Ingin Masuk SBI, Siapkan Dana Lebih Besar

Kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang yang melarang adanya tarikan sumbangan hingga September nanti, langsung direspon di sekolah-sekolah.

Meskipun sebenarnya banyak dana sekolah terserap untuk penerimaan siswa baru (PSB), namun belum ada yang berani melakukan tarikan. Bahkan kalau di SDN Kauman I yang SBI berani menyodorkan komitmen kemampuan orang tua, SMAN 3 Malang mengaku lebih pada wait and see.

‘’Kami belum memikirkan apapun mengenai sumbangan ini. Karena sudah jelas ada aturan kalau belum ada tarikan,’’ ungkap Kepala Program SBI SMAN 3 Malang, Abdul Tedy Rahman kepada Malang Post.
Kalaupun dalam seleksi siswa jalur tes nanti ada tes wawancara antara sekolah dengan orang tua, menurutnya sama sekali tidak berhubungan dengan biaya.

Dalam wawancara itu, sekolah hanya menagih komitmen orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya di sekolah bertaraf internasional (SBI).

Meskipun Tedy tidak mengelak kalau ujungnya tentu akan berhubungan dengan dana. Sebab untuk komit di SBI, orang tua harus memikirkan dukungan sarana untuk anaknya. Misalkan saja untuk melancarkan komunikasi bahasa inggris, anak diikutkan dengan bimbingan belajar atau kursus di luar.

Pria berkumis tebal ini mengakui, biaya penyelenggaraan sekolah berstandar SBI memang tidak sedikit. Sebab ada beberapa standar pelayanan yang harus dipenuhi untuk menuju standar ideal.
Misalnya saja tenaga guru di sekolah SBI yang disyaratkan minimal 30 persen bergelar S2. Soal sarana penunjang, menurut dia siswa diharapkan bisa cepat mengakses informasi secara luas.

‘’Yang punya kemampuan membeli laptop lebih baik memang melengkapi dengan sarana itu. Namun bagi yang tidak punya, sekolah menyediakan fasilitas dua lab komputer yang bisa diakses internet gratis hingga pukul 17.00 WIB,’’ ungkapnya.

Tedy menegaskan fasilitas-fasilitas itulah yang kemudian membuat sekolah ini tidak murah. Walaupun menurutnya tetap ada komitmen untuk subsidi silang siswa yang tidak mampu.
Tedy mengatakan, hingga saat ini SMAN 3 Malang baru memulai tahap pendaftaran saja. Itupun tahun ini gratis sesuai dengan aturan Disdik.

Walaupun diakuinya kebijakan penggratisan ini cukup menyulitkan sekolah. Sebab alokasi biaya Rp 150 ribu yang diberlakukan sebelumnya sebenarnya akan dipergunakan untuk keperluan seleksi. Mulai dari tes psikologi, komputer dan lainnya.

Meski DPRD menghimbau agar seleksi gratis, namun sekolah tetap komit dengan pelayanan. Seleksi akan tetap dilaksanakan sesuai dengan standar ketentuan Depdiknas.

Sementara hingga kemarin formulir yang diambil di SMAN 3 Malang untuk jalur tes sudah mencapai 196 formulir. Pendaftaran akan dibuka hingga 28 Juni nanti. Hanya saja, tetap banyak pendaftar dari luar kota yang mencoba keberuntungan untuk bisa masuk ke SMA di Kota Malang. Mereka nantinya, harus bersaing dengan siswa-siswa yang memang berasal dari Kota Malang. (oci/avi) (Rosida/malangpost)

1 Komentar

Filed under Malang, Pendidikan

One response to “Ingin Masuk SBI, Siapkan Dana Lebih Besar

  1. Dulu hanya ada N dan S, Negeri dan Swasta, dan sekarang tambah “rumit”, SSN, SBI, S-Plus.
    Adakah sekolah gratis yg berlebel SSN, SBI dan S-Plus?

    Ya…. sekolah emang butuh biaya, tapi apa konsepnya seperti itu?

Tinggalkan Balasan ke namakuananda Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s