Listrik Sering Padam, Penjualan Generator Meningkat

Penurunan daya listrik yang berakibat pada pemadaman bergilir berimbas pada meningkatnya penjualan generator. Konsumennya, tidak hanya kalangan bisnis maupun pengusaha golongan mikro. Kalangan rumah tangga yang semula tidak terlalu membutuhkan mesin pembangkit listrik berbahan bakar solar kini mulai mengambil langkah antisipasi.

Dikatakan Managing Director Sinar Murni, Daryono menjelaskan, kalangan rumah tangga merupakan konsumen yang paling pesat peningkatan permintaannya. Permintaan ini, menurutnya, berbeda dari pemadaman listrik yang pernah beberapa kali terjadi sebelumnya.

“Mungkin karena pemadaman kali ini relatif lebih panjang masanya. Bahkan dengar-dengar masih akan berlanjut hingga tahun 2009 mendatang. Inilah yang menyebabkan kalangan rumah tangga mulai berpikir untuk menyediakan generator dalam rumah mereka, untuk berjaga-jaga,” kata Daryono di tokonya Jalan Sutan Syahrir Malang.

Untuk kalangan rumah tangga, lanjut pria berkacamata ini, biasanya menggunakan generator dengan daya hingga 2000 watt. Umumnya generator dibutuhkan hanya untuk sekadar penerangan. Sementara untuk generator dengan daya lebih tinggi, ungkapnya, biasanya digunakan untuk kalangan home industry. Kalangan ini rata-rata membeli generator dengan daya hingga 5000 watt tergantung dengan kebutuhannya.

Peningkatan permintaan ini, ungkap Daryono, juga membuat stok tokonya semakin menipis. Namun ia meyakini peningkatan permintaan tidak akan lama berjalan sebab saat semua orang telah memiliki genset, maka permintaan akan kembali stabil.

Harga generator yang ditengarai melonjak sejak permintaan bertambah sebulan belakangan dibantah oleh toko-toko penyedia generator. Salah satunya, Toko Budhi Djaja di Jalan Ade Irma Suryani. Gatot, pengelola toko tersebut menyebutkan, harga generator tidak mengalami kenaikan baik akibat tingginya permintaan maupun kenaikan harga BBM. Kenaikan harga ini sendiri telah terjadi secara bertahap sejak awal 2008 yang diakibatkan kenaikan bahan baku besi.

Gatot menerangkan, selisih harga yang terjadi di pasaran merupakan hasil dari penjualan stok dan produk baru. Saat ini kecenderungannya, imbuh pria ramah ini, toko-toko teknik menjual dengan harga lama karena mereka juga mengeluarkan stok barang lama. “Banyak toko yang masih memiliki stok karena generator ini sebelumnya bukan produk laris. Generator menjadi dilirik belakangan ini karena pemadaman yang tidak jelas hingga kapan akan berakhir,” ungkap Gatot disela kesibukannya. (fio/mar(Fionna Mediony/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s