Bunga Kredit Mulai Naik Ikuti Perkembangan BI Rate

Suku bunga kredit mulai naik 0,25-2 persen mengikuti kenaikan tingkat bunga acuan BI Rate. Perbankan menilai kenaikan bunga masih dalam batas wajar. “Kebijakan bunga kredit tidak serta-merta dilakukan. Kita tetap memperhatikan banyak aspek, termasuk risiko sebelum melakukan penyesuaian,” ujar Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaadmadja di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, perseroan harus menyesuaikan kenaikan BI Rate dengan menaikkan bunga kredit. Ia pun menuturkan, kenaikan BI Rate beberapa waktu terakhir sulit dielakkan akibat masih tingginya ekspektasi inflasi.

Penyesuaian yang dilakukan perseroan, menurutnya masih dalam batas wajar, sekitar 0,25-2 persen untuk keseluruhan kredit.

Langkah menaikkan bunga kredit juga diterapkan PT Bank NISP Tbk. Namun, menyiasati agar beban nasabah minimal, NISP menerapkan kebijakan khusus soal bunga kreditnya. Presiden Direktur Bank NISP Pramukti Surjaudaja mengatakan, bunga kredit ditentukan aktivitas nasabah. Nasabah loyal yang banyak melakukan aktivitas perbankannya di NISP dikenakan bunga rendah.

“Kalaupun perseroan menaikkan suku bunga, tingkat bunga yang ditetapkan untuk nasabah tersebut adalah minimal. Untuk nasabah yang hanya meminjam dana (kredit), kenaikan bunganya lebih besar. Namun, kenaikannya pun tidak signifikan dan masih terjangkau. Rata-rata bunga pinjaman saat ini sekitar 11 persen,” tuturnya.

Sementara itu, Bank Sinar Harapan Bali saat ini memilih mempertahankan bunga kreditnya. Kendati BI Rate telah meningkat menjadi 8,75 persen, Bank Sinar Harapan Bali belum menyesuaikan suku bunga kreditnya dan masih tetap sekitar 14-20 persen. Namun, Direktur Utama Bank Sinar Harapan Bali, I B Kadek Perdana berharap laju inflasi bisa stabil sehingga ke depan BI Rate akan turun.

“Saya harap BI Rate tidak naik lagi dan perekonomian nasional dapat tumbuh kondusif. Saya harap pemerintah bisa mengendalikan inflasi,” ujarnya. Berdasarkan statistik ekonomi dan keuangan yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) per Maret, bunga kredit sektor modal kerja untuk kelompok bank swasta nasional mulai naik.

Pada Desember 2007, rata-rata bunga kredit yang diberikan sebesar 12,96 persen, kemudian naik pada Januari 2008 menjadi 12,98 persen, lalu pada Februari 2008 menjadi 13,04 persen. Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Halim Alamsyah mengaku, kalangan perbankan mulai menyesuaikan suku bunga kreditnya terhadap kenaikan BI Rate. Namun, kenaikan yang dilakukan perbankan tidak signifikan.
“Biasanya bank butuh waktu dua sampai enam bulan untuk melakukan penyesuaian. Yang penting, bank juga tetap memperhatikan prinsip kehati- hatian dalam menyalurkan kredit,” tegasnya. (jpnn/mar) (JPNN)

Tinggalkan komentar

Filed under Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s