LPG Tembus Rp 65 Ribu

Meski surat resmi Pertamina terkait kenaikan LPG belum turun, namun harga LPG mulai melangit. Dari penelusuran Malang Post, seluruh pengecer LPG sudah menaikkan harga. Untuk ukuran tabung 12 kg, harganya mencapai Rp 65 ribu.

Uniknya, sebagian pengecer mengaku kenaikan harga tersebut tidak didasarkan pada surat resmi Pertamina, melainkan dari informasi lewat televisi.

Selain menaikkan harga, pengecer juga mengeluhkan hilangnya LPG dari pasaran tiga hari ini. Sri Trisnowati, salah satu pengecer LPG di Kepanjen mengatakan, agen besar tidak mengirimkan stok LPG.
Padahal pihaknya telah beberapa kali menelepon agen LPG yang berkantor di Kota Malang tersebut. ‘’Nggak tahu mas, kok kayak hilang, truk LPG yang biasanya lewat juga nggak tampak,’’ ujarnya.

Warga Jalan Panglima Sudirman itu mengatakan, sebelumnya dia menjual LPG ukuran 12 kg Rp 60 ribu. Namun begitu televisi menayangkan bahwa LPG naik per 1 Juli dia menaikkan harga menjadi Rp 65 ribu. Padahal, stok LPG yang dia miliki merupakan sisa pengiriman minggu lalu ketika harga masih normal.
‘’Saya mulai menaikkan harga hari ini (kemarin, Red.), memang belum ada surat resmi tapi saya lihat di televisi harga sudah naik kok,’’ katanya.

Sementara pemilik Toko Jaya Raya di Jalan Panglima Sudirman tampak ogah-ogahan ditanya soal LPG. Malah, toko itu tak terlihat memajang tabung LPG ukuran 12 kg seperti toko pada umumnya.
Salah satu karyawan mengatakan stok LPG masih ada, namun kini harganya menjadi Rp 65 ribu. ‘’Dari Malang Post, kalau mau nanya ke ibu saja, saya tidak berani,’’ ujar karyawan toko itu.

Sementara itu, Rini salah satu pemilik warung di sekitar Mapolres Malang mengaku belum tahu bahwa LPG bakal naik. Dia mengatakan membeli LPG ukuran 12 kg seharga Rp 58 ribu, dengan sistem antar jemput. Harga normalnya menurut dia Rp 55 ribu, wanita itu agak terkejut ketika diberitahu bahwa harga baru LPG mencapai Rp 65 ribu.

Sementara di Kota Malang, setelah harga LPG dinaikan, tingkat penjualan berlangsung normal. Warga tidak lagi berburu LPG seperti sehari sebelum harga LPG dinaikan. ‘’Sekarang sudah normal, tidak ada lagi yang borong,’’ kata M Prayitno, wakil pimpinan PT Gading Mas Indah, agen LPG di Kota Malang.

Sehari sebelumnya, saat harga LPG akan dinaikan, kata Prayit, warga ramai-ramai memborong LPG. ‘’Tapi setelah harganya naik, langsung normal,’’ kata Prayit sembari menyebutkan, dalam keadaan normal penjualan tabung LPG mencapai 200 tabung, sementara bila ramai mencapai hingga 400 tabung.

Lebih lanjut dia menjelaskan, harga LPG yang dinaikan hanya untuk ukuran 12 Kg saja. Yakni dari Rp 53 ribu menjadi Rp 63 ribu hingga Rp 64 ribu per kilo gram. ‘’Tergantung jaraknya,’’ tambah dia.
Sedangkan LPG ukuran 3 Kg kata Prayit tetap yakni Rp 13 ribu. Begitu juga LPG ukuran 50 Kg tetap saja yakni Rp 345 ribu per kilo gram.

Pemilik UD Mulia Jaya di Jalan Ikan Piranha, Ani Suharto membenarkan kondisi tersebut. Dia juga mengaku menjual LPG tabung 12 kg dengan harga Rp 65 ribu.

Menurutnya, harga ini merupakan harga serempak yang akan diberlakukan oleh semua toko. ‘’Dari Pertamina sendiri, kami membeli seharga Rp 63.000 dari sebelumnya Rp 55.000. Semua toko akan menjual Rp 65.000 untuk tabung 12 kilo,’’ katanya.

Ani mengatakan, sejak kemarin siang pasokan LPG dengan harga baru belum di drop sehingga pihaknya terpaksa tidak menjual sejak pukul 12.00 WIB. (ari/van/fio/avi)
(bagus ary/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Indonesia, Kabupaten Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s