Jatim Inginkan Pagu PSB Turun, Pemkot Usul Dinaikkan

Meski sudah banyak orang tua yang memburu informasi pendaftaran siswa baru (PSB) online, namun hingga kemarin Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang belum juga membeberkan pagu resmi SMP SMA SMK negeri tahun ini.

Hanya saja, sekolah-sekolah peserta PSB online sudah menyetorkan usulan pagu kepada Disdik Kota Malang. Seperti diungkapkan Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Drs Hadi Hariyanto MPd. Menurut Hadi, tahun ini sekolah tetap mengusulkan jumlah pagu seperti tahun 2007.

‘’Usulan pagu kami berikan ke Disdik sesuai dengan pagu tahun lalu. Apakah usulan itu diterima atau tidak kami belum mengetahuinya,’’ ungkapnya saat dihubungi via ponsel kemarin.

Hadi yang saat ini tengah berada di Surabaya menuturkan, meskipun sebelumnya ada aturan dari Dinas Pendidikan Propinsi Jatim mengenai batasan pagu ideal, namun sepertinya masih sulit diterapkan di Kota Malang. Sebab jika pagu siswa dikurangi, maka akan berdampak kepada beban sekolah.

Seperti diketahui, tahun ini ada kebijakan pembatasan rombongan belajar (Rombel). Kebijakan pengurangan jumlah siswa ini tertuang dalam keputusan Nomor 420/2679/108.03/2008 yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur.

Untuk tingkatan TK dibatasi maksimal 25 orang per kelas, SD MI reguler dibatasi maksimal 28 orang, SD Sekolah Standar Nasional (SSN) maksimal 26 orang, SD Sekolah Berstandar Internasional (SBI) maksimal 24 orang dan Akselerasi maksimal 20 orang.

Sedangkan untuk SDLB maksimal 8 orang. Tingkat SMP dan MTs maksimal 32 orang, SMPLB maksimal 8 orang, SMA dan MA maksimal 32 orang, SMLB maksimal 8 orang SMK maksimal 32 orang. Sementara khusus untuk sekolah SSN jumlah peserta didik dalam setiap rombel maksimal 26 orang. Khusus SBI maksimal 24 orang.

Sementara itu Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Malang Drs Sugiharto menuturkan, pihaknya masih melakukan negosiasi ke Depdiknas agar ada toleransi dengan pagu sekolah di Kota Malang.
Sebab menurutnya, Kota Malang belum bisa melaksanakan aturan batasan ideal yang ditetapkan melalui SK Dinas Propinsi tersebut.

Pria berkacamata ini menuturkan, sesuai dengan aturan rombel tahun ini, batasan untuk jumlah siswa di kelas SSN yaitu 26 siswa per kelas, siswa reguler maksimal 32 siswa.

Padahal untuk rombel kelas reguler di Kota Malang jumlahnya mencapai 42 siswa. Kalau kebijakan tersebut dilaksanakan maka bisa jadi pagu penerimaan siswa di Kota Malang menurun. Dan dikhawatirkan akan berdampak pada Angka Partisipasi Kasar (APK) Kota Malang.

‘’Kami akan meminta toleransi agar pembatasan itu tidak menjadi sesuatu yang kaku. Sebab kondisi di Malang belum memungkinkan adanya pembatasan itu. Meskipun nantinya juga akan mengarah ke sana,’’ tuturnya.

Meski hingga kemarin pagu belum diumumkan, namun ia menegaskan bahwa PSB online tetap akan dibuka sesuai jadwal. Yaitu pendaftarannya akan dilaksanakan pada 7-9 Juli. Sebelumnya dibuka pendaftaran registrasi siswa luar kota yang dijadwalkan pada 30 Juni sampai 5 Juli. (oci/avi)
(Rosida/malangpost)

3 Komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

3 responses to “Jatim Inginkan Pagu PSB Turun, Pemkot Usul Dinaikkan

  1. ehmmmm………..
    indonesianic y…..

  2. kera ngalam, ker ! wakakak

  3. hadi

    itu lah bodohnya pemerintah sekarang,satu pihak wajib belajar 9 tahun,tapi dilapangan menterinya buat aturan bertentangan termasuk hak memdapat pendidikan yg layak ,namun kalau dibatasi terus mau kemana siswa miskin dapat bersekolah ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s