Cukai Rokok untuk Kendalikan Perokok

Gagasan Pemkot Malang membuat kawasan bebas asap rokok di fasilitas umum seperti terminal dan stasiun kereta api (KA) mendapat dukungan. Pengelola Stasiun KA Kota Baru, siap mendukung program kompensasi pembagian cukai rokok itu. Hanya saja khusus di terminal penumpang masih butuh waktu untuk merealisasi gagasan ini.

Wakil kepala Stasiun KA Kota Baru Sujoto menyatakan setuju bila gagasan bebas asap rokok diterapkan di Stasiun Kota Baru. “Kalau itu program pemerintah, tentu saja kami mendukung karena ini baik untuk kepentingan bersama,” kata Sujoto kemarin.

Alasan lainnya, karena program ini untuk mendukung kesehatan masyarakat. Selain itu lanjut dia, program ini sekaligus untuk menciptakan lingkungan yang bersih. Selama ini kata Sujoto, karena kebiasaan merokok penumpang KA yang sulit dikendalikan, puntung rokok pun berserakan dalam kawasan stasiun. Kesadaran masyarakat membuang puntung rokok pada tempatnya masih sangat rendah.

“Selama ini, puntung rokok jadi salah satu persoalan kebersihan di sini. Puntung rokok sampai dibuang ke rel kereta api dan juga pot bunga,” kata dia sembari menunjukan puntung rokok yang berserakan dalam pot bunga hias.

Untuk merealisasi gagasan ini, pengelola Stasiun KA Kota Baru sudah menyiapkan konsep penataan ruang bagi perokok. Misalkan kata Sujoto, peron satu untuk penumpang dijadikan sebagai kawasan bebas rokok. Sedangkan peron dua untuk perokok.

Secara terpisah, Kadis Perhubungan Nanang Winarto mengatakan, membutuhkan waktu untuk menjadikan terminal sebagai kawasan bebas rokok. Alasannya kata dia, merubah perilaku merokok masih sulit.

“Program ini memang baik. Karena demi kesehatan masyarakat dan dan juga kenyamanan lingkungan. Tapi masih perlu waktu dan ada tahapannya. Diantaranya sosialisasi. Hal ini penting karena merubah perilaku perokok tentunya sulit, apalagi di tempat umum seperti terminal,” jelasnya.

Menurut Nanang, bila menerapkan program bebas rokok di kawasan terminal diperlukan adanya perda yang mengatur dengan tegas. Dalam perda ini juga diatur sanksi bagi yang melanggar sehingga ada tindakan bagi pelanggarnya.

Sekedar diketahui, pemkot sedang menggagas adanya kawasan bebas rokok di fasilitas umum seperti terminal dan stasiun KA. Gagasan ini sebagai salah satu persyaratan penggunaan anggaran bagi hasil cukai rokok yang diterima Kota Malang sebesar Rp 4.050 Miliar untuk tahun ini.
(Vandri Van battu/malangpost)

1 Komentar

Filed under Indonesia, Malang

One response to “Cukai Rokok untuk Kendalikan Perokok

  1. Bagus sekali jika ada pembagian area merokok. Di Jerman hal itu sudah diterapkan sejak lama.

    FYI, terima kasih atas berita ini dan gambar Bp. Sujoto, pakde saya, yg baru saja meninggal 11 Oktober 2008 lalu.

Tinggalkan Balasan ke Vania Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s