YLKI Minta Uji Publik terhadap Kenaikan Tarif Puskesmas

Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Malang Raya mengusulkan uji publik terhadap kenaikan tarif Puskesmas dalam rancangan peraturan daerah (Ranperda) Pelayanan Kesehatan di Puskesmas yang baru disetujui DPRD dan Pemkab Malang, Kamis (26/6) lalu.

Karena Ranperda tersebut belum mencapai tahap pengesahan, sehingga dewan dan Pemkab perlu mengundang LSM dan YLK guna mensosialisasikan kenaikan tarif Puskesmas. Hal tersebut dikatakan Direktur YLK Malang Raya Soemito dihubungi Malang Post, kemarin.

Bagi Soemito, masyarakat perlu tahu dasar dan landasan kenaikan tarif Puskesmas tersebut, apakah karena penyesuaian BBM dan lain sebagainya. Disisi lain dia juga mempertanyakan pertimbangan kenaikan tarif dari tim penyusun raperda. Apalagi menurut Soemito, fakta dilapangan mengatakan saat ini harga obat generik sedang turun.

“Pertimbangannya apa, kita perlu tahu, wong harga obat generik sedang turun, yang terpenting warga miskin tidak dikenai kenaikan tarif ini,” ujarnya.

Dikatakan Soemito, kenaikan tarif tersebut direview ditengah maraknya wacana penggratisan pelayanan kesehatan. Menurut dia, pelayanan kesehatan terhadap masyarakat semestinya gratis, khususnya warga miskin. Berdasarkan data dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr. Agus Wahyu Arifin, tarif puskesmas rawat jalan naik dari Rp 1500 ke Rp 5000, sementara tarif rawat inap dari Rp 10 Ribu ke Rp 30 Ribu.

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr. Agus Wahyu Arifin mengatakan tidak perlu khawatir tentang nasib warga miskin. “Kami tetap melayani Gakin, sedangkan mengenai uji publik Dinkes belum tahu apakah instrumen itu wajib atau tidak,” papar Agus saat dihubungi kemarin.
Agus mengatakan jika berdasarkan kelaziman uji publik wajib dilakukan, maka Dinkes siap mewacanakan kepada DPRD. Pasalnya tugas Dinkes dalam Ranperda tersebut hanya selaku pemantau, karena Ranperda itu merupakan hak prerogatif DPRD. Bagi Agus, kenaikan tarif Puskesmas menjadi kebutuhan Dinkes mengingat tarif tidak pernah naik selama sembilan tahun.

“Sejak tahun 1999 belum pernah ada kenaikan tarif, padahal idealnya ada penyesuaian tiap tiga sampai lima tahun,” tegasnya.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s