Standar Diturunkan, UNPK Tak Sesulit UNAS

SUASANA kompleks Madrasah Terpadu di Jalan Bandung, siang kemarin, berubah ramai dengan ribuan siswa berseragam abu-abu putih.

Siswa ini adalah para peserta ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) paket C yang tidak lulus ujian nasional (UN) SMA. Hari pertama ujian kemarin, siswa harus menyelesaikan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan (Pkn) dan Bahasa inggris.

Tepat pukul 13.00 WIB, bel tanda ujian dimulai berdering. Beberapa peserta ujian tampak tergesa-tegas memasukkan motor ke dalam halaman parkir MIN Malang I. Saat Malang Post mencoba mendekati, ada yang tergesa-gesa pergi dan menutupi nama asal sekolah mereka yang terpampang di seragam.

‘’Jangan difoto lho mbak, saya malu,’’ ungkap seorang siswa laki-laki dan langsung berlari meninggalkan Malang Post. Ternyata meskipun mereka mengikuti Paket C, namun jauh di lubuk hati mereka ada rasa malu. Malu karena tidak berhasil menyelesaikan UN yang tahun ini standarnya 5,25.

Beberapa menit berlalu, tampak beberapa peserta yang awalnya serius mengerjakan soal berseliweran keluar ruangan. Di jam pertama kemarin mereka mendapatkan soal Pkn.

Saat ditanya alasannya ke kamar mandi. Salah satu yang ditanya mengaku soal UNPK ini rupanya tidak sesulit UN yang mereka hadapi. ‘’Soalnya gampang mbak, tidak seperti soal UN. Mumet,’’ tutur salah satu peserta.

Di jam ke dua yaitu saat mata pelajaran Bahasa Inggris, juga tak tampak ada wajah-wajah tegang. Setidaknya 13 peserta ujian di ruangan kelas MIN Malang I kemarin tampak begitu santai menghadapi soal-soal ujian di hadapan mereka.

Bahkan sesekali mereka bercanda dengan teman di belakang bangkunya. Sementara salah satu penjaga tampak terkantuk-kantuk di meja depan kelas. Salah satu siswa yang duduk di dekat jendela bahkan sempat ngobrol dengan Malang Post di tengah suasana ujian.

‘’Mau motret ya mbak, jangan ya mbak. Malu saya,’’ ungkap salah seorang siswa laki-laki yang berasal dari SMK Kartika V. Ia pun enggan menyebutkan namanya saat ditanya.

Hanya saja ia mengakui menyiapkan UNPK ini dengan matang. Bahkan ia rela merogoh kocek hingga Rp 500 ribu untuk mengikuti paket intensif di lembaga bimbingan belajar (LBB).

‘’Saya meminta orang tua untuk mengikutkan saya les di Primagama. Hanya seminggu saja saya les, karena pengumuman kelulusan dan jadwal UNPK ini mepet sekali,’’ ungkapnya.

Sekitar pukul 16.30 WIB peserta UNPK keluar dari ruang ujian. Hari pertama sudah berlalu dengan lancar. Masih ada tiga hari lagi ujian yang harus ditempuh siswa ini.

Harapan besar tersirat dari rona wajah lelah siswa-siswa kurang beruntung ini. Semoga UNPK tidak menggoreskan luka lagi bagi ribuan siswa SMA hanya karena gagal di ujian beberapa jam saja. Sementara sudah cukup panjang proses pembelajaran yang diterima di sekolah untuk kematangan pengetahuan mereka. (lailatul rosida/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s