PSB Online Hari Pertama, Hanya Karena Selisih Koma Pendaftar Rawan Tegeser

Pergerakan nilai batas atas dan batas bawah pada hari pertama pendaftaran siswa baru (PSB) online cukup tajam. Diprediksikan, hari ini nilai-nilai rendah yang masih bertengger di SMAN akan tergeser karena adanya perang koma.

Beberapa pemilik nilai tinggi, memang sudah tampak tenang di urutan teratas. Sementara pemilik NUN pas-pasan seperti 31,00 termasuk dalam kategori NUN rawan.

Sehingga perlu berhati-hati dengan kemungkinan terlempar dari sekolah idamannya. Sementara di sekolah negeri favorit, nilai 8 koma masih bertengger. Nilai ini diprediksikan pada hari ke dua besok akan tergeser.

Seperti diungkapkan Kepala SMAN 1 Malang, Drs HM Shulton MPd. Menurutnya, jika mengaca tahun lalu, maka NUN yang bisa lolos di SMA tugu minimal adalah 9 koma.

Dan diprediksikan tahun ini juga berada di kisaran yang sama atau bahkan lebih tinggi. Sebab pagu SMA Tugu tahun ini berkurang karena ada jalur Mandiri.

‘’Kemungkinan bisa saja pemilik NUN rata-rata delapan akan tergeser. Sebab persaingan akan semakin ketat hari ini dengan perang koma,’’ ungkapnya.

Hingga pukul 19.07 kemarin, NUN rata-rata yang masuk di SMAN 3 Malang masih tertinggi yaitu 9,13 dengan nilai terendah 8,82. Sementara nilai 5,5 masih bisa masuk di beberapa SMAN seperti SMAN 2, SMAN 9, dan SMAN 10. Nilai ini diprediksi akan terlempar dari kursi SMAN. Sebab diprediksi nilai terendah yang bisa lolos di kursi SMAN minimal 7,00.

Sementara itu, dihari pertama mendaftar PSB online kemarin, beberapa pendaftar sudah kehilangan haknya mengikuti jalur online. Penyebabnya, pendaftar salah memilih sekolah.

Seperti dialami Paidiyanto. Warga Sawojajar ini sudah mendaftarkan anaknya di jalur Mandiri SMKN 3 Malang dan diterima di sana. Namun kali ini, ia ingin mendaftarkan kembali anaknya di SMAN 10 Malang.
Alasannya, sang anak lebih suka melanjutkan ke SMA. Sayangnya saat didata oleh petugas, data sang anak selalu saja terpental. Padahal Nilai Ujian Nasional (NUN) nya tidak terlalu rendah. Yaitu 31,45.

‘’Karena tidak bisa didata di sekolah, saya disuruh ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang. Tapi jawabannya sangat mengejutkan, kata petugas saya tidak bisa mendaftar online,’’ ungkapnya lemas.
Wajah pria ini nampak sangat lelah dan tampak kebingungan dengan sistem PSB online ini. Menurutnya, saat mendaftar di SMKN ia sudah bertanya apakah ia masih bisa mendaftar di SMAN. Informasi yang didapatkannya, dia masih punya kesempatan mendaftar.

Sayangnya saat hari yang ditunggu pendaftaran PSB online dibuka, ia harus menerima kenyataan pahit tidak bisa mendaftarkan diri. Padahal, pria ini akan mendaftarkan anaknya di SMAN 10 Malang yang lokasinya lebih dekat dari rumah.

Seperti pernah diberitakan Malang Post sebelumnya, Disdik mengambil kebijakan untuk mem-protect data siswa yang diterima di jalur Mandiri. Sehingga jika data itu masuk ke online, tidak akan bisa terdata.

Pria ini sangat menyayangkan minimnya informasi dari Disdik Kota Malang. Seharusnya info-info penting seputar sistem PSB online ini diinformasikan dengan gamblang dan menyeluruh.

Anaknya yang dulu bersekolah di SMPN 21 Malang yang masih dalam kota saja tidak faham informasi. Selain itu ia pun mengaku tidak habis pikir ternyata petugas di sekolah pun tidak faham dengan aturan tentang proteksi siswa yang sudah diterima di jalur Mandiri itu.

Kasus yang dialami Paidiyanto ini berbeda dengan yang dialami Ny Desi. Putrinya bernama Dara dinyatakan tidak diterima di jalur Mandiri SMKN 4 Malang.

Namun saat mendaftar di jalur online, tetap saja data Dara terpental. Padahal kebijakan proteksi data seharusnya hanya berlaku untuk siswa yang diterima di jalur Mandiri saja. Sementara putrinya belum diterima.

‘’Kami bingung, kok tidak bisa dientry ke sistem, petugas juga tidak tahu kenapa. Kami hanya disuruh ke kantor Disdik untuk menanyakannya,’’ ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Malang Post, Koordinator Pendaping PSB online Telkom Malang, Nanang Yudi menuturkan, setelah pengumuman PSB Mandiri, sekolah-sekolah memang telah mendaftarkan data siswa yang diterima di sana.

Data itu kemudian diblokir dari sistem sehingga tidak bisa ikut PSB online. ‘’Itu kebijakan dari Disdik. Kami hanya menyesuaikan dengan sistem saja,’’ ungkapnya.

Kepala Disdik Kota Malang, Dr HM Shofwan yang ditemui di lokasi Posko Disdik kemarin menuturkan, kebijakan proteksi data untuk siswa yang sudah diterima di jalur Mandiri agar tidak mendaftar di jalur online dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pendaftar yang lain. Sehingga pendaftar tidak coba-coba saja dan mendaftar tanpa tanggung jawab. Artinya memilih sekolah tapi tidak mau daftar ulang di sana.

Karena itulah ia menghimbau agar semua pendaftar berhati-hati dan bertanggung jawab memilih sekolah. ‘’Pilih saja semua sekolah, tidak perlu pusing lagi. Tinggal mantau sambil tiduran di rumah. tidak sulit kok,’’ ungkapnya. (oci) (Rosida/malangpost)

Tinggalkan komentar

Filed under Indonesia, Malang, Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s