Buntut Pungli Berujung Kecelakaan Maut, Walikota Batu Didesak Copot Kepala Kahub

A. RudiantoKalangan masyarakat Kota Batu geram dengan sikap petugas LLAJ dari Kantor Perhubungan Kota Batu yang menjadi penyebab terjadinya insiden maut bus pariwisata. Mereka mendesak agar Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, mencopot A. Rudianto sebagai kepala Kantor Perhubungan (Kahub) Kota Batu dan mereformasi secara total sistem di Kahub Kota Batu.

Al Ichwan dari Pos Pengaduan Kota Batu menegaskan, perombakan total harus dilakukan wali kota terhadap Kahub Kota Batu. Parahnya lagi, kepala Kahub dan stafnya yang terlibat langsung dalam insiden maut itu tidak jujur kepada wali kota sebagai pimpinannya. Dengan menjelaskan Kahub tidak terlibat dalam kejadian itu.

Padahal, banyak masyarakat Kota Batu yang mengetahui kecelakaan itu berasal dari staf LLAJ yang memberhentikan bus. Karuan saja, hal ini juga membuat wali kota geram dengan sikap stafnya itu.

‘’Harus ada perombakan total dalam tubuh Kahub Kota Batu. Tidak hanya kepalanya saja yang diganti, sistemnya juga harus dirombak secara menyeluruh. Praktek pungli yang dilakukan dengan dalih retribusi sudah sejak lama terjadi,’’ kata Al Ichwan kepada Malang Post, kemarin.

Praktik pungli itu sendiri, kata dia, itu sudah lama dilakukan menurutnya, bukan tidak mungkin pimpinan di Kahub sudah mengetahui hal itu.

Tapi, mereka sengaja tutup mata atau sudah tahu sama tahu. Sehingga mereka membiarkan pungli marak dilakukan stafnya yang berada dilapangan.

Pengawasan terhadap Kahub juga harus dilakukan. Pungli yang marak karena lemahnya pengawasan yang dilakukannya. ‘’Saya yakin wali kota dapat melakukan perombakan total terhadap Kahub, momen penataan SOTK yang baru dapat menjadi langkah awal untuk merombakan secara total,’’ ungkapnya.

Masyarakat Peduli Indonesia (MPI) Komid SBY Kota Batu mendesak wali kota segera mencopot kepala Kahub Kota Batu dari jabatannya.

Mereka mendatangi Ditjen Perhubungan Darat di Jakarta pada 12 Juni lalu untuk melaporkan perilaku LLAJ di Kota Batu hingga terjadi insiden maut itu.

Hasilnya, pungutan retribusi bus pariwisata dan lainnya melanggar aturan. Sejak tahun 2006 lalu, pungutuan retribusi di ruas jalan tidak boleh dilakukan sesuai dengan surat No. KU.302/172/21 PHB-2006. ‘’Wali Kota Batu harus segera mencopot kepala Kahub Kota Batu,’’ tegas Ketua Komid SBY Kota Batu, Alex Yudawan.

Sementara itu, Pemkot Batu belum dapat menentukan sanksi yang akan diberikan kepada kepala Kahub dan Hendra yang statusnya akan dinaikan menjadi tersangka insiden maut itu.

Melalui juru bicara wali kota, Eko Suhartono, Pemkot Batu masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan aparat penegak hukum dalam kasus itu. ‘’Kami akan mengambil langkah setelah ada kepastian hukum dari aparat penegak hukum terkait keterlibatan PNS dalam kasus itu,’’ terang Eko.
Namun sumber Malang Post di Pemkot Batu, Badan Pengawas (Bawas) telah memeriksa Hendra, staf LLAJ yang akan menjadi tersangka dalam insiden maut itu.

Pemeriksaan Hendra telah dibuat berita acara sebagai bahan laporan kepada wali kota. Track record Hendra selama mengabdi di Kota Batu memang tidak baik.

Sebelum kejadian itu, Bawas pernah melakukan BAP terhadap Hendra karena mangkir kerja selama 1,5 tahun. ‘’Bawas selalu mengikuti perkembangan kasus Hendra. Semua yang terlibat dalam insiden itu telah dilakukan pemeriksaan,’’ tandasnya. (aim/avi) (Muhaimin/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Batu, Malang Raya, Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s