KA Kecelakaan di Sengon, Penumpang Terlantar

Kecelakaan kereta api di sekitar Stasiun Sengon, memang langsung berdampak di Stasiun KA Kota Baru. Apalagi hari-hari ini adalah masa-masa penumpang ramai karena libur sekolah.

Bagaimana tidak, beberapa rencana perjalanan kereta harus ditiadakan. Seperti KA Penataran jurusan Blitar-Surabaya, KA Tawangalun tujuan Malang-Banyuwangi dan Malang Express jurusan Surabaya-Malang.

KA Malang-Express tertahan di Stasiun Bangil, sedangkan dua KA Penataran dan KA Tawangalun berada di Stasiun Kota Baru Malang. Padahal, ribuan penumpang yang ingin berlibur, memanfaatkan kereta sebagai sarana transportasi.

Di Stasiun Kota Baru saja, sekitar 1.130 penumpang tidak jadi berangkat. Masing-masing 600 penumpang dari KA Penataran dan 530 penumpang dari KA Tawangalun.

’’Tertundanya KA Penataran ini, seluruh penumpang mengembalikan tiket dan kita berikan uang sepenuhnya, sesuai dengan lokasi keberangkatan penumpang,’’ kepala Stasiun Kota Baru, Setiono, kemarin.

Sementara penumpang KA Penataran dari Blitar dan Kediri yang akan ke Surabaya, terpaksa harus berhenti di Stasiun Kota Baru. Mereka harus naik bus ke Surabaya.

Meski uang tiket penumpang itu bisa dikembalikan, tapi tak urung wajah-wajah murung terlihat jelas. Bahkan penumpang KA Tawangalun yang menuju ke Banyuwangi, keleleran di stasiun. Bayang-bayang ingin berlibur di desa, menjadi semakin tidak jelas.

Lebih tragis lagi, ternyata ada penumpang yang tidak menerima pengembalian uangnya secara utuh.
Syamsul Arifin, Novi Widiarti dan seorang kerabatnya merupakan penumpang yang tidak menerima uangnya secara utuh. Mereka yang ingin berkunjung ke rumah keluarga di Sidoarjo, terpaksa harus gigit jari.

‘’Tadi (kemarin, Red.) kami naik dari Stasiun Papar menuju Sidoarjo dengan membayar ongkos seharga Rp 21 ribu untuk tiga orang. Tapi waktu menukar, ternyata saya hanya mendapat Rp 3.000 saja,’’ katanya dengan nada protes.

Novi pun ikut protes. Pasalnya, uang yang dibawa untuk ongkos tranportasi sangat terbatas. ‘’Sekarang uang yang kami miliki sangat terbatas. Bagaimana kami melanjutkan perjalanan?’’ keluhnya dengan nada tanya.

Penumpang lainnya juga mengeluh. Misalnya Chomariyah, penumpang KA Penataran dari Blitar menuju Surabaya kehilangan tiketnya. Sehingga dia kesulitan untuk meminta kembali ongkosnya. “Saya belum tahu, tapi saya coba tanyakan dulu,” katanya.

Tutu, penumpang lainnya termasuk yang tidak bermasalah. Kemarin dia langsung menukar tiketnya seharga Rp 5.000. ‘’Saya beli karcis dari Blitar menuju Lawang seharga Rp 5000. Sekarang, uangnya dikembalikan,’’ katanya.

Sedangkan penumpang KA Tawangalun, kemarin terpaksa harus menunggu lama. Namun demikian, penumpangnya yang tidak sabar menunggu, diperbolehkan menukar tiketnya dengan uang. (vandri van batu) (Vandri Van battu/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s