksibel,” tambahnya.

Disinggung soal standar buku, Ali menjelaskan, bahan ajar tersebut lebih ditekankan pada penyesuaian standar isi. Sebab, sesuai nafas KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan), guru harus mengembangkan kurikulum sendiri. Finalnya, tersusun bahan ajar dengan tujuan akhir pemenuhan standar isi dan kompetensi dasar. ”KTSP hanya konsepnya. E-book ini sebagai acuan standar isi,” tandas mantan direktur program pasca sarjana UM ini.

Tak Berdampak pada Toko Buku

Johan Budhie Sava, pemilik Toko Buku Togamas mengatakan pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan adanya peluang akses materi buku ajar dari SD-SMA secara online di website depdiknas. Sebab, selama ini toko buku miliknya tidak pernah terpengaruh akan penjualan buku-buku sekolah.

“Setiap tahun ajaran baru, toko buku kami tidak terlalu memiliki omzet yang besar. Paling tidak, omzet bisa mencapai 10 persen saja. Ini karena buku sekolah lebih banyak didrop langsung oleh penerbit ke sekolah,” kata Johan, kemarin.

Namun demikian, Johan menyambut baik program baru pemerintah itu. Karena seluruh siswa di Indonesia mudah memeroleh buku ajar, tanpa harus terlalu mahal membeli buku pelajaran sekolah. Ia mengkhawatirkan untuk mencetak tulisan melalui printer, biayanya akan jatuh lebih mahal. Apalagi kalau nantinya akan difotokopi, pasti akan jauh lebih mahal.

Dampak dari program baru ini? Ia menganalisis akan terjadi fenomena baru, yakni banyak percetakan lokal yang memanfaatkan kondisi ini. Seperti buku cetak aturan pemerintah undang-undang, selama ini percetakan boleh mencetak dengan bebas lalu dijual sendiri, tanpa harus ke penerbit. Harganya juga murah.

Hal ini juga akan terjadi, pasca diberlakukannya aturan buku online itu. “Percetakan akan mudah mencetak dan menjualnya langsung di toko buku dan menjualnya secara bebas. Buku hasil print out percetakan bisa dijual di toko buku atau di kaki lima,” papar dia.

Senada diungkapkan oleh Subali, store manager Gramedia Basuki Rahmat. Ia mengungkapkan tidak akan terjadi dampak terlalu signifikan atas diberlakukan buku online Depdiknas. Selama ini, siswa sekolah sudah mendapatkan buku dari sekolah karena telah bekerja sama dengan penerbit. Padahal, penjualan buku oleh penerbit di sekolah merupakan perbuatan yang dilarang pemerintah. “Jadi, penjualan buku sekolah bukan utama di Gramedia sehingga dampaknya tidak terlalu berpengaruh,” ujar Subali.

(nen/lia/war/radar-malang)

26 Komentar

Filed under Indonesia, Pendidikan

26 responses to “Buku Pelajaran Digratiskan Depdiknas, Tahap Awal 49 Buku, Agustus 200 Buku

  1. T’robosan jitu buat Depdiknas.
    Tapi, E-book didesain untuk “kalangan tertentu” yg sudah mapan. HP ,kompi dan printer sebagai alat bantunya masih relatif mahal.
    Semoga Depkominfo mendukung dengan program 1 juta internet gratis di sekolah.

  2. Terima kasih Depdiknas.
    Kami menyambut baik ide depdiknas melalui
    E-book nya, dengan membeli hak cipta dari pengarangnya. Namun sayangnya tidak dibarengi dengan perangkat untuk mengaksesnya yaitu komputer dan jaringan internetnya. Masalahnya kalo harus download dan ngeprint sendiri malah jauh mahal. Bagaimanapun program ini masih belum akrab bagi siswa di pedesaan yang belum kenal komputer dan internet. alangkah bagusnya jika Pemkab di seluruh Indonesia mendukungnya dengan dengan memberikan komputer gratis ke sekolah dan juga jaringan internetnya.

  3. suciptoardi

    seperti biasa, pemerintah selalu mengeluarkan kebijakan dengan ketidaksiapan di sisi lainnya…

  4. ide pemerintah bagus juga, bisa membantu pelajar mendapatkan buku pelajaran.

  5. Agak susah juga ternyata downloadnya.. thanks for the info

  6. salut untuk pemerintah untuk mencerdaskan bangsa. saya harap buku itu sudah sesuai standarisasi sesuai level SD, SMP, SMA, dan bakunya buku ini diharapkan sekolah mengunakan buku ini dalam proses belajar mengajar agar tidak mubasir karena dana pengadaan buku tidak sedikit….. jadi kata lain buku yang dikeluarkan harus buku yang bermutu yang mengandung unsur-unsur nilai pendidikan, moral dll…………. amin

  7. Semoga ide yang cemerlang ini juga mudah dalam mengaksesnya. Gratis pula :P

  8. saya tentu berbahagia sekali dengan terobosan ini. mudah2an ini jangan dipolitisir oleh kelompok – kelompok tertentu sebagai suatu gebrakan pada pilpres. mari kita jadikan buku itu sebagai teman dalam berkarya.
    wassalam
    bur

  9. Ping-balik: Download Gratis Buku Pelajaran SD dari BSE Depdiknas « Nice Indonesian

  10. Ping-balik: download-gratis-buku-pelajaran « Insun Medal

  11. darto

    tapi kenapa kalau saya mo buka selalu failed yah………..

    Connection to server bse.depdiknas.go.id failed (The server is not responding.)

    yang masalah dari sayanya atau mana neh…………..

  12. Ping-balik: Download Gratis Buku Pelajaran SD dari BSE Depdiknas « Catatan Si Pay

  13. bismillah,…
    makasih buat pemerintah yang mengeluarkan fasilitas gratis….
    tapi fsilitas downloadnya tolong dipermurah

  14. kikiyuwantika

    terima kasih buat pemerintah yg sdh memberikan fasilitas gratis,semoga dipikirkan secara matang kembali,di lihat dr berbagai aspek lg,ga asal-asalan..
    untuk depdiknas smoga sosialisasinya lebih intensif ke sekolah2 dan dibarengi tentunya dengan fasilitas serta perangkatnya.kan ada anggaran pendidikan .gimana??indonesia mau maju kan?

  15. Ping-balik: Download Gratis Buku Pelajaran SD sampai SMA/SMK dari BSE Depdiknas « Naufallathif’s Weblog

  16. saya sangat setuju sekali dengan program pemerintah kali ini. dengan begitu rakyat yang kurang mampu pun juga bisa mendapatkannya.

  17. dengan adanya ini sangat membantu sekali dan dapat membuat banyak orang untuk belajar labih giat lagi

  18. Juliastuti Saptarini Jogja

    Allow Pustekom, salam dari Yogyakarta, saya tahu betapa Pustekom berusaha keras membuat program buku elektronik ini berhasil, banyak kendala tentu, dan lebih buaaanyak lagi kritikan di media masa hubungannya dengan program bse nih, bagaimana pak Wes dkk berusaha menyempurnakan server bse supaya download bukunya bisa mudah n cepat.
    Pokoknya tetap semangatlah, server lama download pertama dulu sampai lebih dari 10 menit, yg sekarang lebih okey cuma sekitar 5 atau 6 menitlah. harapan saya pribadi tentu masyarakat lebih bersabar karena bse.depdiknas.go.id baru saja diluncurkan, jadi wajarlah kalau masih dalam tahap penyempurnaan. Terus maju Pustekom dengan program 2x nya untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
    Ganbate kudasai pak Wes, maju terus, hidup bse

  19. Ide Depdiknas mengenai buku gratis patut di-acungin jempol. Tapi ternyata buku tersebut (khususnya SD) pakai penerbit lain (Erlangga + Yudhistira)… alias Depdiknas = Bo’oooooong!!.
    Depdiknas = mubazir.

  20. harie

    gimana sich cara mendownloadnya ????
    atas bantuannya terima kasih

  21. Ping-balik: Belajar dan belajar blog » Blog Archive » download-gratis-buku-pelajaran

  22. KOLILI

    IDE BAGUS DENGAN BUKU ONLINE ATAU E-BOOK BISA SEDIKIT NGIRIT TAPI JUUUUAAAAUHHHHHH LEBIH BAGUS LAGI KALO SITUSNYA DIPERBAIKI DULU BIAR SEMUA BISA NGE DOWNLOAD PERCUMA ADA E-BOOK KALO GAK ADA YANG BISA DI DOWNLOAD TAPI JANGAN KAN DI DOWNLOAD DIBUKA AJA SUSAHNYA MINTA AMPUN!!!!!!!!!!!!!!!!

  23. Shan

    terlambat yaaa… sekolah sudah mewajibkan buku2 yg hrs dibeli dari sekolah..dan wali murid sudah terlanjur hutang sana-sini buat beli ya?
    trus…keuntungannya apa? sebelum mencanangkan sesuatu lebih baik diperiksa setiap sekolah dimalang dari SD s/d SMU..kebanyakan mewajibkan membeli buku dari sekolah..
    dibereskan dulu dari dasar ..program ini baik sekali, tapi lebih baik lagi jika sekolah2 ditindak dahulu agar tidak seenaknya menentukan DPP, iuran BP3, pembelian buku,dan pungutan2 lain, bahkan form pendaftaran dijual untuk SD negeri…satu form 10.000….. bagaimana ini diknas.. apa ini memang sarana jual-beli form?
    dan msh byk lagi pungutan2 liar

  24. Shan

    bagaimana dengan kota malang…?
    yang notabene kota pendidikan..tapi pendidikannya amburadul.. byk yg tdk bisa sekolah karena DPP,harga buku ,dan iuran BP3 ,n pungutan lain..
    setuju sekali..ide Depdiknas sangat bagus
    tapi sekolah SD-SMU di malang kebanyakan tidak mengacuhkan..mohon di tilik kembali… spt apa sbnarnya yg terjadi di setiap sekolah negeri yg slalu jadi favorit..???? yg akhirnya jadi ajang bisnis pendidikan..

  25. bachtiar

    lagi jaman sambat yoh pak buk….seiring dengan banyaknya orang yg mencerca dan menghujat diknas (goverment) masih ada juga sodara2 kita yang berjuang..mensiasati hal2 ini dengan perbuatan nyata..pokoknya kembali ketujuan utama..edukasi untuk anak bangsa..ndak masalah mboh diakali mboh digoblogi mboh dikorupsi (duso ne dewe2) pokoke tujuan awal kita fighting for better education….contohnya anak2 UI sudah mengusahakan mirror buat download buku2nya d http://kambing.ui.edu/bse/pdf/ (sekali lagi mungkin cuman yg punya komputer dan internet yg bisa menikmati) gimana kalo bapak ibuk d malang ini (yang peduli) kita urunan saja nyetak bukunya (alakadarnya) terus yang punya usaha offset/percetakan monggo amal nyetakin bukune dengan kualitas terendah..pokoke iso digae sinau anak2-e….huehehe.. sekedar saran…sing antri mlebu neroko jarno ae wis ora usah diilingno…. *mugo2 sohfwan dkk moco komentar iki*

  26. Rudi Harsono

    Hormat saya untuk Bapak Menteri DEPDIKNAS.
    saya sangat mendukung dan mengharapkan program ini dapat berjalan stabil dan tetap exist, tidak sampai hilang begitu saja setelah adanya pergantian menteri baru. Kita bisa upayakan bersama bagaimana program ini dapat semakin marak, hightech, dan lebih ter INFO secara lebih baik ke seluruh daerah di Indonesia. Tolong Pak Menteri bisa lebih hangat lagi memberikan iklan2 nya tentang BSE ini dan lebih berkesinambungan. Kalo perlu, ada iklan tetapnya di semua Televisi swasta di negeri kita Pak.
    Program ini sangat terpuji, dan salut sekali buat Pak Menteri serta jajarannya yang begitu inspiratif. Mohon maaf jika ada kata yang salah.
    Terima kasih atas perhatian semua
    wslm
    wasslam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s