KA BBM Dan Penumpang Bertabrakan 100m dari Stasiun Sengon


KA penumpang dan KA pengangkut BBM kemarin bertabrakan tabrakan. Kejadiannya hanya sekitar 100 meter dari Stasiun Sengon di Desa Sengonagung Purwosari. Tepatnya di jalur dua antara Stasiun Lawang dan Sukorejo.

Dampaknya, warga di sekitar stasiun langsung berebut BBM, yang tercecer. Karena dua kereta yang bertabrakan itu adalah KA berloko CC 20327 bermuatan bahan bakar minyak (BBM) dengan sebuah lokomotif BB 30121.

Selain tabrakan itu menyebabkan gerbong yang berisi BBM bocor dan tumpah, masinis lokomotif BB 30121, Harijanto mengalami luka parah. Bagian mata kanan robek dan tangan kirinya patah. Harijanto langsung dilarikan ke RSSA Malang.

Kondisi dua KA itu sendiri, lokomotif BB 30121 rusak hampir 50 persen. Sementara KA CC 20327, dengan masinis Katnadi, rusak di bagian kepala lokomotifnya.

Kepada Malang Post di RSSA, Harijanto bertutur, mulanya lokomotif yang dia masinisi, berjalan normal. Rem yang menjadi kunci utama keselamatan kendaraan panjang ini cukup pakem.

Tapi setelah berjalan sekitar 45 menit, pria 49 tahun warga warga Jalan Manggis, RT08 RW02, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil itu, mulai merasa ada yang tidak beres.

Bahkan beberapa ratus meter sebelum Stasiun Sengon, tiba-tiba kondisi rem blong. Harijanto berusaha sekuat tenaga mengurangi kecepatan laju KA, yang saat itu melaju dengan kecepatan 60 km/jam.
Tapi hingga melewati Stasiun Sengon, KA tidak juga mau berhenti. Padahal, petugas di stasiun tersebut, sudah memberikan sinyal tanda berhenti karena akan ada kereta yang melaju dari arah berlawanan.

Terbukti, 100 meter sebelah utara stasiun, KA BBM yang dimasinisi Katmadi dan Abu Subiatmoto itu terus meluncur dari arah Bangil masuk ke Stasiun Sengon menuju Malang. Akhirnya tabrakan tidak bisa terhindarkan.

‘’Saya terus berupaya menghentikan laju loko. Tapi tidak berhasil,’’ kata Harijanto, dengan nada pelan, karena menahan sakit. Kuatnya benturan kedua loko ini mengakibatkan meja masinis di dalam ruang lokomotif BB 30121 patah dan kayunya mengenai mata Harijanto.

‘’Saya tidak tahu lagi cerita kelanjutannya, karena setelah saya sadar tangan saya sudah terbungkus perban dan mata saya banyak mengeluarkan darah,’’ kata Harijanto. Sementara Tukiran, dikatakan Harijanto hanya mengalami luka di dagu saja.

Harijanto juga menjelaskan, Lokomotif yang dikemudikannya pagi sebelumnya, berangkat dari Stasiun Bangil tujuan Stasiun Lawang. Loko ini awalnya menarik 10 gerbong yang mengangkut gragal untuk rel KA.

Setelah dari Stasiun Lawang, gerbong KA ini dilepas dan rencanannya saat kembali ke Stasiun Bangil, akan kembali menarik gerbong di Stasiun Bangil.

‘’Tadinya memang mau bolak-balok Stasiun Lawang-Stasiun Bangil, tiga kali, namun, baru satu kali angkut lokonya sudah bertabrakan,’’ tandas Harijanto, sambil mengatakan sulitnya mengendalikan laju loko itu karena kondisi rel yang menurun.

Akibat tabrakan yang terjadi sektiar pukul 13.43 WIB itu, beberapa jadwal perjalanan kereta terpaksa ditiadakan. Karena, kedua KA itu anjlok, meski tidak sampai merusak rel.

Sementara itu, warga sekitar, terlihat benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut. Betapa tidak, KA yang memuat BBM itu tangkinya ada yang bocor.

Tak heran jika banyak warga yang menampung bocoran itu menggunakan jurigen. Sekalipun oleh petugas KA, aktivitas itu dilarang dan beberapa warga sempat diusir. (mp-17/ira/avi)
(ira ravika/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita, Kabupaten Malang, Malang, Malang Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s