Gajayana Anjlok di Karangkates Karena Bantalan Rel Lapuk, Tiga KA Terlambat

Proses evakuasi delapan gerbong KA Gajayana di jalur terowongan Desa Karangkates Sumberpucung
Kereta Api (KA) Gajayana dari jurusan Jakarta ke Malang, pagi kemarin anjlok di kawasan terowongan Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung. Akibat kejadian tersebut, ratusan penumpang keleleran dan sedikitnya tiga jalur KA mengalami keterlambatan kedatangan dan pemberangkatan. Kejadian tersebut, merupakan kali kedua dalam minggu ini. Sebelumnya, pada Sabtu (21/6) lalu, jalur itu juga memaksa KA Penataran keluar dari rel.

Wakil Kepala Stasiun KA Kota Baru Malang, Sujoto 45 tahun, mengatakan, jalur tersebut tergolong berbahaya karena bantalan rel telah lapuk. Bahkan, kondisi serupa terjadi pada rel KA sepanjang sekitar 40 km, mulai dari Stasiun Sumberpucung Kabupaten Malang hingga Stasiun Talun Kabupaten Blitar.

Menurut Sujoto, jalur KA diantara kedua stasiun itu, masuk kategori rawan karena sering membuat gerbong KA anjlok. “Memang, kejadian tersebut berturut-turut. Pada Sabtu lalu ada kereta anjlok, tak jauh dari areal terowongan KA. Kondisi bantalan rel di jalur antara stasiun Sumberpucung hinggaTalun buruk, memang lapuk semua,” ujarnya.

Secara terpisah, Koordinator Petugas Teknis Perbaikan Rel KA, Sudarsono yang ditemui Malang Post di lokasi anjloknya gerbong KA Gajayana mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah bantalan yang rusak. Dari pantauan Malang Post di lapangan, Sudarsono dan puluhan anak buahnya sibuk memperbaiki bantalan rel di areal terowongan sebelum dan sesudah K.A Gajayana dievakuasi. “Kami belum tahu pasti berapa jumlahnya, bantalan memang banyak yang rusak, ini sedang kami teliti dan langsung diperbaiki,” paparnya.

Menurut salah satu petugas teknis, Suwito, KA Gajayana berangkat dari Stasiun Gambir pukul 05.30 WIB. Sekitar pukul 08.30 WIB, satu as dan dua roda depan gerbong nomor lima terlepas dari rel tepat di depan areal terowongan sisi timur. Waktu itu, Gajayana membawa 11 gerbong, termasuk dua gerbong titipan dari Jakarta untuk persiapan membludaknya penumpang pada Minggu.

“45 menit setelah anjlok, sekitar 150 penumpang pindah ke tiga gerbong di belakang lokomotif dan diantar ke stasiun Kota Baru. Sekitar pukul 09.30 KA penolong datang, sejam kemudian dievakuasi,” katanya.

Kereta tersebut ditarik ke stasiun Kota Baru pada pukul 11.20 WIB, saat anjlok beberapa penumpang yang tak sabar menunggu evakuasi dan keleleran nampak dijemput keluarga di lokasi.

Sementara itu, tiga jalur kereta terlambat karena anjloknya Gajayana, yaitu K.A Rapih Dhoho, K.A Ekon dan K.A Penataran. Rapih Dhoho jurusan Blitar yang seharusnya berangkat pukul 08.00 baru bisa berangkat pada pukul 12.30 WIB.

“Karena anjlok, Gajayana tujuan Stasiun Gambir juga terlambat berangkat. Jadwalnya pukul 15.45 WIB, namun molor untuk perbaikan AC. Kalau tidak anjlok bisa berangkat tepat waktu, tadi pihak stasiun sempat mengultimatum tarif diturunkan ke bisnis. Namun bagian perjalanan Gajayana tidak bersedia dengan konsekuensi siap memperbaiki AC kurang dari 1 jam,” terang salah satu petugas KA. (ary/udi) (Ary Wicaksono/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s