Besaran BLT Dipangkas Demi Warga Miskin yang Tak Terdata

Warga penerima BLT Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso menyerahkan sebagaian BLT kepada Ketua RT 15 Abdul Karim, untuk dibagikan kepada warga miskin yang tak mendapat BLT, kemarin.
Sekitar 12 warga penerima BLT (bantuan langsung tunai) RT 15 Dusun Kali Malang Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso terpaksa dipangkas nilainya. Besarnya Rp 55 Ribu per orang dari nilai total Rp 300 Ribu.

Menurut Kepala Dusun Kali Malang Masrukin, 55 tahun uang itu dikumpulkan untuk 14 warga miskin di RT-nya namun tidak mendapat jatah BLT. Dikatakannnya, pemangkasan BLT itu dilakukan melalui musyawarah dipimpin Kepala Dusun dan masing-masing Ketua RT.

Masrukin mengatakan setidaknya delapan warga miskin di RT-nya yang belum mendapat BLT. Delapan warga tersebut tercatat dalam daftar warga miskin namun tercoret dari daftar nominatif Kantor Pos. Padahal mereka termasuk kategori miskin, berpenghasilan rendah dan bekerja sebagai buruh cangkul sawah.

“Satu dusun sini, delapan yang tidak masuk daftar nominatif tahun ini, padahal mereka masih miskin. Namun mereka masuk di daftar Rumah Tangga Miskin Penerima KKB dari Pemkab Malang,” terangnya.
Menurut Masrukin, disamping delapan warga tersebut, di dusun itu masih terdapat puluhan warga miskin yang belum mendapatkan BLT.

Supaya tidak muncul gejolak, pihaknya berinisiatif menyumbangkan sebagin uang penerima BLT. Namun sebelum BLT dipangkas, inisiatif tersebut dibahas dalam musyawarah bersama para penerima BLT.

“Musyawarah di rumah saya tanggal 10 Juni lalu, semua setuju, sehingga sekitar 12 RT di dusun ini memangkas uang penerima BLT,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua RT 15 Abdul Karim mengatakan, di wilayahnya setiap penerima BLT dipangkas Rp 55 Rbu. Pasalnya jumlah warga miskin sekitar 14 orang, didominasi oleh janda-janda tanpa anak. Menurut dia pemangkasan itu telah disetujui warga penerima BLT. Dari catatannya hanya ada dua warga yang belum menyetor Rp 55 Rbu kepadanya.

“Yang belum setor Wakhid dan Sutianik, mereka semua iklhas kok mas, jadi potongan ini tidak memaksa,” tegas Karim.

Sementara, Sutianik dan Wakhid mengatakan mereka iklhas memberikan Rp 55 Rbu, asalkan seluruh penerima BLT juga melakukan hal serupa. Menurut Sutianik, jika hanya dirinya yang menyumbang dia agak keberatan. Sebab kebutuhannya masih banyak, karena semua warga penerima menyumbang dia pun ikut.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s