Krobokan, Daerah Hitam yang Langganan Juara Lingkungan

Kalau anda ke Semarang, dan menyebut Krobokan, pasti semua orang disana mengenalnya. 20 Tahun lalu, daerah itu dikenal sebagai daerah hitam. Tidak ada yang berani masuk ke daerah itu, apalagi malam hari. Tapi wajah hitam daerah itu kini sudah berubah. Dan masyarakatnya sendiri yang merubah image itu dengan menunjukkan prestasi di tingkat nasional.

Sebelum berangkat ke Semarang, Senin, 23 Juni lalu, rasa penasaran membuat Malang Post tidak sabar untuk segera sampai di kota Lumpia itu. Terutama di Kelurahan Krobokan Kecamatan Semarang Barat. Kenapa? Itu karena beberapa hari sebelumnya, Pemimpin Redaksi Malang Post, Husnun N Djuraid, yang pernah lama ngepos di Semarang mengatakan, Krobokan itu daerah hitam. Husnun mengomentari itu setelah tahu tujuan liputan Anugerah Hijau, salah satunya di Kelurahan Krobokan.

Hitam bagaimana? Itu yang membuat Malang Post penasaran. Apalagi daerah yang katanya hitam itu kini masuk dalam wilayah yang ikut lomba lingkungan tingkat nasional dalam even Anugerah Hijau.
Maka, kali pertama menginjakkan kaki di wilayah Krobokan, siang itu sekitar pukul 13.30 WIB, Malang Post langsung mengamati lingkungan sekitarnya. Sekilas, wilayah yang dulunya katanya hitam itu sekarang sudah mirip dengan perumahan Sawojajar di Kota Malang. Tidak hanya rapi, tapi penghijauan di wilayah tersebut sangat kentara.

Halaman rumah juga sangat asri. Hampir di setiap rumah ada tamannya. Kalaupun tidak ada lahan, maka mereka memanfaatkan pot untuk tanaman. Ini yang membuat wilayah ini menjadi langganan juara lingkungan sejak tahun 1993. Sangat terlihat partisipasi warganya dalam menghijaukan lingkungannya. Maka tidak mengherankan kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah singgah di Kelurahan yang sebelumnya dikenal ’angker’ ini.

Kedatangan tim Juri Anugerah Hijau siang itu pun disambut dengan abang becak. Semuanya mengenakan kaos warna Hijau yang bertuliskan: Nggak Ada Loe Nggak Hijau. Kaos khas PT HM Sampoerna dalam even Anugerah Hijau. Awalnya tim juri, termasuk Malang Post juga sempat bertanya, kenapa abang becak menyambut dengan kostum hijau-hijau? Apa hubungannya abang becak dengan penghijauan?

Belakangan jawaban itu Malang Post ketahui saat wawancara dengan Lurah Krobokan, Achmad Suparno. Awalnya Malang Post mengkonfirmasi, benarkah Krobokan dulu merupakan daerah hitam? Dengan sangat tegas, Suparno yang baru dua tahun menjabat lurah itu mengiyakan.

‘’20 tahun lalu, Krobokan ini daerah hitam. Tidak ada yang berani masuk ke sini, apalagi malam hari. Tapi sekarang, anda bisa lihat sendiri. Bagaimana ramahnya lingkungan ini. Semuanya menyambut dengan senyum,’’ ungkap pria kurus berkumis tebal ini kepada Malang Post.

Bagaimana caranya menggugah partisipasi warga sehingga Krobokan bisa masuk menjadi nominasi Anugerah Hijau? ’’Lihat dan libatkan orang yang selama ini tidak dilihat dan diperhatikan. Lihat abang becak ini. (Suparno berbisik) Selama ini mereka tidak ada yang lihat dan memperhatikan. Tapi dalam even ini, mereka kita rangkul, kita beri kaos dan mereka kita libatkan. Sehingga mereka pun punya tanggungjawab terhadap kebersihan lingkungannya. Ini kuncinya,’’ jelasnya.

Dipaparkannya, sejak Tahun 1993 lalu Krobokan menjadi juara satu Lomba Desa Bersih tingkat Provinsi Jawa Tengah. 10 tahun kemudian, yaitu 2003 menjadi juara yang sama. Dan setelah itu hingga sekarang selalu langganan juara lingkungan. Baik di tingkat kota, maupun provinsi.

’’Selain melibatkan semua pihak, saya juga selalu menanamkan jangan pernah komplain prestasi. Misalnya, kalau tidak gara-gara saya, tidak akan menjadi juara. Semua berperan dan punya tanggungjawab yang sama untuk meraih prestasi. Dan bila tidak meraih, ya jangan komplain. Ini yang saya tekankan kepada staf dan masyarakat di sini,’’ pungkasnya.
(Halim/malangpost)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s